Sejumlah Pengunjung Keluhkan Adanya Dugaan Pungli di Objek Wisata Harau, Pihak Pengelolah Membantah

1344

JURNAL SUMBAR | Payakumbuh – Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Harau, Limapuluhkota, Sumatera Barat, mengeluh dan juga pertanyakan banyak pungutan liar (Pungli) di objek wisata tersebut.

Hal itu disampaikan wahyu dan pengunjung lainya saat berada di objek wisata Harau lainnya pada Sabtu (6/2/2021).

Disebutkan wahyu, jelang masuk di gerbang Harau dijaga oleh sekelompak orang dan menyetop tiap mobil masuk.

“Tanpa berbasa-basi orang-orang itu minta uang masuk dan menyebut angka Rp30 ribu tanpa memberi kercis,”kata wahyu pada Jurnalsumbar.Com.

Tak beberapa lama kemudian, jelang masuk ke objek wisata juga ada sekelompok ibuk-ibuk dan bapak-bapak minta pungutan. Di jalan masuk itu juga dipungut uang masuk.

“Lho, kok ada pungutan lagi,”tanya wahyu pada wanita itu. “Kalau ini milik pribadi dan kalau di luar milik pemerintah,”kata ibuk itu.

Hal yang sama juga disampaikan salah seorang warga Net, Singgik Anjora, dalam akun facebooknya juga membenarkan adanya dugaan Pungli di objek wisata itu. “Iyooo ma, mggu potang kami k harau lo,, pungutan 3 x, ūü§≠,”ucapnya.

Tak hanya masalah pungutan, masalah protokol kesehatan juga dipertanyakan pengunjung. Tak ada terlihat adanya tempat cuci tangan maupun pelaksanaan Prokes Covid-19 tak ada.

Belum lagi pungutan lainnya di lokasi objek wisata Harau itu menguras isi kocek pengunjung.
Pihak Pengelola Objek Wisata Harau Bantah Tak Ada Pungutan, Puti; Sudah Berizin

Terkait adanya dugaan pungli di objek wisata Harau Limapuluhkota dibatah salah seorang pengurus mengaku bernama Puti.

Melalui Whatsappnya bernomor +62 821-1272-1523: tanggal 11/2 10:03 AM] +62 821-1272-1523: menyebutkan tak ada pungli. Berikut bantahannya;

assalamualaikum, dengan jurnal sumbar? perkenalkan, saya puti, mewakili tempat wisata kampuang sarosah (kampung eropa, korea jepang harau) yg berada di lembah harau.

[11/2 10:03 AM] +62 821-1272-1523: keluhan pungli terjadi di gerbang lembah harau (gerbang milik pemda kab 50 kota) tetapi pada berita di atas foto kampung eropa dan foto tiket kampuang sarosah yg di muat

[11/2 10:04 AM] +62 821-1272-1523: tempat wisata kampuang sarosah sudah resmi dan sudah berizin pak.. jadi kami merasa dirugikan dengan berita yg keliru tersebut

[11/2 11:01 AM] +62 821-1272-1523: iya pak, kalau sudah masuk kawasan kampuang sarosah wajib membeli karcis. kami pun tidak memaksa
[11/2 11:01 AM] +62 821-1272-1523: seandainya bapak kebertan membeli tiket, kami tidak apa2 pak.. akan kami arahkan ke pintu keluar. krn kami selau memakai tiket kenapa bapak tidak minta di arahkan ke pintu keluar saja?

“Kalau bapak minta keluar, akan kami arahkan ke pintu keluar keluhan dari netizen adalah gerbang harau, gerbang pemda bapak tau bedanya atau tidakv kampuang sarosah bukan gerbang pemda,”kata whatsapp +62 821-1272-1523 mengaku Puti itu.

“Kampuang sarosah dikelola swasta nah kalau tidak tau, maka kami kasih tau disini saya general manager kampuang sarosah anda membuat berita tidak akurat. Kalau memang anda keberatan beli tiket, anda sudah pasti diarahkan utk tidak masuk.. kenapa anda tetap masuk? berarti anda bersedia beli tiket karena banyak kok yg tidak jadi masuk dan tidak membeli tiket, kami arahkan ke pintu keluar,”Demikian penjelasan Puti.

Terkait soal biaya masuk, berikut simak penjelasannya; seperti dikutif dari klifpositif

Kalau untuk masuk Kawasan Kampuang Sarosah saat ini ada 2 tiket masuk yaitu tiket satuan dan tiket terusan. Untuk tiket satuan, masuk Kampung Sarosah dikenakan biaya Rp5.000 dan untuk masuk Asian Heritage atau Kampung Korea Jepang dan Kampung Eropa dikenakan Rp15.000 masing-masingnya,” ujarnya.

Sehingga dijelaskannya kalau tiket satuan ini ditotalkan menjadi Rp35.000. Namun untuk tiket terusan, pengunjung cukup membayar Rp30.000 agar bisa masuk Kampuang Sarosah, Kampung Eropa, dan Kampung Korea Jepang serta hemat Rp5.000.

“Sedangkan untuk anak-anak di bawah 7 tahun, tidak dikenakan biaya tiket masuk. Tapi untuk menikmati wahana lain seperti main sepeda air, main sampan, panahan, sewa kostum, piknik, penginapan, aula pertemuan, dan kalau acara outbound juga bisa, team building dan camping akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan tarif masing-masing wahana,” katanya.

Selain itu, pengelola Kampuang Sarosah juga menyediakan jasa sewa baju khas Korea Jepang. Kemudian selain menikmati suasana Lembah Harau dengan berbagai wahana dan spot menarik, pengunjung juga dapat melakukan wisata edukatif dengan mengunjungi Wisata Petik Stroberi yang terletak di sisi kiri pintu masuk Kawasan Kampuang Sarosah.

“Khusus saat New Normal atau tatanan normal baru ini kami mulai buka pukul 09.00 WIB dan untuk menerima tamu terakhir pukul 17.00 WIB. Kemudian maksimal pengunjung dapat menikmati Kawasan Kampuang Sarosah ini adalah pukul 18.00 WIB. Di sini, biaya parkir free dan memiliki daya tampung parkir cukup banyak baik kendaraan roda dua atau roda empat,” ujar Manajer Kampuang Sarosah yang juga berprofesi sebagai seorang dokter tersebut.

Kampuang Sarosah ini sendiri kurang lebih 2 bulan dilakukan penututup berdasarkan imbauan dari Pemkab karena merupakan salah satu langkah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Pihaknya juga telah menyiapkan kebutuhan untuk protokol kesehatan seperti thermo gun, face shield, masker, wastafel untuk cuci tangan, pembatasan jumlah pengunjung perhari, poster dan spanduk imbauan pencegahan COVID-19.

“Kami berharap dari segi bisnis pariwisata, kegiatan berwisata tidak ada terganggu dan tidak ada penambahan kasus baru. Kemudian untuk masyarakat atau pengunjung semoga semakin sadar akan hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan sebagaimana telah diatur dalam Perbup No 31 Tahun 2020, terutama pasal 29,” katanya. del/wyu