33 Saksi Diperiksa Kejari Sijunjung Atas Dugaan Kasus APB Nagari Timbulun 2016-2017

279

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Pihak Kejari Sijunjung, Sumatera Barat, dibawa komando Kajari Efendri Eka Saputra,SH,MH, telah memeriksa sebanyak 33 saksi atas dugaan penggunaan APB Nagari Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang, tahun 2016-2017.

“Yaa, kita telah memintai ketarangan 33 saksi atas dugaan penggunaan APB Nagari Timbulun,”kata Kajari Sijunjung, Efendri Eka Saputra,SH,MH, didampingi Kasi Pidsus Fengki Andrias, SH,MH kepada Jurnalsumbar.Com, pada Kamis (13/1/2021).

Disebutkan Kajari, pemeriksaan dilaksanakan secara merathon yang dilaksanakan sejak 25 Nopember 2021 hingga 4 Januari 2022.

Kajari Sijunjung

“Yang kita minta ketarangan, terdiri dari mantan walinagari, mantan sekretaris, para mantan Kasi, mantan bendahara dan pihak lain terkait penggunaan APB Nagari 2016-2017 dengan total Rp1.599.867.300,- (APB Nagari 2016l, Rp1.770.251.984,- (APB Nagari (2017),”jelas Kajari diamini Kasi Pidsus Fengki Andrias.

“Saat ini kita masih menungguk hasil penghitungan kerugian keuangan negara oleh inspektorat daerah Kabupaten Sijunjung. Hingga saat ini kita belum menetapkan tersangka,”papar kajari.

Menariknya lagi, dari perkembangan dugaan penggunaan APB Nagari perkara tersebut, dikabarkan mantan Walinagari Tembulun Yiprizal secara sukarela titipkan uang sebesar Rp50 juta.

“Ya, mantan walinagarinya secara sukarela telah menitipkan uang dan oleh kami telah dimasukan kerekening penampungan lainnya (RPL–red) pada 13 Desember 2021,”tambah Kasi Pidsus.

Kasus SDN 24 Aie Angek Bergulir di PN Tipikor Padang

Saat sidang perkara di PN Tipikor Padang

Terkait dugaan kasus korupsi SDN 24 Aie Angek Sijunjung, yang menetapkan Kepsek dan bendahara 2019-2020, sebagai tersangka, pihak Kejari Sijunjung, menyebutkan sedang proses sidang dengan pemeriksaan saksi-saksi di PN Tipikor Padang.ius