Versi Survey Arah Baru, Nofi Candra Calon Bupati Terkuat di Kabupaten Solok

639

JURNAL SUMBAR | Padang – Survei Arah Baru Center (ABC) menempatkan Nofi Candra sebagai calon bupati terkuat di Kabupaten Solok dengan elektabilitas sebesar 37,7 persen. Angka tersebut jauh meninggalkan Hendra Saputra yang hanya meraih 14,6 persen.

Kemudian disusul oleh mantan anggota DPR RI Epyardi Asda sebesar 11,3 persen. Selisih antara elektabilitas Nofi Candra dengan Epyardi Asda cukup jauh, mencapai 26 persen. Sebagaimana diketahui, kedua kandidat tersebut paling diunggulkan dalam memenangkan Pilkada Kabupaten Solok September mendatang.

Peneliti ABC Erizal menyebut elektabilitas Nofi Candra itu tidak hanya didasari oleh popularitas Nofi yang cukup tinggi. Dan juga karena ketokohan mantan anggota DPD tersebut direspon positif oleh masyarakat Kabupaten Solok.

“Popularitas beberapa kandidat hampir sama. Tapi elektabilitas Nofi Candra agak mencolok karena brandnya positif. Dan ketika menyatakan maju menjadi calon bupati langsung direspon oleh pemilih,” sebut Erizal.

Selain itu, sambung Erizal, selama menjadi anggota DPD, Nofi Candra hampir tak pernah diserang oleh isu negatif. Sehingga popularitasnya yang tinggi itu berbanding lurus dengan tingkat keterpilihannya.

“Popularitas Nofi Candra berbading lurus dengan elektabilitas. Hal itu sedikit berbeda dengan beberapa kandidat lain. Alasanya mungkin selama ini karena hampir tak isu negatif yang menyerang Nofi Candra selama menjadi anggota DPD,” papar peneiliti senior Sumbar tersebut.

Erizal memprediksi elektabilitas Nofi Candra akan terus bertambah beberapa bulan kedepan, asalkan Cabup tersebut rajin turun kebawah dan menyakinkan pemilih Solok dengan program-program yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Tentu elektabilitasnya akan terus bertambah, asalkan di harus rajin turun untuk menyakinkan masyarakat dengan program-program yang dapat memajukan daerah tersebut. Jika hal itu dilakukan rasanya sulit bagi kandidat lain melampui Nofi Candra,” tambah Erizal.

Survei ABC dilaksanakan 21-25 Februari 2020 di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat, kecuali di Kabupaten Mentawai. Jef