Tindak Lanjuti Perintah Jaksa Agung, Kejari Sijunjung Siap Lakukan Operasi Intelijen Berantas Mafia Pupuk Subsidi

227

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Sijunjung, Sumatera Barat, dibawa komando Kajari, Efendri Eka Saputra, SH,MH, bakal segera akan melakukan Operasi Intelijen Berantas Mafia Pupuk Subsidi di Ranah Lansek Manih.

Hal itu menyusul atas adanya perintah tegas dari Jaksa Agung ST Burhanuddin yang meminta jajarannya menggelar operasi intelijen untuk memberantas mafia pupuk subsidi. Ia meminta agar jangan ada pihak yang bermain-main dengan pupuk bersubsidi.

“Yaa, Jaksa Agung memerintahkan kepada setiap kepala satuan kerja baik di Kejaksaan Tinggi Sumbar, beserta para Kajari dan juga para Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri di seluruh wilayah Indonesia, untuk segera menelusuri dan mengidentifikasi melalui operasi intelijen apakah di wilayah hukum masing-masing ada upaya praktik-praktik curang pupuk bersubsidi,”kata Kajari Sijunjung Efendri Eka Saputra, SH,MH, merilis apa yang disampaikan Jaksa Agung.

Jaksa Agung

Disebutkan Kajari, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk mencermati setiap proses distribusi pupuk bersubsidi tersebut apakah tepat sasaran. Selain itu Jaksa Agung juga meminta agar jajarannya di daerah segera menindak apabila ada pihak-pihak yang mencoba bermain terkait pupuk subsidi.

“Nah, untuk itu pula kami di Kejari Sijunjung, akan segera menggelar operasi untuk mengungkap adanya mafia pupuk, rakyat butuh keberadaan pupuk,” kata Kajari.

Tak dipungkiri, sejak menggeliat dan naiknya harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit, dikabarkan pupuk bersubsidi mulai langka. Akibatnya, petani pun menjerit atas langkanya pupuk bersubsidi itu.

“Nah, untuk itu pula kami (Kejari-red) akan melakukan Operasi Intelijen Berantas Mafia Pupuk Subsidi,”tegas Kajari yang giat-giatnya memberantas tindakan korupsi itu.

Apalagi Sijunjung, kata Kajari, memiliki peranan penting dalam penyediaan stok pangan di Sumbar dan surplus hasil pertanian. “Jika sampai pupuk bersubsidi menghilang, nah, tentu kita kasihan dengan prtani,”kata Efendri Eka Saputra.

Diingatkan Kajari, mengingatkan pentingnya untuk menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi agar keberadaan stok pangan tidak terganggu. “Sesuai perintah Jaksa Agung, Kejari juga akan melakukan Operasi Intelijen Berantas Mafia Pupuk Subsidi,”tambah Kajari.

“Berdasarkan hal tersebut, maka untuk keberadaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi memegang peranan penting dalam menopang prestasi Kabupaten Sijunjung sebagai lumbung pangan di Sumbar ketahanan pangan merupakan isu strategis yang harus diamankan sesuai perintah Jaksa Agung,”tegas Kajari Sijunjung.

“Jika ada dugaan penimbunan pupuk bersubsidi, hal tersebut sudah pasti sangat meresahkan dan mengganggu para petani dalam meningkatkan hasil pangan sehingga efek domino dari berkurangnya produksi pangan akan mengganggu satabilitas ekonomi maka pelakunya akan kita tindak. Jangan.main-main soal pupuk bersubsidi,” ungkap Kajari lagi.

Kajari juga berharap pada masyarakat untuk melaporkan jika ada permainan pupuk subsidi. “Silahkan laporkan kepada Kejari Sijunjung jika dilapangan ditemui ada dugaan mafia pupuk subsidi,”pintah Kejari. ius