Kondisi Ruas Jalan “Seribu Lobang” Provinsi di Sijunjung Itu Kian Parah

1328

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Sejumlah ruas jalan propinsi di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, kondisinya kian parah dan memprihatinkan. Bahkan ruas jalan “seribu lobang” provinsi itu tak jarang memakan korban.

“Kalau indak segera ditangani, maka dikuatirkan jalan provinsi akan banyak memakan korban. Terutama bagi pengendara roda dua,”ujar Can salah seorang warga Sijunjung kepada awak media belum lama ini.

Carut-marut ruas jalan provinsi itu tersebar dipuluhan titik. Mulai dari Sijunjung hingga Tanjung Ampalu kondisi jalan propinsi itu rusak parak. Tragisnya lagi, kondisi ruas jalan dekat kantor Bupati Sijunjung. Bahkan jalan tersebut pernah memakan korban peserta TdS.

Hingga kini-jalan tersebut belum diperbaiki. Lantaran tak juga kunjungan diperbaiki, belum lama ini Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin didampingi Sekdakab Zefnihan dan Sekretaris PUPR Sijunjung, Sarwo Edi melakukan peninjauan lapangan.

“Untuk mengatasi sementara, kita akan melakukan penimbunan di jalan-jalan yang rusak parah itu. Nah, untuk saya minta Dinas PUPR untuk segera melakukan tindakan,”ucap Yuswir Arifin kepada awak media.

Bahkan sebelumnya Wabup Arrival Boy sempat meradang akibat jalan provinsi itu belum juga diperbaiki. Pasalnya, Hingga kini jalan propinsi di pusat Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat itu sekarat dan menunggu longsor. Tak ayal, Wakil Bupati Arrival Boy pun meradang dibuatnya kala itu.

Pasca terjadinya petaka Tour de Singkarak (TdS) 2018 di Sijunjung pada perhelatan dunia beberapa waktu lalu ternyata kini masih meninggalkan masalah.

Jalan yang berada persis di depan kantor bupati yang merupakan tanggung jawab propinsi Sumbar itupun tak kunjung selesai diperbaiki.

“Pelebaran jalan yang akan dilakukan oleh PUPR Provinsi ini semakin hari semakin rusak dan tidak sedikit kecelakaan terjadi dibjalur itu,”ujar sejumlah sumber di Muaro Sijunjung beberapa waktu lalu.

Kekecewaan yang mendalam juga dirasakan Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy,SH. “Kita sangat kecewa pada PU Provinsi tidak tuntas menyelesaikan pekerjaan pelebaran jalan yang mereka buat. Apalagi itu semua berawal dari batas dinding bukit yang mereka runtuhkan,”ucap Arrival Boy pada awak media bebera waktu lalu.

“Mestinya mereka tak kerjakan dulu merobohkan dinding penghalang tanah bukik gadang itu kalau dana nya tidak siap. Itu bisa-bisa beresiko terhadap banyak bangunan yang ada di depan itu,”tegas Wabup Arrival Boy meradang.
Dijelaskan Arrival Boy, atas tidak juga diperbaikinya jalan yang rusak bakal berdampak pada bangunan yang ada disekeliling.

“Dinding dan rumah sekitar itu akan mendapat dampak atas pekerjaan yang terbengkalai ini. Jujur saja saya sangat kecewa melihat cara kerja mereka itu. Seperti nggak punya perencanaan saja. Kemaren itu yang mereka lakukan hanya menutup patahan jalan itu saja. Sementara dinding bukit yang runtuh tidak mereka selesaikan,”jelas Arrival Boy berang kala itu.

“Kita tidak tahu kapan akan mereka lanjutkan pekerjaan ini. Takutnya tahun 2020 mereka tak anggarkan pula. Akan jadi apa nanti jalan itu,”tanya Wabup Arrival Boy gerem.

Tak hanya itu, di sejumlah titik jalan propinsi di Kabupaten Sijunjung, seperti Jalinsum Tanah Badantung hingga Kiliranjao juga banyak yang rusak. Apalagi jalan propinsi dari Tanah Bantangtung ke Tanjung Ampalu juga banyak yang rusak parah. Kalau pun diperbaiki hanya sekedar tambal kemudian rusak dan hancur lagi.

Kepala UPTD PUPR Sawahlunto Sijunjung Dharmasraya, Jefrianto, kepada awak media tak menapik banyaknya ruas jalan provinsi yang berlobang di Sijunjung.

“Untuk peningkatan ruas jalan provinsi Sijunjung-Tanjung Ampalu Dinas PUPR Provinsi Sumbar sudah mengalokasikan anggaran. Totalnya mencapai Rp4,5 miliar termasuk untuk peningkatan jalan yang rusak di dekat kantor bupati. Saat ini dalam proses lelang. In sha Alloh segera diperbaiki,”ucap Jefrianto kepada awak media belum lama ini. saptarius