Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno Kunjungi Painan

448

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Kunjungan Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ke Pesisir Selatan di lokasi Masjid Samudra Ilahi Carocok Painan,Jumat (23/04/2021)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno Meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Kawasan Mandeh dikenal dengan potensi wisata baharinya hingga dijuluki “Paradise of the South” dan juga “Raja Ampat-nya Sumatera”,” ungkapnya, Jumat (23/4/21).

Ada 2 topik utama dalam kunjungan kami ke Kabupaten Pesisir Selatan.

“Pertama adalah mensukseskan KEK Mandeh yang sedang dibangun sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata alam, bahari, dan budaya. Dan, kedua adalah memasukkan kawasan Mandeh ke dalam ekosistem travel pattern (pola perjalanan),” kata Sandiaga Uno.

Maka dari itu, perlu diperhatikan fasilitas penunjang lainnya seperti amenitas dan aksesibilitas, tentunya dengan pendekatan kemitraan pemerintah dan dunia usaha.

Lihat Keindahan Pesisir Selatan, Menparekraf Sandiaga Uno Dukung dan Sukseskan KEK Mandeh

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan siap mendukung dan menyukseskan program kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandeh yang terletak di Bukit Ameh Mandeh.

“Nantinya, kita akan sukseskan program KEK Mandeh dalam kemajuan wisata yang berbasis alam, bahari dan juga berbasis budaya, “kata Sandiaga Uno saat wawancara dengan awak media di Pantai Carocok Painan, Jumat (23/4/2021).

Diketahui, KEK Mandeh sebelumnya dirancang sejak kedatangan Presiden RI Jokowi pada 2014, orang nomor satu di Indonesia itu mengarahkan kawasan wisata mandeh dijadikan KEK melihat kawasan strategis yang ada di daerah tersebut.

Dalam hal itu pemerintah daerah mengajukan permohonan KEK Mandeh ke Menteri Pariwisata pada 2017 dengan nilai investasi 5 triliun. Namun, sampai kini realisasi untuk perkembangan KEK Mandeh masih belum jelas.

Kendati demikian, kata Menteri Sandiaga, untuk mewujudkan semua itu tentu butuh kolaborasi dengan beberapa pihak. Terutama, dari pemerintah daerah, provinsi dan DPR RI yang berada di pusat.

“Ya, kita sudah berbincang-bincang tadi dengan bapak Andre Rosiade yang ikut hadir hari ini. Kita butuh kolaborasi mulai dari bawah sampai ke pusat, “tutur Sandi menjawab beberapa poin pertanyaan awak media.

Selain itu menurutnya, perlu juga kembali dijalankan program-program pengembangan kawasan wisata yang tertunda seperti, rumah-rumah home stay dan kampung wisata dan perkembangan lainnya yang ada di daerah.

“Jadi, kita perlu memetakan beberapa kawasan strategis dan persiapan kawasan wisata dalam menunjang kawasan wisata Pesisir Selatan, yang lebih mendunia dengan keindahan alamnya, pantai dan kekayaan budaya yang dimiliki Pessel, “ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar mengatakan, dalam perkembangan dan kemajuan wisata di Pessel, ada harapan yang besar daerah dan masyarakat yang belum dapat terwujudkan hingga kini, yaitu program KEK Mandeh yang telah dicanangkan sejak lama.

“Sejak dibukanya jalan Mandeh melalui intruksi bapak Presiden RI Jokowi yang datang pada 2014 lalu. Akses jalan yang dulu hanya bisa ditempuh menggunakan perahu kini sudah bisa dilewati dengan tranportasi darat yang bagus, “kata Bupati Pessel Rusma Yul Anwar.

Namun, tambah Bupati, dengan akses jalan yang sudah bagus untuk perkembangan kawasan wisata mandeh, butuh beberapa program dan dukungan pemerintah pusat dalam kemajuan wisata mandeh.

Salah satunya, seprti perkembangan dan kemajuan wisata melalui KEK Mandeh, dan untuk itu pemerintah daerah bersama masyarakat, telah menyiapkan lahan seluas 420 hektar untuk dikembangkan sektor swasta melalui KEK Pariwisata.

“Dan kita juga telah menyiapkan beberapa dokumen penting juga sudah diselesaikan seperti Masterplan, Amdal dan pernyataan kesediaan
membebaskan lahan dari masyarakat pemilik lahan, “disampaikannya Bupati.

Dari beberapa persiapan tersebut, lanjut Bupati, hingga kini untuk KEK Mandeh belum juga mendapatkan calon pengusul dari pihak swasta yang ingin berinvestasi.

“Untuk itu, mohon bantuan Bapak Menteri dapat memfasilitasi
pembangunan KEK Pariwisata Bukit Ameh Mandeh kedepanya dan membantu kita menfasilitasi ke investor yang bergelut dalam bidang pariwisata, “harapnya Bupati Rusma Yul Anwar.R