Preman Berkedok Debt Collector Rampas Mobil Korban, Istri Wartawan tvOne Itu Masih Cari Keadilan

487

Ilustrasi
JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Dugaan kasus pengeroyokan dan perampasan yang diduga dilakukan oknum preman berkedok debt collector itu masih berlanjut di Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Barat.

Korbannya adalah Istri Wartawan tvOne berinitial EZ, warga Kabupaten Sijunjung. Selain menjadi korban penganiayaan, mobil Fortuner BA 1128 IP milik korban juga dirampas secara paksa.

Peristiwa itu terjadi kisaran lima bulan yang lalu, tepatnya pada 31 Desember 2021 persinya terjadi di jalan Patimura, Kota Padang, Sumatera Barat.

Menurut EZ Minggu (15/5/2022) kepada kontributor Jurnalsumbar.Com, ben, kejadian Itu lima bulan yang lalu saat mobil yang sedang dikendarai suaminya sedang mengantar keluarga untuk mendaftar kuliah di salahsatu universitas di Padang.

“Mulai dari Solok sudah diikuti oleh sepeda motor sampai ke rumah Makan Mintuo di Sitinjau Laut. Habis makan, suami saya didatangi sekitar 6-7 orang pria tidak dikenal. Mereka mengaku CSI yang memantau konsumen yang terlambat membayar kredit. Salah satunya mengatakan akan ada dispensasi karena masyarakat sedang sulit perekonomian, ada keringanan,” tutur EZ.

Setelah itu, ia dan suaminya dibawa ke sebuah kantor leasing kendaraan di jalan Patimura, Kota Padang. “Sesampai di kantor Adira Finance jalan Patimura, bukan seperti yang dijanjikan, namun suami saya diajak mengobrol di dalam kantor terus kami di usir, sedangkan mobil dengan alasan foto-foto, terus kendaran dibawa kabur oleh preman tersebut,” papar EZ.

“Ketika saya teriak mobil mana, mobil mana, dari lobi kantor Adira beberapa pemuda itu memelintir jari jempol saya dan mendorong sehingga jatuh sampai saya pinsan. Bahkan suami saya pun diketuk lehernya ,” tutur EZ lagi.

Setelah mobil dibawa kabur, keduanya kemudian mempertanyaka kepada pihak leasing. “Kami bertanya ke pihak Adira Patimura mereka satupun tidak tau, dengan alasan, ini mobil bukan wilayah kami, ini wilayah Solok kata pihak Adira yang disampaikan oleh satpamnya,” lanjut Zola.

Sementara itu, sang suaminya, Beni (35) pada Minggu (15/5/2022), mengatakan, bahwa berapa hari yang lalu ia sudah menghubungi Kasubdit Kamneg Ditkrimum Polda Sumbar, Kompol Afrizal Syah, melalui aplikasi WhatsAppnya.

“Pihak penyidik masih mengumpulkan saksi serta bukti tambahan untuk di panggil semua. Mulai dari lessing hingga pihak lain tentang kejadian itu,”jelas suami korban.

Setelah Di telusuri kontributor Jurnalsumbar.Com, dan dicari info dari rekan- rekan serta petugas di wilayah Solok Kota pria yang mengaku CSI itu ternyata oknum preman berkedok Debt collector berintial BH.

Inilah salahsatu oknum preman berkedok Debt collector berinitial BH yang diduga merampas kenderaan korban berkedok Debt collector

Info dari sumber yang layak dipercaya, oknum BH tersebut sering melakukan penarikan paksa kendaraan orang, baik mobil maupun kendaraan lain serta banyak masyarakat yang di buat resah oleh tindak tanduk pria bertato dilengan tersebut.

“Kami berharap jajaran kepolisian di Polda Sumatera Barat maupun di jajaran Polres dibawah Naungan Polda Sumbar tindak tegas Pelaku preman berkedok Debt collector. Jangan pernah dikasih ampun, apalagi dipelihara agar tidak ada lagi korban seperti istri saya di provinsi Ranah Minang ini bahkan Indonesia,” tambah Ben.

Diketahui, berdasarkan regulasi, sebelumnya Mahkamah Konstitusi menegaskan perusahaan leasing tidak bisa mengambil paksa kendaraan bila debitur keberatan dan melakukan perlawanan.

Langkah yang bisa diambil bila itu terjadi, leasing harus menggugat debitur ke Pengadilan Negeri hingga memiliki kekuatan hukum tetap.

Hal itu dituangkan dalam putusan MK Nomor 57/PUU-XIX/2021 dalam uji materi UU Fidusia. Putusan serupa sudah pernah diputus dalam dua perkara sebelumnya.bra/*