Bernilai Miliyaran Rupiah; Gedung Rusunawa Sijunjung Jadi Simalakama

2048

Inilah Gedung Rusunawa Sijunjung yang Jadi Simalakama (foto.anton)

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Seperti buah simalakama. Agaknya itu lah kondisi Gedung Rusunawa Sijunjung, Sumatera Barat yang terletak dekat komplek STIPER Muaro Sijunjung.

Gedung yang dibangun hingga miliyaran rupiah itu kini seakan tak bertuan. Bangunanya dimulai sejak tahun 2018- 2019 dan 2020 itu, kini tak lagi terurus.

Menurut informasi yang diterima, anggaran bangunan yang menelan dana dari anggaran Pusat dan pengawasan PPK dari Provinsi Sumatera Barat tersebut diabaikan begitu saja.

Padahal masih banyak kegiatan infrastruktur dan lainnya yang masih butuh biaya. Kabarnya, Pemkab Sijunjung pun hingga kini belum bisa berbuat apa-apa lantaran proyek tersebut dibangun dan dibiaya Pusat dan PPK nya dari provinsi dengan sistem multi years.

Kondisi dalam Gedung Rusunawa itu

Ironisnya, Kepala Dinas Perkim & LH Sijunjung, Riky Mainaldi Neri, S.STP, M.Si justeru tidak tahu menahu soal bangunan itu.

“Soal itu saya tidak tahu, mereka hanya berurusan dengan Kabid dan bukan dengan saya. Kabarnya dibangun sejak 2018-2019 dan tahun 2020. Itu proyek pusat dan Satuan Kerja (Satker) PPK-nya dari Provinsi Sumbar,”kata mantan Kadis Disnakertrans Sijunjung itu menjawab Jurnalsumbar.Com, Senin (15/11/2021) via telepon selularnya.

Riky Mainaldi

“Kami tak bisa berbuat apa-apa, sebab hingga kini belum ada penyerahan aset kepada Pemkab Sijunjung,”papar Riky.

Untuk diketahui, Gedung Rusunawa berstruktur tiga tingkat itu dilengkapi AC- tempat tidur, listrik dan air pun sudah mengalir. Sayangnya, bangunan mewah itu sudah ada yang retak. Bak pepatah, minyak habis samba indak lamak dan tidak jelas keberadaan Rusunaw itu.

Inilah bangunan Rusunawa Sijunjung yang menelan dana APBN mencapai belasan miliyaran rupiah itu

Parahnya, selain binatang ternak kambing dan ayam yang masuk gedung itu, diduga juga oknum yang masuk untuk melakukan kegiatan berbauk mesum. Sebab, dibangunan itu banyak berserak sejumlah botol minuman keras (Miras).

“Bisa jadi, tempat tersebut dijadikan arena esek-esek,”kata sebuah sumber melihat dari ruang kasur yang ada bekas kaki menempel ditempet tidur lengkap dengan kain gordennya.

Lantas siapa yang bertanggungjawab, entahlah, hanya mereka yang tahu. ius/anton