Tenaga Ahli DPR RI Petrison: Anggota DPRD Diminta Berperan Dalam Antisipasi Corona Virus

535

JURNAL SUMBAR | Batusangkar –  Untuk mengantisipasi penularan Corona virus – Covid-19 , pemerintah daerah tidak hanya melarang pelajar bermain Internet,  tetapi juga harus mengingatkan masyarakat tidak bermain ‘ Domino , dan Koa ‘ di warung-warung (Lapau ) di nagari.

Hal itu ditegaskan Tenaga Ahli DPR RI Fraksi Gerindra periode 2019 — 2024 Petrison, SS  kepada wartawan cyber jurnalsumbar.com, Kamis (2/4/20) sehubungan beredarnya surat instruksi Bupati Tanah Datar tentang pelarangan tidak dibenarkan warung Internet buka untuk mengantisipasi penularan Corona virus di Tanah Datar.

Petrison yang putra daerah Tanah Datar ini memantau masih banyak masyarakat di nagari di Tanah Datar  berkumpul- kumpul di warung-warung  bermain Domino, dan Koa , pada hal itu akan menularnya Virus corona di antara mereka. ” Hentikan lah bermain Domino dan Koa tersebut, ” tekan Petrison berharap.

Petrison mengingatkan masyarakat di nagari dari pada  bermain Domino dan Koa lebih baik menerangi Parak, ladang dan rimbo sekaligus menanam dengan kulit manis, kopi dan hutan campuran yang akan menghasilkan pendapatan.

Dalam menangani Corona virus di Luhak Nan Tuo ,Petrison meminta anggota DPRD berjumlah 35 orang agar berperan setidaknya satu anggota DPRD    mendampingi dua atau tiga Walinagari untuk tukar pendapat dalam mengantisipasi  corona virus di nagari-nagari,karena banyaknya perantau yang pulang kampung ke nagarinya masing-masimg.

Berapa lamanya Corona virus akan berjangkit, ucap Petrison, tidak satu orang pun yang tahu. Untuk itu, Tenaga Ahli DPR RI Fraksi Gerindra ini mengharapkan masyarakat memperkuat ketahanan pangan rakyat yang diarahkan pemerintah dengan menanam keladi, ubi, bayam, kangkung, jagung, ketela , dan lain-lain ” Tindakan ini dilakukan guna mengantisipasi jika wabah corona virus ini berlanjut lama. Pangan kita sudah kuat ,” tegas Petrison.

Dalam mengumpulkan sumbangan mengantisipasi corona virus walinagari bisa memberdayakan masjid nagari dalam pendistribusian pangan, infak, sadakah masyarakat dan perantau.

Disamping itu bisa pula dilaksanakan manajemen krisis berbasis adat salingka nagari yang bakal diimplementasikan oleh  Ninik mamak dengan menggunakan, berdayakan Panungkek, dubalang dan anak kamanakannya. habede