Bupati Sijunjung Yuswir Arifin; Mutasi Tergantung Kebutuhan Organisasi dan Sesuai Aturan

1522

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin wawancara eksklusif bersama Pemred Jurnalsumbar.Com

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Sejak sepekan ini, isu mutasi jilid V dilingkungan Pemkab Sijunjung, Sumatera Barat kian menderu. Angin “beliuang” mutasi itu kian menderu bagaikan anak panah lepas dari busurnya.

Tak ayal sejumlah pejabat pun mulai “hangat-hangat dingin dibuat isu mutasi ala “Kabinet” Bupati Yuswir Arifin itu. Bahkan diantara pejabat eselon II, III dan pejabat eselon IV dilingkungan Pemkab Sijunjung itu pun mulai tak nyaman dibuat isu mutasi itu.

Bahkan ada pula yang mengaetkan isu mutasi jilid V itu santer disebut produk jelang Pilkada serentak 2020. Tak ayal, dilingkungan Pemkab Sijunjung, sejumlah pejabat sudah ada yang mulai kasak-kusuk cari dukungan.


Kantor Bupati Sijunjung

Apa lagi menyusul ada beberapa OPD yang masih kosong pimpinan. Seperti BPBD Sijunjung masih dijabat seorang Plt (pelaksana tugas) dan begitu juga jabatan staf ahli juga ada yang kosong. Lantas siapa yang akan mengsisi jabatan tersebut?

Yang jelas menurut sebuah sumber yang layak dipercaya, bahwa jabatan yang kosong tersebut harus di isi oleh pejabat yang memenuhi syarat yang ditetapkan KASN.

Benarkah mutasi bakal bergulir? Berikut ini penjelasan Bupati Sijunjung, Drs.H.Yuswir Arifin Dt Indo Marajo,MM dalam wawancara eksklusifnya bersama saptarius dari Jurnalsumbar.Com pada Kamis (4/6/2020) sore.

“Kapan saja mutasi itu bisa dilaksanakan asal mengikuti mekanismenya, prosedur dan aturan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Selain itu juga harus ada izin Menteri dan sesuai kebutuhan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK). Mutasi atau tidak, itu tergantung kebutuhan SOTK,”jelas bupati peraih anugrah Leadershif Award itu

“Standar mutasi bukan dikaitkan dengan urusan Pilkada maupun kepentingan politik. Lagi pula ASN tidak berpolotik jika mau berpolitik ikuti prosedur karena dia juga punya hak politik,”tegas bupati.

“Mutasi itu merupakan suatu kebutuhan dan tak perlu ditakuti,”ucap Bupati Yuswir Arifin .

Apalagi kata Yuswir, banyak pejabat yang sudah memasuki masa purnabakti. Yang tentunya jabatan ditinggalkan pejabat yang purnabakti itu–mau tak mau harus diisi.

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin

“Soal siapanya tunggu saja nanti. Mutasi bisa kapan saja dilaksanakan dan untuk eselon II tentu harus rekomendasi dari KASN ,”ucap Yuswir memberi isyarat sambil tersenyum.

Namun rumor yang beredar, diantara pejabat itu ada yang dapat promosi jabatan dan ada juga yang bergeser dari jabatan. Bahkan ada juga yang turun dari posisi jabatan yang diembannya. Terkait hal itu, bupati Yuswir Arifin hanya tersenyum.

“Tak usah disebut nama dan OPD nya, takutnya nanti ada yang jantungan. Tunggu sajalah nanti, “ucap bupati Yuswir Arifin sembari ketawa sumaringah.saptarius