Masker Langka, Pemkab Sijunjung Produksi Masker Secara Mandiri

603

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Waw, kren! Gebrakan Bupati Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, Drs.H.Yuswir Arifin Datuk Indo Marajo,MM, melalui Dinas Tenaga Kerja dibawa pimpinan Kepala Disnakertrans Sijunjung, Adlis,MT, patut mendapat apresiasi dan acungan jempol.

Betapa tidak, disaat terjadi kelangkaan masker di Provinsi Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Sijunjung akibat dampak mewabahnya Covid-19, Pemkab Sijunjung pun tak mau berdiam diri.

Dengan cerdas, tanggap dan cepat Pemkab Sijunjung pun membuat masker di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) dibawah naungan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung.


LIHAT – Bupati Yuswir Arifin melihat hasil pembuatan masker di BLK Sijunjung

Dengan penuh inovasi Pemkab Sijunjung memproduksi masker secara mandiri. Bahkan produksi masker itu telah dilakukan sejak 29 Maret 2020 hingga sekarang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung, Adlis,MT, menyampaikan, pembuatan masker itu menyikapi kelangkaan stok di pasaran, seiring mewabahnya penyebaran Covid-19.

“Pembuatan masker ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk masyarakat yang membutuhkan, semoga nanti bisa dimanfaatkan sebagimana mestinya,” ungkapnya pada dicko kontributor jurnalsumbar.com di BLK setempat pada Rabu (1/4/2020).

Dikatakannya, masker tersebut dibuat oleh para peserta pelatihan di BLK sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menggunakan mesin jahit sejak tiga hari yang lalu sampai sekarang.

“Alhamdulillah sudah ada lebih kurang 500 buah yang siap pakai, untuk pembagiannya kita tunggu intruksi bapak bupati dulu, kepada siapa dan kemana akan dibagikan masker ini,” ucap Adlis.

Bupati Sijunjung, Yuswir Airifin berharap dengan adanya produksi masker di Balai Latihan Kerja Kabupaten Sijunjung dapat membantu bagi yang membutuhkan khususnya tenaga medis dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Jadi untuk pembagian masker ini kita utamakan para medis dan ODP yang mengikuti isolasi secara mandiri dirumah masing-masing,” jelasnya.

PENJELASAN – Kadis Nakertrans Sijunjung, Adlis,MT saat memberikan penjelesan pada Bupati Yuswir Arifin proses pembuatan masker

Menurutnya, para medis dan ODP tersebut sangat membutuhkan masker itu, karena tenaga medis tersebut melakukan pelayanan dan dikerumuni orang-orang sakit.

“Ini cara mengantisipasi pencegahan Covid-19 dan akan dibagikan kepada para medis dan ODP di Kabupaten Sijunjung, masker tersebut aman dan bisa melindungi diri dari penularan dari virus.,” ungkap bupati peraih Leadetshif Award itu.

“Dengan produksi masker mandiri itu, diharapkan bisa mencegah penyebaran Covid-19, sehingga di Kabupaten Sijunjung tidak ada masyarakat yang terkena dan terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19),”tegas bupati ninik mamak itu.dik/ius
editor;saptarius