Petugas Tak Pakai APD Disentil, Wagub Sumbar Kritik Pengawasan Perbatasan di Sijunjung dan Dharmasraya Tak Ketat

359

JURNAL SUMBAR | Sijunjung  – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, pada Selasa (31/3/2020) kemarin mengunjungi pintu masuk Sumatera Barat dari arah Riau, yakni di Kabupaten Sijunjung dan dari arah Jambi di Kabupaten Dharmasraya.

Kunjungan Nasrul Abit ini tepat di hari pertama penerapan sistem pembatasan selektif bagi masyarakat yang datang dari luar Sumbar. Saat memantau di Sijunjung yang berbatasan dengan Riau, Nasrul melihat masih banyak mobil yang melintas masuk ke Sumbar.

“Saya lihat kendaraan berplat luar Sumbar masih ada yang lewat, dalam pemeriksaan si pengemudi dan penumpangnya tidak disuruh turun dari kendaraannya untuk diperiksa. Hanya diperiksa dalam kendaraan, kalau suhunya kurang dari 38 derajat celcius dipersilahkan pergi,” kata Nasrul Abit seperti dilansir haluan.com.

Wagub Sumbar menjelaskan, harusnya setiap kendaraan yang melintas, pihak kepolisian harus memberhentikan. Selanjutnya sopir dan penumpang harus diperiksa suhu badan dan disemprot dengan cairan disinfektan dan mengisi formulir buat pendataan.


PANTAU – Selain di Sijunjung dan Dharmasraya, beberapa waktu lalu Wagub Sumbar juga memantau perbatasan Sumbar-Riau

Nasrul Abit ikut memberhentikan truk dan langsung menyuruh sopirnya untuk turun diperiksa oleh tim medis dan juga memberikan cara penanganan sesuai aturan pada petugas gugus tugas.

“Setiap petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti yang saya lihat hari ini tidak satupun menggunakan baju pelindung. Hanya menggunakan masker dan sarung tangan. Selain kita melindungi masyarakat, juga harus melindungi diri kita sendiri terlebih dahulu,” ucap Nasrul Abit.

Hal yang nyaris sama disaksikan Nasrul Abit ketika berkunjung ke Dharmasraya buat memantau perbatasan Sumbar dengan Jambi.

Nasrul menekankan agar pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar terutama yang daerahya berbatasan langsung dengan provinsi lain agar memberlakukan pembatasan selektif dengan benar. Supaya upaya ini dapat menghambat laju arus orang masuk ke Sumbar di daerah-daerah perbatasan.sumber; haluan.com/republika