Dr. Ir. Atra Romeida, M.Si, saat memaparkan materi pada petani Kelurahan Cawanga Baru, Kecamatan Selupu Rejang
JURNAL SUMBAR | Bengkulu – Dosen Fakultas Pernian Universitas Bengkulu (UNIB) wujudkan Tridharma PerguruanTinggi ketiganya (Pengabdian Pada Masyarakat) di Kelurahan Cawanga Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong Curup pada 13 Mei 2022 lalu.
Berikut simak Laporan Ir.Sudirman Saleh,MM Kabiro Jurnalsumbar.Com dari Bengkulu. Ini Laporannya:
Salah satu Tridharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian pada masyarakat. Nah, uñtuk Itulah Dosen Fakuktas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) telah melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Kelurahan Cawang Baru Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong pada tanggal 13 Mei 2022 lalu.
Dengan judul “Pembuatan Eco Enzym dari Limbah Sayuran dan Buah-buahan”.
Kegiatan itu terlaksana dengan baik dengan narasumber Prof. Dr. Ir. Alnopri, MS, Dr. Ir. Atra Romeida, M.Si, dan Ir. Hermansyah, MP, yang mengajarkan Kelompok Tani membuat Eco Enzim, dari limbah pertanian sayuran dan buah, menjadi eco enzim yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan.
“Eco enzym yang dibuat dari campuran air bersih, limbah sayuran dan buah serta gula merah dengan perbandingan 10 : 3 : 1 yang difermentasi selama 3 bulan. Produk akhir eco enzym yang dapat digunakan sebagai Hand sanitizer yang sangat dibutuhkan saat ini, pupuk tanaman, pengusir serangga, pembersih lantai dan banyak lagi kegunaan lainnya,” tutur Dr. Atra dalam paparannya di depan kelompok petani Cawang baru.
Kegiatan yang dihadiri Camat Selupu Rejang , Lurah Desa Cawang Baru dan warga masyarakat desa Cawang Baru menyedot perhatian warga setempat.
“Bahan baku pembuatan eco enzym semuanya dari limbah organik segar yang terdapat di Desa Cawang Baru seperti, kulit jeruk, kulit nenas, kulit semangka, bunga lavender,limbah sayuran dan limbah organik lainnya ditambah dengan gula merah yang juga banyak terdapat di Kecamatan Selupu Rejang. Campuran limbah sayuran dan buah yang digunakan sangat menentukan produk akhir yang akan dihasilkan,” ucap Dr. Atra kepada Kelompok tani yang hadir kala itu.
Ilmu baru ini sangat menarik minat dan perhatian masyarakat tani yang hadir pada saat penyuluhan dan demontrasi pembuatan produk eco enzym tersebut.
Selain pembuatan eo enzym, masyarakat juga tertarik budidaya tanaman kopi. Petani menanyakan solusi untuk mencegah banyaknya Kopi Robusta yang mati bujang, dan langsung diberikan solusinya oleh Profesor Kopi Alnopri.
Diterangkan, yaitu :
1. Mengatur jarak tanam 2,5 m x 2,5 m atau 1.600 pohon per hektar.
2. Pembuatan Lubang tanam minimal 1 bulan sebelum penanaman.
3. Lubang tanam harus bebas dari organisme penggangu tanaman (OPT), dan menjaga kelembaban kebun. Demikian laporan Kabiro Jurnalsumbar.Com dari Bengkulu.ssbkl

