Dirancang BAPPPEDA, Grand Design Pembangunan Kabupaten Sijunjung Tahun 2021-2026 Menyedot Perhatian

304

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Ternyata Design Pembangunan Kabupaten Sijunjung Tahun 2021-2026 yang dirancang BAPPPEDA Sijunjung, Sumatera Barat, dibawa pimpinan Kepala Bapppeda Kabupaten Sijunjung, Dra Yuni Elviza,MT menyedot perhatian yang luar biasa.

Hal itu menyusul sejak ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Sijunjung Nomor 2 Tahun 2021 tentang RPJMD Tahun 2021-2026. Sehingga Kabupaten Sijunjung mempunyai Grand Design Pembangunan Tahun 2021-2026 yang jelas arah dan dapat diukur pencapaiannya.

Kepala Bapppeda Kabupaten Sijunjung, Dra Yuni Elviza,MT, menyebutkan, RPJMD Tahun 2021-2026 tersebut, merupakan penjabaran dari visi dan misi serta janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung terpilih hasil Pilkada Tahun 2020.

Kepala Bapppeda Kabupaten Sijunjung, Dra Yuni Elviza,MT

“Memang kita menyadari tantangan pembangunan Kabupaten Sijunjung lima tahun kedepan sangat berat, karena keterbatasan sumber daya daerah dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi yang efektif dalam mempercepat roda pembangunan melalui penetapan tema pembangunan Tahun 2021-2026, “jelas El begitu sapaan akrab Kepala BAPPPEDA Sijunjung itu.

“Integrasi Geopark Ranah Minang Silokek secara lintas sektoral dan wilayah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Tema pembangunan tersebut, dilahirkan tidak terlepas dari konsep geopark yang ditetapkan oleh Pemerintah,”sebut Kepala Bapppeda Kabupaten Sijunjung, Dra Yuni Elviza,MT kepada Jurnalsumnar.Com, Rabu (18/5/2022).

Bupati-wabup Sijunjung, Benny-Radi

Disebutkannya, Geopark adalah sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki situs warisan geologi (geosite) dan bentang alam yang bernilai, terkait aspek warisan geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity) dan keragaman budaya (cultural diversity).

“Seandainya geopark dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan dengan keterlibatan aktif dari masyarakat dan Pemerintahan Daerah. Sehingga dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitar kawasan. Masa depan bangsa Indonesia bukan pada kegiatan ekstraktif. Guna menjamin eksistensi umat manusia di muka bumi dan kehidupan yang lebih baik, sudah saatnya merubah pola pikir pengelolaan Sumber Daya Alam dari ekstraksi ke konservasi dan peningkatan nilai tambah,”papar Dra Yuni Elviza,MT.

Kantor BAPPPEDA Sijunjung berdiri dengan megahnya

Konsep pengembangan geopark, kata Kepala Bapppeda Kabupaten Sijunjung, Dra Yuni Elviza,MT, dilandasi dari tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) merupakan framework yang melibatkan pemerintah dan non pemerintah (NGO, akademisi, LSM, media dan masyarakat), integrasi sumber pembiayaan (pemerintah dan non pemerintah, pusat-daerah, dan lain-lain) dan menerapkan prinsip kemitraan (trust, equal partnership, mutual benefit, akuntabilitas dan transparansi). Sedangkan tujuan dan sasaran pengembangan geopark yang diharapkan, antara lain:

1) Terwujdnya kemitraan dan kerja sama, tidak hanya antara pemangku kepentingan daerah, tetapi juga secara internasional. Sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat dan daya saing ekonomi daerah.

2) Masyarakat diberikan pengetahuan untuk mengurangi dan beradaptasi dengan efek perubahan iklim.

3) Terwujudnya kesadaran masyarakat dalam menjaga perubahan gaya hidup yang seimbang terhadap kemajuan teknologi.

4) Mengurangi kerentanan masyarakat terhadap dampak bencana.

5) Terpeliharanya ekosistem lingkungan secara berkelanjutan.

6) Terwujudnya pemberdayaan perempuan yang berkualitas.

7) Terpelihara dan terjaganya warisan budaya yang berkesinambungan.

“Nah, melalui konsep pengembangan geopark tersebut, akan memberikan manfaat dan dampak terhadap pembangunan Kab. Sijunjung sesuai dengan visi dan misi RPJMD Tahun 2021-2026 yang lebih mengedepankan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan Geopark Ranah MInang Silokek tidak hanya terfokus kepada sektor pariwisata dan satu wilayah,”papar Kepala Bapppeda Kabupaten Sijunjung, Dra Yuni Elviza,MT.

“Namun, untuk itu sangat diperlukan adanya sinergi antar sektor melalui penyelarasan program/kegiatan antar Pemerintahan Daerah dan masyarakat secara efektif dan kolaboratif. Sehingga adanya pemerataan pembangunan antar wilayah dalam upaya mengurangi disparitas pembangunan,”imbuh Kepala Bapppeda Kabupaten Sijunjung, Dra. Dra Yuni Elviza,MT. ius