Melirik Peluang Paslon Cagub di Poros Baru Pilkada Sumbar, Dony Oskaria Mencari Apa?

402

oleh. Syaharman Zanhar

DIBUKA hanya  lima hari, dimulai Rabu, 5 Agustus dan ditutup 10 Agustus 2020, pendaftaran Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2020 – 2025, di Poros Baru – sebuah koalisi yang dibangun tiga partai yakni Partai Golkar, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) – telah berakhir hari Minggu sore pukul 17.00 WIB.

Sekretariat Poros Baru di Hotel Bumi Minang, di Jln Hiligoo kini juga sudah ditutup dari aktifitas tamu, dan proses selanjutnya, ketiga partai akan bermusyawarah untuk menentukan Siapa satu Pasang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan diusung oleh Poros baru.

Poros Baru adalah koalisi yang terbentuk dengan latar belakang pemikiran yang sama yaitu mencari Sosok Pemimpin Baru Sumatera Barat yang ideal, cerdas, santun, mumpuni, mengayomi, sapilin dalam adat dan agama dan akomodatif untuk kepentingan pembangunan Sumatera Barat yang berkelanjutan.

Selama masa pendaftaran dibuka oleh Partai Poros Baru ini sedikitnya sudah mendaftar 10 nama keren, diantaranya Fauzi Bahar, mantan walikota Padang dua periode dan pernah menjadi Ketua Partai Amanat Nasional Kota Padang satu periode.

Selanjutnya,  Gusmal, Bupati Solok dua periode, Syamsu Rahim mantan Walikota Solok satu periode dan Bupati Solok satu periode, serta  pernah menjadi Ketua partai Nasdem Provinsi Sumatera Barat.

Berikutnya, Suherman TRD seorang pengusaha sukses di Jakarta, putera daerah Tanah Datar dan pernah menjadi calon anggota DPR-RI tapi gagal menyeberang ke Gedung Wakil Rakyat Senayan.

Ada juga nama Aldi Taher, Artis Sinetron asal Kota Pariaman. Ada pula nama Taufik Ronaldo.

Mendaftar juga Donny Oskaria, putera Tanjung Alam Tanah Datar, yang saat ini menjabat Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia dan CEO pada sejumlah grup usaha milik pengusaha nasional Chairul Tanjung.

Bakal Calon Gubernur yang tidak mau dipisahkan dengan pasangannya yakni Irjen Pol Fakhrizal mantan Kapolda Sumatera Barat dengan DR. Genius Umar, Msi Walikota Pariaman aktif juga ikut mendaftarkan diri ke Partai Poros Baru ini.

Pasangan ini sebelumnya sudah deklarasi dan telah mendaftarkan diri ke KPU Provinsi Sumatera Barat dari jalur perseorangan. Akan tetapi kandas, karena permasalahan dukungan KTP yang menurut KPU sebagian besar tidak  lolos verifikasi faktual.

Pasangan ini kemudian menggugat KPU melalui Bawaslu Sumatera Barat dan DR Genius Umar mengadukan kasus ini ke DKPP RI karena diduga ada permainan dalam tanda kutip untuk mengganjal paslon ini maju ke Pilgub Sumbar. Tetapi sampai hari ini gugatan pasangan itu masih menggantung dan belum ada hasil.

Bakal Calon Gubernur lain yang mendaftar secara berpasangan adalah Bacagub Faldo Maldini, putera Pesisir Selatan, politisi muda tangguh dan pengusaha ini berpasangan dengan Febby Salim Dt Barbangso, Ketua Partai PKB Provinsi Sumatera barat, Putera Tanah Datar dan juga penggerak Pariwisata Sumatera barat.

Satu Bakal Calon Gubernur Sumbar yang sebelumnya sudah ditunggu tunggu kedatangannya sejak mulai dibuka pendafataran tetapi sampai hari terakhir, tidak juga nongol ke Kryad Hotel Bumi Minang adalah mantan Bupati Tanah Datar dua periode Ir. Muhammad Shadiq Pasadigue, SH, MH.

Menurut Informasi dari sumber yang layak dipercaya, Wakil Ketua Umum IKA Unand ini tidak mendapatkan izin untuk maju ke gelanggang Pilkada Sumatera Barat oleh Ketua Umumnya Asman Abnur yang juga Wakil Ketua Umum DPP PAN.

Terakhir Shadiq diketahui bergabung ke PAN, sebelumnya Shadiq Pasadigue  dibesarkan Partai Golkar, bahkan Partai Golkar ikut menghantar istrinya Betty Shadig menjadi anggota DPRRI periode 2014-2019.

Sepak terjang Shadiq yang juga mantan salah satu Direktur di kantor Menteri Pendayaan Aparatur Negara itu mulanya amat diperhitungkan oleh kandidat Gubernur lainnya. Keinginan maju untuk menjadi Gubernur Sumbar ini, sebetulnya sejak periode 2016-2021.

Waktu itu Shadiq “digadang gadang”  oleh sebagian masyarakat Sumatera Barat, sebagai orang yang bisa mengalahkan Irwan Prayitno Gubenur Sumbar sekarang yang menjadi pasangan Wagub Nasrul Abit.

Akan tetapi Shadiq tidak mendapatkan Partai yang akan mengusungnya pada waktu itu. Menjelang akan berakhir masa pendaftaran saat itu, dikabarkan Shadiq bersedia menjadi Calon Wagubnya Bacagub Muslim Kasim, namun akhirnya yang diantar ke KPU pasangan Bacagub Muslim Kasim dengan Fauzi Bahar yang tidak mampu mengalahkan pasangan pesaingnya Irwan Prayitno dan Nasrul Abit.

Siapa Paslon Poros Baru Itu?

Dengan telah berakhirnya masa pendaftaran Bacagub Poros Baru, kini pertanyaan yang muncul adalah siapa yang akan diusung oleh poros baru koalisi Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Bola masih menggeleinding. Para petinggi ketiga partai itu sedang berunding, mencari kader terbaik pemimpin Sumatera barat, Insya Allah 5 hari kedepan, segera diumumkan dan akan diusung mendaftar ke KPU Sumbar.

Jika Poros baru telah menetapkan Bakal Calonnya tersebut, tentunya akan segera deklarasi atas nama Poros baru selanjutnya akan  “diadu kemampuannya meyakinkan pemilih – yang notabene adalah warga masyarakat di gelanggang Pilkada Serentak di Sumatera barat.

Jagoan poros baru akan bertemu di gelanggang dengan pasangan yang diusung oleh PKS-PPP H. Mahyeldi Ansyarullah dengan Audy Joinaldi, Pasangan Cagub dari Partai Gerindra Drs. Nasrul Abit dengan DR.Ir. Indra Catri Msi, dan  pasangan Cagub dari Partai Demokrat- PAN Ir. Mulyadi dengan H. Ali Mukhni.

Apa yang kau cari Donny Oskaria?

Salah satu sosok Calon gubernur dari Poros Baru yang banyak menarik perhatian publik adalah Donny Oskaria, seorang putera daerah Tanjung Alam Tanah Datar. Dia adalah orang muda, dan anak rantau kebanggaan orang minang.

Donny Oskaria, yang berpostur sedang ini sejak beberapa tahun belakangan sering tampil di depan publik Sumbar, terutama pelaku usaha, anak muda dan perguruan tinggi.  Dalam sekejap nama Donny Oskaria cepat dikenal.

Bahkan  ketika jadi pembicara dalam diskusi  jaringan  Pimred  Sumbar (JPS) di Jakarta beberapa waktu lalu, Donny Oskaria juga membahas persoalan kepemimpinan Sumatera Barat.

Dia menyebut beberapa solusi untuk percepatan pembangunan dan bahkan katanya sudah berkali kali membawa calon investor ke Sumbar tetapi kelemahan adalah kita tidak memiliki data yang detail yang dibutuhkan kaitannya dengan potensi Sumbar itu sendiri. Donny juga mengungkap beberapa kelemahan lain, sehingga Sumbar selalu saja tertinggal.

Lalu bagaimana dengan rencana pencalonannya jadi Gubernur Sumbar? Beberapa kalangan berpendapat bahwa yang dibutuhkan Sumbar saat ini adalah memang tipe seperti Dony Oskaria.

Cerdas, orangnya mencair, enak diajak diskusi, memiliki pandangan yang jauh kedepan, visi ekonominya jelas, memang betul betul seorang profesional dibidangnya.

Akan tetapi beberapa kalangan lain berpendapat, Donny sebaiknya tetap berjalan dan bekerja di jalur profesionalitas saja, sebagai pengusaha. Terlalu kecil baginya ruang lingkup menjadi gubenur, gaji yang tidak seberapa, jika dibandingkan sebagai Wakil Direktur Utama Garuda sebuah BUMN terkemuka di Tanah Air dan sebagai CEO di gurita perusahaan pengusaha nasional Chairul Tanjung.

Kapasitas Donny itu, menurut sumber itu, adalah Menteri BUMN. Apalagi Sumbar kini tidak lagi memiliki tokoh di tingkat nasional yang bisa dibangga banggakan. Kita berharap beberapa  anak muda yang sekarang mulai muncul di tingkat nasional kita doakan akan menjadi pemimpin yang lebih tinggi.

Jadi apa sesungguhnya yang dicari Donny menjadi Gubernur. Posisinya saat ini sudah sangat kuat. Justru dengan masuk ke kancah politik Pilkada yang merupakan wilayah abu abu justru berakibat kurang bagus bagi karirnya nanti.
(Penulis adalah mantan Wartawan Harian Haluan Padang dan Pengurus Partai Golkar Sumbar).