Audiensi Soal Implementasi Kurikulum Merdeka, Ini yang Disampaikan Sekdakab Sijunjung

280

JURNAL SUMBAR | Sijunjung- Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMENDIKBUDRISTEK) wilayah Sumatera Barat lakukan  Audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sijunjung tentang Implementasi Kurikulum Merdeka.

Audiensi itu dilaksanakan di ruang pertemuan Bupati Sijunjung. Rombongan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Wilayah Sumbar itu diterima Sekretaris Daerah, Sijunjung, Dr. Zefnihan, AP. M.Si didampingi Asisten 1, Aprizal M.Si, Kabag Tapem, Roni Sudirman, S.STP, Kabag Kesra, Admiriska, Plh Kadis Dikbud, Usman Gumanti, Kabid SMP, Mauvidar, Kabid SD, Ade, Kabid PAUD dan PNF, Hendri Nurka, S.Sos. M.Si, dan Kasi PAUD, Delvianti Basri, SE pada Kamis 21 Juli 2022

Sementara tim dari Kemenbudristek Wilayah Sumbar diketuai Sri Yulianti. M. PD (Kepala Balai Guru Penggerak Kemendikburistek) dengan anggota Arman, S.Pd M.M (Plh. Kasubag Umum) Michelia Larasati, S.E, M.B.A, Abi Rafdi, S.Kom, dan Andri Alphonso, S. Ap

Sekda Kabupaten Sijunjung, Zefnihan pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Promosi Kabupaten Sijunjung tentang wisata kurikulum perlu di masukkan dalam proses belajar mengajar.

“Saat ini Silokek sudah jadi wisata dunia untuk dikenalkan ke anak didik. Kurikulum kebudayaan yang saat ini seperti petatah petitih sudah sangat langka di lakukan,”ujar Sekda Zefnihan.

Ia berharap pembelajaran bukan harus diberikan diruang kelas saja, namun dialam terbuka diterapkan juga dengan pendampingan tetap ditingkatkan hendaknya.

Sekda Zefnihan pada kesempatan itu juga memberikan penekanan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bahwa tugas dari Dikbud adalah pelayanan terhadap bapak Ibu guru.

Sri Yulianti,M.Pd selaku Kepala Balai Guru Penggerak Prov Sumbar mengatakan, perlu mengatur strategi yang akan dilakukan untuk suksesnya implementasi Kurikulum Merdeka dimasing masing lembaga di seluruh kab/ kota di Sumatera Barat, khusus saat ini di Kabupaten Sijunjung dan perlu menyingkirkan builying yaitu, mendiskriminasikan anak.

“Jangan pernah melakukan itu terhadap anak oleh tendik, karna cercaan membuat mereka surut. Nah bagaimana menyetuh sianak dengan selalu memberikan kasih sayang dan etika yang baik,”harapnya

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung yang selalu memberikan support terhdaap lancar nya kegiatan terhadap tendik baik PAUD, SD, dan SMP dengan selalu meningkatkan peningkatan mutu kompetensi guru dengan selalu memberikan dana utk kelancaran proses belajar mengajar di Kabupaten Sijunjung. andri