Panas! Andre Rosiade dan Bahlil Debat Sengit Soal Pabrik Semen

357

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Debat sengit terjadi antara Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. Perdebatan bermula ketika Andre menyebut adanya izin investasi pembangunan pabrik semen baru di tengah pemberlakuan moratorium. Bahlil pun langsung merespons.

“Menyangkut semen saya kok malah jadi bingung ya kelihatannya Pak Andre lebih tahu izin semen daripada saya ini kelihatannya. Pak Andre, saya ingin menyampaikan, moratorium semen itu sudah diputuskan di ratas dan nggak pernah ada lagi (izin pembangunan pabrik baru),” tutur Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/8/2021) seperti dilansir detik.finance.

“Satu izin semen yang di Kalimantan Timur itu untuk basis ekspor 82% sampai 90%, karena kontraknya itu sudah dilakukan sebelumnya,” sambung Bahlil.

Andre pun mempertanyakan bagaimana cara pemerintah mengontrol bahwa semen yang diproduksi di Kalimantan Timur, tepatnya Kutai Timur akan bisa diekspor semuanya.

Andre

“Karena mohon maaf Pak Menteri, dengan segala hormat, pemerintah kita itu lemah untuk mengawasi berbagai hal. Tadi Mufti (Anggota Komisi VI) sudah bilang soal tenaga kerja saja kita lemah mengawasi, apalagi soal ekspor, nanti tiba-tiba yang ngakunya ekspor ternyata nggak,” tuturnya.

“Sekali lagi Pak Andre urusan semen nanti dicatat dalam kesimpulan rapat ini, saya terganggu betul,” respons Bahlil.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Imam Soejoedi diperintahkan Bahlil untuk melakukan audit mengenai produksi dari seluruh pabrik semen, untuk membandingkan antara total kapasitas produksi dan realisasi serta permintaan.

“Sebenarnya saya nggak mau ngomong ini, tapi tolong juga jangan saya dianggap main-main dengan urusan ini, Pak Andre. Saya sejak mahasiswa nggak pernah main-main. Dan ini saya akan usut betul,” lanjutnya.

Bahlil meminta nantinya hasil audit yang dilakukan dapat dipresentasikan dalam rapat selanjutnya. Pihaknya juga akan membuat kebijakan baru jika ternyata kebutuhan semen dalam negeri lebih tinggi daripada kapasitas produksi. Kebijakan yang dimaksud adalah kembali mengizinkan pembangunan pabrik baru.

“Kalau realisasi produksinya adalah 6 juta, contoh, permintaannya sudah mencapai 7 juta tidak menutup kemungkinan untuk kita pertimbangkan dibuka pembuatan pabrik baru,” jelas Bahlil.

Sementara Andre meyakini bahwa kapasitas produksi pabrik semen nasional sudah kelebihan suplai, di mana tingkat permintaannya jauh lebih kecil.

“Iya nggak apa-apa Pak Bahlil silakan audit itu, dan kami meyakini kapasitas produksi kita 120 juta hanya permintaan kita 60 juta, itu faktanya, terserah nanti kita adu saja, nggak apa-apa bagus itu dibuka,” tambah Andre.
sumber; detik Finance