Sumbar Rawan Bencana, Lisda Hendrajoni; Kerugian Setiap Tahunnya Mencapai Rp22,8 T

171

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni menilai kondisi geografis Provinsi Sumatera Barat sangat rawan terjadi bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus memberi perhatian khusus kepada daerah tersebut agar tidak kembali memakan korban jiwa.

“Potensi bencana alam di Sumbar sangat besar, seperti gempa bumi teknonik dan vulkanik. Ini dikarenakan posisi kota yang ada berdekatan langsung dengan gunung api aktif, tsunami terakhir terjadi tahun 2019,” kata Lisda saat RDP Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB beserta jajaran di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).lalu

Politisi Partai NasDem itu menyampaikan, kerugian yang diakibatkan karena bencana alam yang sering terjadi di Sumbar rata-rata mencapai Rp22,8 trilliun (Rp22,8 T) setiap tahunnya. Data tersebut sudah termasuk bencana yang lain, seperti tanah longsor, banjir dan juga abrasi pantai.

“Bencana lainnya seperti banjir dan longsor, kemudian abrasi pantai, sehingga banyak penduduk yang kehilangan tempat tinggal. Kerugian ekonomi akibat bencana alam yang sering terjadi setiap tahunnya rata-rata Rp 22,8 trilliun,” ungkap Lisda.

Legislator dapil Sumbar I ini mengharapkan agar adanya edukasi atau pelatihan khusus yang dilakukan oleh BNPB kepada anak-anak dan warga sekitar agar lebih siap dalam menghadapi bencana alam. “Saya juga mengharapkan agar BNPB melakukan edukasi khusus kepada anak-anak dan warga agar lebih siap menghadapi bencana alam,” imbuh Lisda.(*)