Pemilik MTC Padang Gelar Rapat di Cafe Alam Sutera Serpong Jakarta, Berikut Sejarah Mercedes Tiger

574

Inilah para pemilik Mercedes Tiger Padang

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Puluhan pemilik mobil mewah Club Mercedes Tiger Club (MTC) Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/4/2021) gelar rapat di Cafe Alam Sutera Serpong Jakarta.

Menggunakan mobil super mewah, rombongan MTC Padang itu bertolak ke Jakarta melakukan rapat konsolidasi dan koordinasi rencana pembentukan club mobil classic Eropa.

Hal itu disampaikan dr.H.Hari Suryana, SpOG salah seorang anggota MTC Padang ke dapur Redaksi Jurnalsumbar.Com, Sabtu (10/4/2021).

“Ya, rombongan pemilik MTC Padang sengaja datang menemui Mercedes Tiger Club Indonesia Jakarta untuk membetuk MTC Padang dan untuk berkoordinasi dengan Mercedes Tiger Club Indonesia Jakarta,”jelas owner RSKIA Haryanda Sijunjung, Sumbar itu.


Hari Suryana bersama Frengki calon Ketua MTC Padang

Kegiatan itu sendiri dilaksanakan di Cafe Alam Sutera Serpong Jakarta. “Club yang rencana kami bentuk ini di bawah koordinasi Mercedes Tiger Club Indonesia Jakarta,”imbuh hari.

Ditambahkan hari, calon ketua MTC Padang akan dipercayakan pada Hengki. “Kami menyepakati pak Hengki sebagai Ketua MTC Padang,”terang Hari Suryana lagi.

“In sha Alloh, jika tidak ada aral melintang, deklarasi pembentukan MTC Padang dilaksanakan sesudah lebaran nanti,. Nah, untuk itulah kami mendatangi pengurus Mercedes Tiger Club Indonesia Jakarta,”tambah Hari lagi.


Para memilik mobil mewah MTC lagi berdiskusi di Jakarta

Menurut Hari Suryana, sejarah mercedes tiger cukup panjang. Sebab, kata Hari, bicara soal luxury sedan era 70-an dan 80-an tidak bisa dipisahkan dari Mercedes Benz W123.

“Mercedes Benz W123 ini lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan Mercy Tiger. Mengapa disebut Mercy Tiger? konon dulu mobil ini hanya dipakai oleh warga negara asing atau pejabat kedutaan asing yang bertugas diJakarta. Karena modelnya yang elegan orang akhirnya menyebut mobil ini dengan nama Mercy Macan yang merupakan singkatan dari Mercedes Benz Manis dan Cantik,”ucapnya.

Dijelaskan Hari, beberapa tahun kemudian, ketika warga negara asing ingin pulang ke negara asalnya dan menjual Mercedes W123 miliknya, para pedagang mobil bekas mengganti nama Macan dengan Tiger agar lebih terkesan smart karena penggunaan bahasa Inggris. Sejak saat itulah mobil ini dinamakan Mercy Tiger. Mobil ini dirancang oleh desainer Daimler-Benz, Bruno Sacco dengan mengutamakan desain yang abadi dan harus bisa terlihat tetap elegan puluhan tahun kemudian. Mobil ini masuk ke Indonesia antara tahun 1977 sampai 1985,”paparnya.

“Mercy ini memiliki kode sasis W123 dalam bentuk sedan 4 pintu. Di Luar sana ada banyak varian W123 dengan model lain seperti C123 untuk coupe, S123 untuk estate atau station wagon, sampai F123 untuk sasis yang nantinya dipakai untuk ambulans atau keperluan lainnya. Selain itu terdapat juga berbagai pilihan mesin mulai dari bensin 2000cc 4 silinder sampai diesel 3000cc. W123 untuk pasar Indonesia sendiri hanya terdapat 4 tipe, yaitu 200, 230, 280 dan 280E. Ada juga tipe 240D walaupun jarang dan menjadi collector item karena bermesin diesel yang langka di Indonesia,”terang Hari Suryana.

Ditambahkannya, perbedaan antara tipe Mercedes Benz tersebut ada pada kapasitas mesin dan fitur fiturnya. Pada Mercedes 200 memakai mesin 4 silinder 2000cc karburator dengan 2 pilihan mesin yaitu M115 dan M102. Mesin M115 sama dengan mesin Mercedes Benz Mini dan diproduksi antara tahun 1977 sampai 1981. Mesin M115 ini disebut mesin kuburan karena tonjolan di sekitar sproket camshaft yang berbentuk seperti nisan pada makam. Untuk mesin M102 sama dengan Mercedes Benz Boxer dan diproduksi antara tahun 1981 sampai 1985. Mesin M102 disebut mesin miring untuk membedakan dengan mesin kuburan.


Dr. Yulia Hari salahsatu pemilik mobel mewah yang tergabung dalam MTC

Ternyata, Mercedes Benz 230 memakai mesin 4 silinder 2300cc karburator dengan tipe M115 untuk model sebelum 1981. Selain 230 biasa juga ada 230E dengan fuel injection bermesin M102 2300cc. Sistem injeksi pada Mercy Tiger memakai sistem jetronic pada injectionnya.

Jetronic sendiri hanya bisa mengatur ABS dan AC. Jadi apabila Jetronic rusak, maka mesin tetap bisa jalan, hanya idle up AC jadi ngaco dan biasanya mesin akan mati apabila AC dinyalakan.

Karenanya banyak yang mengakalinya dengan cara membesarkan idle mesin sehingga pada saat AC hidup RPM akan turun tapi tidak drop. Sistem injeksi Jetronic ini sering juga disebut injeksi banci.

Untuk versi top of the line Mercedes Benz 280 dan 280E memakai mesin 6 silinder 2800cc dengan kode M110.

Pada Mercy 280 masih memakai karburator sedangkan untuk Mercy 280E memakai injeksi jetronic. Konon mesin ini adalah mesin DOHC pertama yang hadir di Indonesia. Tipe ini merupakan tipe dengan optional eksterior dan interiornya yang paling lengkap.

Terlihat dari wood panel di interior, panel instrumen dll yang jauh lebih lengkap dibanding 200 dan 230. Untuk sistem audio, mobil ini mengandalkan radio tape merk Blaupunkt lengkap dengan equalizer cobra. Speakernya hanya ada 1 namun suara yang dihasilkan sangat mantab. Power window yang digunakan sudah canggih karena memakai air pressure system. Fitur lainnya, sudah ada disc brake dan lampu kabut belakang.hari/*