Pelaku Seni Tradisi Menjerit, Ketua PAPPRI Sumbar; Kalau ada Distribusi Bantuan Jangan Lupakan Seniman

200

JURNAL SUMBAR | Padangpanjang – Dampak penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 dirasakan seniman rabab tradisi di Kota Padang Panjang.

“Biasanya meskipun sedikit bisa juga menghidupi keluarga kami, sekarang sejak PPKM Darurat untuk bertahan hidup saja susah,” ujar Mus dan keluarganya kepada media ini, yang biasanya membentangkan lapak seni tradisi rababnya disalah satu gerobak gorengan di Jalan Raya Padang Panjang-Bukittinggi, Selasa (20/7/2021).

Dikatakannya, sejak Covid-19 melanda ketidakpastian pendapatnya jasa seni tradisi rabab sudah dialaminya, namun semakin diperparah dengan PPKM Darurat ini.

“Ka mangalah awak lai ko (mau mengapa kita lagi) kegiatan masyarakat sepi sekali,” ujar Mus.

Berselang tak lama kemudian, datanglah Husin Daruhan Dt Mangkuto, MSi, Ketua DPD PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Indonesia) Sumbar menyambangi pelaku seni tradisi rabab ini.

Husin Daruhan mengakui dengan wabah Covid-19 ini yang menerapkan PPKM Darurat ini nasib pelaku seni sangat memprihatinkan. Bahkan diantara mereka, baik pelaku seni tradisi maupun pelaku seni organ tunggal menjual barang berharganyan untuk bertahan hidup.

“Pelaku seni sudah banyak yang pasrah dengan kondisi ini. Untuk itu kita berharap pemerintah tempatan pelaku seni memberikan perhatian kepada nasib mereka dan kalau ada bantuan yang didistribusikan jangan lupakan pelaku seni,” harap Husin Daruhan, yang juga pencipta lagu ini.agusmardi