Paripurna HJK ke-73, DPRD Pessel Tantang Bupati dan Wabup Gali Potensi Laut dan Pariwisata Jadi Sumber PAD

184

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Momen hari jadi ke-73, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat menantang Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) terpilih harus mampu menggali potensi laut dan peristiwa menjadi sumber baru dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Ketua DPRD Pessel, Ermizen dalam sambutan saat membuka rapat paripurna HJK Pessel ke 73, Rabu 15 April mengatakan, diawal tugas Bupati dan Wakil Bupati terpilih saat ini memang masih banyak pekerjaan daerah yang harus yang diselesaikan.

Selain persoalan daerah dalam pendek, juga jangka panjang. Untuk itu, Bupati dan Wakil terpilih harus mampu menciptakan inovasi dan kemajuan dalam pembangunan daerah. Apalagi terhadap sektor ekonomi.

“Oleh karena itu kami menantang kepada saudara bupati dan wakil bupati beserta perangkat daerah untuk dapat menjadikan potensi laut ini menjadi sumber pendapatan asli daerah secara maksimal bila perlu sumber daya laut ini kita jadikan ikon pendapatan asli daerah,” ungkapnya saat membuka paripurna HJK Pessel ke 73, di ruang rapat DPRD setempat, Rabu 15 April 2021.

Di samping sektor laut, menurut Ermizen, industri pariwisata juga tidak bisa diabaikan pemerintah hari ini. Sebab, industri wisata sudah memiliki pondasi dasar dari bupati dan wakil bupati sebelumnya.

“Kami berharap kepada bupati yang baru agar dapat melanjutkan program ini, yang akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan pendapatan asli daerah,” terangnya.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD, Ermizen, didampingi Wakil Ketua beserta anggota DPRD dan dihadiri tokoh masyarakat sekaligus Bupati Pesisir Selatan, 1995-2005, Darizal Basir, dan Bupati Periode 2005-2015 Nasrul Abit.

Kesempatan itu, Bupati Pessel Rusma Yul Anwar yang menghadiri paripurna HJK Pessel ke 73 mengatakan, tanggal 15 April 1948 merupakan hari bersejarah, di mana saat itulah terbentuknya Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurut Rusma Yul Anwar, momentum Hari Jadi Kabupaten Pessel akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab. Apalagi pada usianya yang ke 73, maka pemerintah daerah akan terus berbenah.

“Itu merupakan komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat. Ke depan Pemkab akan meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, derajat kesehatan masyarakat serta ekonomi kerakyatan,” katanya.

Namun, saat ini karena keuangan daerah dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. Sehingga dalam bulan ini, pihaknya telah melakukan safari ke sejumlah kementerian guna mendapat anggaran pemerintah pusat.

“Untuk memacu pembangunan pemkab terus menggaet dana pusat dengan mengajukan program ke kementerian,” jelasnya.

Lanjutnya, belum lama ini pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah Menteri Kabinet Presiden Joko Widodo. Diantaranya, Menteri Koperasi dan UKM, Menterì BUMN, Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Minggu depan saya rencanakan bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Sosial,” terangnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Pesisir Selatan yang juga Anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Pessel dua periode (1995-2005), Darizal Basir mengatakan, Pesisir Selatan tidak tumbuh dan berkembang dalam sekejap, akan tetapi membutuhkan waktu yang panjang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa kepemimpinan baru Bupati Rusma Yul Anwar dan Wakil Bupati, Rudi Hariyansyah dihadapkan dengan situasi sulit yaitu Pandemi Covid-19 dan keterbatasan anggaran.

Terkait hal itu, maka bupati diminta untuk memperkuat relasi dan membuat langkah strategis dalam menarik perhatian pemerintah pusat. Karena dengan segala keterbatasan Pemkab tidak akan mampu jalan sendiri.

“Mari bergandengan tangan membangun daerah, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri menjalankan fungsinya. Tetapi membutuhkan dukungan dari segenap elemen masyarakat,” tutupnya.R