Kadishut Sumbar Kunjungi Lokasi Pengolahaan Rasam

197

JURNAL SUMBAR | Padang – Kekhawatiran kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi. Merespon itu Kadishut Sumbar ini pada Minggu (27/6/2021) mendatangi lokasi warga binaan KPHL (Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung) Limapuluhkota tersebut.

Bukan untuk menyelesaikan potensi konflik tentang pemanfaatan hutan atau pelestarian hutan alam, Kadishut Yozarwardi mendatangi Nagari Harau, Kabupaten 50 Kota untuk pusat kerajinan peci yang dibuat dari “resam”.

Resam atau rasam (Dicranopteris linearis) adalah sejenis tanaman paku/pakis yang besar yang biasa tumbuh pada tebing-tebing.
Disaat musim kemarau, resam menjadi kering dan berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Ditangan anak muda milenial Fajri Han Lee, resam yang merupakan ancaman terjadinya karhutla, dimanfaatkan dan diolah menjadi peci dan gelang.
Resam yang semula bahan terbuang, bahkan menjadi ancaman penyebab karhutla, dirubah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai jual.

“Nilai artistiknya luar biasa. Setidaknya sudah lebih 500 buah peci hasil karyanya dan peci ini banyak diminati oleh wisatawan dari Malaysia. Saya tak mau ketinggalan, saya beli pula dua buah peci, satu saya pakai, sedangkan satu lagi akan saya jadikan untuk hadiah,” terang Yozarwardi.

Dikatakannya, sebagai anak muda milenial Sumatera Barat, tetaplah semangat untuk berkarya. Semoga menjadi milenial enterprenuer handal dan dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan.

“Janji saya untuk datang telah dipenuhi, selanjutnya Kphl Limapuluhkota bersama penyuluh kehutanan Mimitra Delit, saya harapkan untuk lakukan pendampingan dan fasilitasi, agar semakin maju usaha berbasis kehutanan. Sukses buat teman-teman semua. Salam Rimbawa.”ungkapnya.agusamrdi