Diapresiasi Irwan Prayitno, Pertumbuhan Ekonomi Padang Pariaman Sangat Baik

666

JURNAL SUMBAR | Padang Pariaman- Ali Mukhni, selalu memikirkan secara matang setiap pembangunan di Kabupaten Padangpariaman. Baginya, pembangunan harus menjangkau kebutuhan jangka panjang. Salah satunya dengan gigih menggaet fasilitas skala besar ke Padangpariaman. Bahkan, Ali Mukhni sempat tertidur di kursi ruang tunggu kantor kementerian.

Stadion Utama Sumbar, Politeknik Pelayaran Sumbar, Asrama Haji Padangpariaman, MAN Insan Cendikia Padangpariaman, dan Tol Padangpariaman-Pekanbaru beberap bukti nyata kegigihan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, dalam menggaet program pembangunan. Untuk memperoleh program besar itu, tentunya tak semuda membalik telapak tangan.

Semua itu dicapai Ali Mukhni dengan sikap gigih dan komunikasi baiknya. Selain itu, ia sangat piawai dalam menangkap peluang. Contonya pembangunan Stadion Utama Sumbar. Awalnya, stadion dengan luas sekitar 38,5 hektar ini, diproyeksikan pembangunannya di Kota Padang. Namun, lahan menjadi kendalanya. Ali Mukhni pun langsung menawarkan kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayino, agar stadion berkapasikas sekitar 50 ribu orang tersebut, dibangun di Padangpariaman.

Kisah mula dibangunnya Stadion Utama Sumbar tersebut, kembali dikenang Ali Mukhni, Jumat (31/7). Saat itu, ia mendampingi Irwan Prayitno meninjau stadion yang akan digunakan untuk pembukaan MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020, pada November mendatang. Turut hadir di sana Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Sekdaprov Sumbar, Alwis, Asisten Pemerintahan Devi Kurnia, Asisten Administrasi Umum Nasur Ahmad, dan instansi terkait lainnya.

“Waktu itu pak gubernur cerita soal sulitnya dapat lahan stadion ini di Padang. Makanya saya langsung minta izin ke pak gubernur agar dibangun di Padangpariaman saja. Pak gubernur bilang, memangnya ada lahan sekitar 30 hektak pak bupati. Saya langsung jawab, insya Allah 300 hektar saya carikan pak,” ujar Ali Mukhni mengenang cara lobinya yang bernuansa candaan kepada Irwan Prayitno.

Mendengan pernyataan Ali Mukhni, Irwan Prayitno langsung menyikapinya dengan serius. Sehingga, ia langsung memutuskan untuk membangun Stadion Utama Sumbar di Padangpariaman. Sekarang, pembangunan stadion tersebut sudah hampir selesai. Pemukiman masyarakat pun semakin berkembang di sana.

“Soal kelihaian melobi anggaran dan program pembangunan, pak bupati Ali Mukhni memang nomor satu. Saya pernah katakana sama beliau, hampir sebagian anggaran provinsi lari ke Padangpariaman. Namun beliau masih saja berusaha lobi saya untuk mendapatkan program-program provinsi lainnya,” ujar Irwan Prayitno.

Pengakuan dan apresiasi Irwan Prayitno terkait kepiawaian melobi Ali Mukhni, memang sudah sangat sering diungkapkannya di berbagai kesempatan. “Buah kegigihan pak Ali Mukhni sangat baik dampaknya untuk Padangpariaman saat ini. Misalnya dari sisi pertumbuhan ekonomi, Padangpariaman termasuk yang terbaik di Sumbar,” ungkap gubernur yang berhasil membawa Sumbar delapan kali berturut-turut meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Pemprov Sumbar tersebut.

Meyikapi pernyataan Irwan Prayitno, Ali Mukhni mengatakan bahwa dirinya banyak belajar dari Irwan Prayitno. Lalu, dalam bekerja ia selalu merasakan keikhlasan hidupnya untuk memajukan daerah. “Saya kadang tidak merasakan jago melobi. Sebab apa yang saya lakukan, saya sudah tekadkan sebagai ibadah. Alhamdulillah, hal itu selalu membuat saya semangat bekerja,” hemat bupati peraih Dwija Praja Nugraha dari PB PGRI tersebut.

Selain ketika berjuang mendapatkan Stadion Utama Sumbar, imbuh Ali Mukhni, semangat menggebu juga dirasakannya ketika membawa Asrama Haji ke Nagari Sungai Buluh Selatan, Kecamatan Batanganai, Padangpariaman. Kali itu, ia sampai tidur di kursi depan ruang Menteri Agama, Suryadharma Ali.

“Waktu itu pak Menteri Agama tidak sedang di kantor. Namun saya tanya kepada sekretarisnya, beliau dipastikan akan kembali ke kantor semalam-malam hari. Entah kenapa, saya terpikir tetap menunggu saja. Sampai-sampai saya tertidur di ruang itu,” ujar Ali Mukhni mengenang sembari tersenyum kecil.

Kegigihannya ternyata berbuah manis. Sore, Menag datang ke kantornya. Bahkan, Menag kaget melihat Ali Mukhni yang terdidur di bangku depan ruangannya. “Waduh pak bupati. Kok sampai tidur di kursi luar. Kalau lelah pak bupati kan bisa tidur dalam ruang saya saja,” ujar Ali Mukhni mengenang ucapan Suryadharma Ali kepadanya.

Setelah kejadian itu, lanjut Ali Mukhni, Menag tampak sangat semangat. Sehingga, Asrama Haji yang rencananya dibangun di luar Sumbar, diputuskan dibangun di Padangpariaman. “Yang saya pikirkan saat itu, Asrama Haji ini kebutuhan vital masyarakat Sumbar. Kalau letaknya tidak di Sumbar, kita pasti rugi. Makanya, saya tidak ingin sedikitpun hilang kesempatan bertemu dengan Menag,” ucap bupati peraih Penghargaan Peduli Pendidikan Agama tersebut.

Kegigihan yang dilandasi sikap ikhlas itu, juga modal dasarnya berhasil membawa Politeknik Pelayaran Sumbar, MAN Insan Cendikia Padangpariaman, Tol Padangpariaman-Pekanbaru, serta sejumlah infratruktur penting lainnya di Padangpariaman. Mulai dari untuk pembangunan jalan, jembatan hingga irigasi.

“Piaman ini orangnya dikenal dalam hal berdagang. Kalau orang berdagang sudah pasti terlatih komunikasinya. Jadi, selain sikap ikhlas yang menjadi penyemangat saya untuk terus gigih, komunikasi juga penting dalam membangun hubungan baik untuk memajukan daerah,” ujar bupati yang penah mendapat pernghargaan dari Badan Koordinasi Humas Pemerintah (Bakohumas)/Menteri Kominfo tersebut.

Sekarang, seluruh pembangunan yang dilakukan Ali Mukhni, telah membentu kawasan potensial dalam meningkatkan ekonomi Padangpariaman. Misalnya di Batanganai, terdapat Asrama Haji. Lalu Lubukalung memiliki Stadion Utama Sumbar, dilengkapi pembangunan infratruktur jalan, jembatan, dan irigasi memadai untuk geliat pertanian. Begitupun di Kecamatan Enamlingkung yang kini dikembangkan sebagai Ibu Kota Kabupaten, didukung dengan Masjid Raya Padangpariaman nan megah, yang dikonsep sebagai objek wisata religius baru di sana.

Selanjutnya di Kecamatan 2×11 Kayutanam, sekarang sedang berlangsung pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) Tarok City. Berbagai perguruan tinggi negeri bakal dibangun di sana. Di antaranya Universitas Negeri Padang, Institut Seni Indonesia, Politeknik Negeri Padang, dan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol.

Pengembangan Tarok City ini sangat didukung Kementerian Keuangan, Kementerian Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, Lembaga Administrasi Negara, Kementerian Agama, sejumlah anggota DPR Ri, dan organisasi besar seperti Muhammadiyah.

Menariknya, dari Batanganai hingga 2×11 Kayutanam ini, terhubung dengan Tol Padangpariaman-Pekanbaru. Sehingga, tidak hanya terjami kelancaran memperoleh transportasi darat, masyarakat dan sektor usaha yang berkembang di sana, bisa mudah dan cepat mendapatkan akses transportasi udara, yakni Bandara Internasional Minangkabau.

Di sisi lain, kawasan strategis juga terbentuk dengan dibangunnya MAN Insan Cendekia di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang. Begitupun Poltekpel Sumbar di Kecamatan Ulakan Tapakis. Bahkan, di Ulakantapakis ini, kawasan wisata religius Sumnbar Makam dan Masjid Agung Syekh Burhanuddin, tampil semakin indah. Pasalnya, Ali Mukhni berhasil menggaet anggaran revitalisasinya dari Kementerian PUPR.

“Untuk setiap daerah perbatasan, kita juga membangun jalan penghubung. Misalnya di Padangalai Kecamatan V Koto Timur, akses penghubungnya bisa ke Kecamatan Padangsago dan Patamuan, bahkan bisa ke Lubukbasung lebih cepat. Ini kita lakukan agar pergerakan ekonomi setiap kecamatan kita saling terkait. Makanya, tidak ada nagari kita yang tertinggal,” papar bupati peraih Satya Lencana Pembangunan tersebut.

“Intinya, setiap pembangunan harus sinkron dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat jangka panjang. Jadi, apa yang kita buat itu dirasakan hingga anak cucu kita nanti. Semua itu bisa terwujud, tentunya tidak lepas dari dukungan penuh dan motivasi masyarakat,” pungkas bupati yang disebut-sebut menjadi calon pada Pilgub Sumbar nanti besama anggota DPR RI, Mulyadi. (Age)