Ancaman Narkoba Dmasa Pandemi Covid-19

232

Ilustrasi

oleh. Fikry Alamsyah

ANCAMAN pandemi virus Covid-19 yang melanda dunia secara global saat ini, menyebabkan berbagai macam masalah yang dapat menghancurkan stabilitas suatu negara, ancaman yang dapat menggangu berbagai sektor kehidupan seperti kesehatan, ekonomi, social, politik dan pendidikan.

Kasus virus covid-19 yang terdeksi pertama kali di Indonesia awal Maret tahun lalu, sampai saat ini telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, data penyebaran virus covid-19 di Indonesia yang bersumber dari Tim Penanggulangan Covid-19 nasional sampai akhir Juni 2021 dengan total kasus positif terkonfirmasi mencapai angka 2,2 juta orang, tingkat kesembuhan mencapai 1,89 juta orang dengan angka meninggal dunia mencapai 58,995 orang.

Sementara itu dibeberapa negara lain sudah mengklaim dan mendeklarasikan bahwa negaranya sudah bebas dari pandemi Covid-19 seperti Selandia baru, Australia dan China. Oleh sebab itu Indonesia harus berbenah diri, ke depannya didorong dengan program pemerintah dan dukungan dari masyarakat agar mata rantai Covid-19 benar-benar putus di Indonesia, hal yang ditakutkan apabila pandemi ini masih belum selesai dan berlanjut pada tahun-tahun ke depannya, maka sektor-sektor penunjang pembangunan bangsa Indonesia akan hancur, salah satunya pada sektor ekonomi, saat pandemi sekarang saja telah mengarah akan terjadinya krisis ekonomi seperti kehilngan lapangan pekerjaan, pemutusah hubungan kerja (PHK) dan merumahkan para pekerja, bahkan beberpa sektor ekonomi dan industri harus gulung tikar atau mengehentikan kegiatan untuk sementara waktu serta geliat UMKM yang semakin melemah.

Di sisi lain kondisi seperti ini akan berdampak secara psikologis kepada masyarakat secara luas, lambat laun dampakya sebagian masyarakat akan mengalami gangguan kejiwaan seperti stres atau gangguan mental (mental health) karna tuntutan kebutuhan makin tinggi, namun tidak diimbangi dengan kondisi perekonomian yang membaik. Oleh sebab itu banyak dari masyarakat yang terjerumus dan meyakini bahwa keputusan yang dipilih benar, seperti dengan menggunakan narkotika sebagai solusi untuk menenangkan diri.

Narkotika, psikotropika dan obat terlarang atau yang disingkat menjadi kata NARKOBA, bukan lah sesuatu hal yang baru di masyarakat Indonesia karena maraknya ditemui pengguna di lingkungan masyarakat dan menganggap bahwa ini bukanlah sesuatu yang ilegal untuk digunakan. Berdasarkan data yang dihimpun dari BNN (Badan Narkotika Nasional) menyebutkan bahwa pada periode 2017 hingga 2019 mengalami kenaikan 0,03 % dengan jumlah pengguna mencapai kurang lebih 3,6 juta orang dari rentang usia 15-65 tahun. Termasuk pada masa pandemi covid-19 ini pengguna tidaklah mengalami penurunan tetapi mengalami peningkatan, terbukti dengan adanya perkembangan pasar gelap atas penyalahgunaan narkoba yang menganggap bahwa penggunaan narkoba pada masa pandemi ini sebagai sebuah tren, dan saat itu BNN telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu lebih dari 1 ton, selain itu BNN juga menyita narkotika jenis ganja dalam jumlah yang cukup besar, ” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Purn) Arman Depari seusai pemusnahan barang bukti narkotika di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (24/2/2021). Dan adanya contoh nyata di mana banyaknya publik figur yang juga sudah terjerumus menggunakan pada masa pandemi ini.

Ilustrasi

Berdasarkan hasil penemuan jenis narkotika yang ditemui oleh BNN pada masa pandemi Covid-19 ini dapat menjadi sebuah parameter dan cerminan bahwa pada masa pandemi belum terjadi penurunan angka pengguna barang haram ini, walaupun ekonomi sedang mengalami gangguan atau dalam kata lain mendekati krisis, digunakan sebagai sarana untuk menangkan diri oleh pengguna, didukung dengan Indonesia yang memiliki wilayah geografis yang strategis untuk menyelundupkan dari luar negeri ke Indonesia, seperti menggunakan jalur laut. Di tengah keresahan masyarakat karena adanya pandemi covid-19 yang melanda tanah air, ada hal yang perlu mendapat perhatian serius masyarakat pada masa pandemi ini yaitu maraknya penggunaan dan peredaran narkoba di tengah pandemi yang melanda.

Sebelum adanya pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, akibat yang ditimbulkan oleh sudah sangat berbahaya bagi manusia, dalam dunia kesehatan, adanya beberapa bentuk bahaya yang dapat terjadi terhadap tubuh manusia akibat penggunaan yaitu seperti dehidrasi, karena berkurangnya elektrolit di dalam tubuh. Dan Halusinasi, halusinasi merupakan efek yang ditimbulkan karena penggunaan, seperti penggunaan ganja. Jika pengguna menggunakan barang haram ini dalam dosis yang berlebih atau over dosis maka akan menyebabkan reaksi terhadap tubuh, baik reaksi dari fisiologis tubuh maupun reaksi psikologis yaitu seperti adanya rasa mual, muntah, dan rasa takut yang berlebihan atau gangguan kecemasan. Sehingga dalam jangka panjang penggunaan maka adanya gangguan psikologi atau gangguan mental sehingga kesehatan mentalnya terganggu dengan adanya rasa depresi dan kecemasan terus menerus.

Apabila tidak diberikan perlakuan terhadap penggunaan baik itu edukasi maupun rehabilitasi maka pengguna akan kehilangan kesadaran dan tidak mengenali lingkungannya sendiri. Dan dalam beberapa kasus adanya penggunaan over dosis pada penggunaan menyebabkan kematian karena tubuh tidak sanggup menerima toleransi terhadap dosis yang digunakan.

Pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang, ada beberapa kategori orang yang mudah untuk terinfeksi virus ini, salah satunya adalah pengguna, mengapa pengguna dapat dikategorikan sebagai salah satu orang yang mudah terinfeksi covid-19 ?, hal ini terjadi pada orang yang menggunakan dengan menggunakan cara hisap atau merokok. Menurut Dr. Nora Volkow, direktur National Institut On Drug Abuse, Virus Corona menyerang beberapa populasi yang menggunakan narkoba. Karena virus ini menyerang paru-paru, sehingga pada para pengguna yang menikmati dengan cara merokok, akan menerima risiko efek penggunaan yang lebih tinggi, efek buruk dari merokok atau zat menguap pada orang tersebut jauh lebih serius dari pada orang yang tidak menggunakan, sehingga mengingat bahaya sendiri yang sudah mengancam ditambah dengan adanya potensi transmisi virus Covid-19 akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan dan memperparah kondisinya.

Alasan mengapa orang menggunakan pada masa pandemi Covid-19 ini karena adanya stress yang dialami seseorang, efek dari krisis ekonomi sehingga banyak nya pegawai yang di rumahkan maupun perusahaan yang harus gulung tikar dan adanya regulasi baik itu PSBB maupun PPKM darurat yang dilaksanakan sekarang, hal ini dapat dimanfaatkan oleh oknum bandar narkoba untuk memperjual belikan dagangan nya, untuk mempengaruhi mental akibat pandemi ini. Karena kondisi ini pula seseorang dapat terjerumus untuk menggunakan . Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khatolik dkk pada tahun 2014 bahwa salah satu faktor penyalahgunaan karena pengaruh stess secara psikologis. Sehingga dengan timbulnya stress seseorang, maka biasanya mereka akan mencari langkah untuk mengatasi stressnya. Dan adanya pola pikir masyarakat adanya rasa takut dan panik yang berlebihan karena takut terinfeksi virus ini pun menjadi faktor pendorong seseorang untuk stress.
Oleh sebab itu adanya pendekatan yang harus dilakukan agar pada masa pandemi ini, penggunaan dapat menurun sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan, langkah -langkah yang dapat dilakukan seperti :

1.Pendekatan dari sisi agama, yang menjadi point penting pada pendekatan ini adalah tidak ada satu pun agama yang menghendaki pemeluknya untuk merusak dirinya sendiri, dengan pendekatan spiritual ini merupakan langkah untuk membentuk pribadi pengguna agar lebih mengenal Tuhannya sendiri.

2.Pendekatan psikologis, pendekatan ini dilakukan dengan memberikan pengertian pada pengguna dengan adanya nasehat dari hati ke hati, sehingga dengan memberikan pendekatan psikologis maka kita akan mampu melihat latar belakang apa dan kenapa pengguna sampai ter jerumus karena baran haram ini, dengan adanya motivasi dan semangat hidup dari langkah ini memberikan penguatan pada penyalahgunaan agar tidak menggunakan dan berubah ke depannya.

3.Pendekatan sosial, yang perlu ditekan kan dengan pendekatan ini adalah makna bahwa diri mereka penting bagi keluarga, teman dan lingkungannya, sehingga mereka akan membentuk self regualtion dalam dirinya sendiri, dengan bantuan adanya rangkulan dari masyarakat dan keluarga sehingga pribadinya dapat berubah dan menjauhi.

Semoga tulisan singkat ini dapat menjadi bahan edukasi bagi kita semua terutama bagi pebulis dalam mengahadapi masa pandemi Covid-19 ini dan akibat yang ditimbulkan dari dampak penyalah gunaan Narkotika yang tidak kalah ganasnya dari dampak Covid-19, semoga bermanfaat. (Penulis adalah Mahasiswa Prodi S.1 Farmasi Universitas Perintis Indonesia-Padang)