2.602 MBR Dapat Pemasangan Sambungan Air Minum Gratis

296

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Masyarakat Berpengasilan Rendah (MBR) terima dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat menggratiskan pemasangan sambungan air minum untuk 2.602 rumah di tahun 2022.

“Kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan akses air minum bagi MBR atau masyarakat miskin, melalui Program Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP),” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pessel Devitra, didampingi Kabid Cipta Karya Novi Irawan dan PPK Hendra Yani, di Sago, Painan, Kamis.

Selain itu, terang dia, distribusi air minum di perkotaan melalui jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), juga masih belum menjangkau seluruh warga, terutama MBR.
“Dikarenakan kemampuan daya beli,” ucap Novi.

Pengadaan Pemasangan SR Air Minum Perdesaan, berjumlah 15 paket kegiatan.

Tersebar di 7 kecamatan di Pessel, di antaranya: Kecamatan Koto XI Tarusan 336 Sambungan Rumah (SR), Bayang 620, Batang Kapas 217, Lengayang 133, Linggo Sari Baganti 798, Lunang 38, dan Silaut 460 SR.

“Total kegiatan berpagu dana Rp5,1 Miliar,” ujar Novi.

Program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) merupakan program Direktorat Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dengan sistem penganggaran reimburse (dialokasikan melalui APBD Kabupaten/Kota kemudian mengajukan penggantian ke APBN).

Lokasi sasaran HAMP adalah desa – desa atau Nagari (Desa Adat), yang pernah mendapatkan Program PAMSIMAS.

Menyoal pola pasang, tambahnya, pemkab menyediakan kilometer air, dan pipa.

“Sambungan diambil dari pipa lama pamsimas di dekat lokasi, kemudian disambungkan ke rumah masyarakat,” ucap Novi.

Syarat penerima; Masyarakat Miskin Berpenghasilan Rendah, maksimal Meteran Listrik < 900 Volt, dan bersedia pasang stiker bertulisan Rumah Tangga Miskin.

Untuk pengawasan lanjutan (aset terpasang), diserahkan ke Wali Nagari (pimpinan desa adat) setempat.

Di mana, pihak Nagari akan membentuk pengurus atau tim pengawasan dan pemeliharaan.

"Karena, kalau tidak dipelihara, aset tidak akan bertahan lama," ujar Novi.

Harapannya, yang terpasang, bisa terpelihara, dan berfungsi dengan baik.

"Jadi, masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh air minum (air bersih), bisa menikmati," ucap Novi.

Masih Butuh Banyak

Dinas PUTR Pessel mengaku, butuh program serupa untuk daerahnya, di tahun depan.

"Sebab, masih banyak lagi rumah masyarakat miskin, butuh program ini," ujar Novi diamini Hendra Yani.(Re)