Viral; Diberhentikan Petugas Tak Pakai Masker, Oknum Anggota DPRD Pasaman ‘Ngamuk’

622

JURNAL SUMBAR | Pasaman – Sebuah video berdurasi 1 menit 34 detik viral di sejumlah dunia maya, dalam video tersebut petugas perbatasan pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Agam terlibat pertengkaran mulut dengan oknum anggota DPRD Pasaman, Sumatera Barat.

Oknum DPRD tersebut ditegur oleh petugas karena tidak mematuhi protokol yang ada saat melintas di perbatasan Kabupaten Agam dan Pasaman.

“Iya memang ada kejadian tersebut, oknum DPRD Pasaman itu cekcok dengan petugas karena tidak pakai masker, ia juga sempat mengeluarkan kata-kata kotor ke petugas,” kata Kepala Posko Covid-19 Agam, Syafrizal, pada Selasa (12/5/2020) seperti dilansir liputan6.com.

Syafrizal menjelaskan peristiwa itu terjadi pada pukul 10.40 WIB, petugas memberhentikan mobil Pajero Sport BA 1240 DA warna hitam yang melintas untuk diperiksa kesehatan penumpangnya.

Kemudian, saat diberhentikan pihaknya mendapatkan tatapan tidak senang dari sopir dan penumpang, ketika diminta turun dari mobilnya hanya sopir yang turun.

Sopirnya langsung memeriksakan kesehatan dan masuk kembali, tetapi oknum Anggota DPRD Pasaman berinisial M itu tidak kunjung turun.

Petugas bersikeras menyuruh oknum wakil rakyat itu turun, hingga akhirnya dipatuhi dan memeriksakan suhu tubuhnya di posko.

Petugas tetap tidak mengizinkan mobil tersebut melintas dan menyuruh putar arah karena sopir dan penumpangnya tidak memakai masker, Syafrizal menyebut hal yang sama juga diberlakukan untuk kendaraan yang melintas lainnya.

“Masker saya tidak tahu letaknya dimana,” kata Syafrizal menirukan ucapan oknum Anggota DPRD Pasaman itu.

Bukannya mematuhi instruksi petugas, lanjutnya wakil rakyat itu malah memerintahkan sopir untuk melajukan kendaraan dan meninggalkan petugas.

“Saat pergi oknum anggota DPRD Pasaman itu mengeluarkan kata-kata kotor,” ujar dia.

Syafrizal menyebut kejadian itu sangat tidak pantas, karena virus corona tidak tebang pilih dalam penyebarannya.

Dalam penggalan pembicaraan berdebat tersebut seorang petugas dengan mengatakan aturan PSBB ada pak, pakai masker dan APD segala macam.

“Kalau bapak bermasalah saya yang bertanggungjawab, kalau bapak ingin kontrak oke. Ketentuan PSBB secara nasional, Pak. Kalau bapak berperilaku seperti itu, bisa kami tindak. Kalau bapak wakil rakyat, tunjukan. Jangan kayak gitu pak,” ucap seorang petugas di dalam video itu.

Lalu petugas mengatakan, “kalau bapak sopan tadi tidak kayak gini, makanya kami kasih tahu baik-baik APD itu untuk pribadi.”

Kemudian mobil itu langsung tancap gas tanpa menggunakan masker dan duduk paling depan, padahal sesuai surat edaran tidak boleh penumpang duduk dengan dengan sopir.

“Penumpang itu tancap gas sambil berkata kasar tiga kali sambil menunjuk ke kami. Sempat masyarakat lokal untuk mau mengejar, tapi biarlah orang menilai sendiri. Saya tahu dia anggota dewan sesuai dengan topi yang dipakainya dan ada pin juga, ”katanya.

Ketua DPRD Pasaman, Bustomi mengatakan dalam video ini mirip Martias anggota DPRD Pasaman, tetapi harus klarifikasi kepada Martias. “Kalau dilihat dari videonya, memang benar itu Pak Martias, anggota DPRD kita,” kata Bustomi seperti dilansir Okezone.

Lanjut Bustomi, sesuai arahan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar kader partai mengeluarkan untuk daerah mendukung bentuk pemberlakuan PSBB. “Kode etik kami di partai jika memang itu betul, kami harus memberikan teguran,” jelas Bustomi.

Bustomi mengatakan sejak pemberlakuan PSBB, DPRD Pasaman sudah meniadakan semua kegiatan kedewanan termasuk perjalanan dinas ke luar daerah. “Dia ini urusan pribadi, kami di Pasaman tidak ada perjalanan dinas,” katanya.

Sementara Martias membenarkan dalam video itu merupakan miliknya saat melintas diperbatasan Pasaman dan Agam dengan tujuan ke Padang.

“Saya lewat di posko perbatasan Pasaman dan Agam menuju Kota Padang. Namun sesampai disitu petugas posko langsung memberhentikan saya karena tidak memakai masker. Saya memang membawa topeng di mobil, tetapi ditonton-cari tidak ketemu lantaran sudah tergesa-gesa. Jadi sudah diperiksa cok (adu mulut) dengan petugas posko, “terang Martias seperti dilansir Okezone. sumber;liputan6.com/news.okezone.com