Fenomena Tanah Bergerak di Malampah Pasca Gempa Pasaman, BMKG Belum Pastikan Likuifaksi

217

JURNAL SUMBAR |  – Tanah bergerak terjadi di Kawasan Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Jumat (25/2/2020) pagi WIB.
Fenomena tersebut terjadi pasca rentetan gempa yang mengguncang Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

Kejadian ini pertama kali diketahui dari video yang diterima dari berbagai grup Whatsapp.

Dalam rekaman itu tampak tanah berwarna cokelat gelap turun di sela pemukiman warga dengan pergerakan yang cepat.

Kondisi ini kemudian memunculkan kekhawatiran masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun angkat bicara dan akan memastikan fenomena ini.

“Sementara kami belum memastikan secara rinci,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam jumpa pers, Jumat.

Di sisi lain, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menilai fenomena ini sangat mungkin terjadi.

Apalagi kata dia, kejadian serupa juga pernah terjadi saat gempa besar guncang Sumbar tahun 2009 silam.

“Dengan melihat kondisi kemiringan lereng, tanah dan batuan, kekuatan gempa, hal itu mungkin terjadi, berpotensi terjadi.

Tapi apakah benar-benar terjadi, kami harus cek dahulu,” paparnya.

Ia pun menyebut BMKG belum bisa memastikan gerakan tanah tersebut merupakan likuifaksi atau bukan.
Hanya saja, dampaknya menurut dia hampir sama.

“Dampaknya hampir sama, mekanismenya entah gerakan tanah longsor atau likuifaksi atau kombinasi keduanya, kami mohon waktu untuk kami pastikan di lokasi,” tuturnya.

Demi menghindari jatuhnya korban, ia pun meminta masyarakat untuk menjauh dari lereng dan bebatuan.

“Mohon pemerintah kabupaten atau daerah dapat memberikan peringatan kepada masyarakat yang ada di bawah lereng itu, terutama ketika hujan.
Hal itu bisa terjadi, baik saat gempa atau hujan turun setelah gempa, sebaiknya menyingkir dahulu dari lereng-lereng yang rawan,” pungkasnya.(*)