Sekda Irwandi: Pemkab Tanah Datar Bentuk Gugus Tugas Antisipasi Dampak Penyebaran Covid-19

180

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Guna mengantisipasi penyebaran virus yang telah menjadi pandemi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar rapat koordinasi lintas sektor, Selasa (17/3/20) di Aula Eksekutif kantor bupati di Pagaruyung.

Pada kesempatan itu, Sekda Irwandi Dt Maruhun Sati SIP, M.Si menyebutkan rakor menghasilkan kesepakatan strategis dengan membentuk gugus tugas sesuai diamanatkan Keppres nomor 7/2020 tentang pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid – 19 (Corona virus desease).

Dikatakan Irwandi, tingkat resiko penyebaran corona di Sumatera Barat saat ini berada dalam kategori rendah, dengan kriteria tidak ada masyarakat di kabupaten-kota yang terjangkit virus Corona, sehingga belum  perlu meliburkan peserta didik dan ini juga sudah disepakati pada Rakor di tingkat provinsi.

Namun demikian, ucap Irwandi jika ditemukan peserta didik diduga terjangkit Corona, maka gubernur, bupati, walikota sesuai kewenangannya meliburkan kelas peserta didik tersebut atau satuan pendidikan selama 14 hari.

Khusus ASN, diharapkan terus melaksanakan tugas sebagaimana biasa dan iven-iven kegiatan yang sudah diagendakan agar diundur hingga sesudah bulan Agustus 2020 kecuali kegiatan bersifat strategis ditunda 14 hari, ujar pak Datuak.

Kepada masyarakat, Dt Maruhun mengajak masyarakat lebih menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengutamakan ketahanan tubuh dan berharap kegiatan-kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak ditiadakan.

Seterusnya, dr. Afrizal Hasan selaku Direktur RSUD MA Ali Hanafiah Batusangkar mengatakan, telah membentuk tim penanggulangan Corona diketuai dokter spesialis paru serta disiapkan tenaga medis khusus ” Kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan dan pencerahan terhadap pengunjung RSUD, dan kunjungan bezuk pasien akan ditutup hingga 31 Maret 2020 ,” tutur Afrizal seraya menjelaskan telah menyiapkan beberapa fasilitas.

Sedangkan Kadis Kesehatan dr. Yesrita Zedrianis menjelaskan,Dinas Kesehatan sudah mengeluarkan edaran bupati tentang kewaspadaan terhadap penyebaran Corona kepada masyarakat sekaligus membentuk posko kewaspadaan dan kesiapsiagaan Corona pada dinas kesehatan.

Bagi yang terpapar corona dapat dirasakan pada hari ke-2 sampai ke-14 dengan gejala demam dengan suhu 38 derajat celcius ke atas, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak atau kesulitan bernafas, letih terasa lesu dan letih.” Yang harus kita curigai bagi orang yang melakukan perjalanan ke Cina dan negara terjangkit virus corona ,” pungkas dr. Yesrita. habede.