Ketua F.Yanlik Kunjungi Pasien yang Diduga Ditolak Petugas IGD RSUD Sijunjung, Direktur Berjanji Benahi Kinerja

Jurnal Sumbar

Ketua F.Yanlik Kabupaten Sijunjung, Saptarius dan Direktur RSUD Sijunjung, dr.Riyanti Capanay besuk Pasien Jasril

JUNAL SUMBAR | Sijunjung – Mendengar informasi ada dugaan pasien bernama Jasril,70 tahun, Warga Jorong Koto Tuo, Nagari Lubuktarok, Kecamatan Lubuktarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, ditolak petugas dari ruangan IGD (Instalasi Gawat Darurat) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung di Tanah Badantung, membuat Forum Pelayanan Publik (F.Yanlik) beraksi.

Terbukti, Sabtu (5/8/2023) malam, Ketua F.Yanlik Kabupaten Sijunjung, Saptarius, langsung mendatangi pasien yang diduga mengindap penyakit Asma (sesak napas) itu.

Setelah sempat berdiskusi dengan keluarga pasien, tak beberapa lama datanglah Direktur RSUD Sijunjung, dr.Riyanti Capanay, ke ruang pasien kelas 1 di Gharu.

Keluarga pasien terlibat perbincangan serius dengan F.Yanlik dan Direktur RSUD Sijunjung

Ia juga tak menepis apa yang telah terjadi. Bahkan dihadapan Ketua F.Yanlik Kabupaten Sijunjung, Saptarius, Direktur RSUD Sijunjung, dr.Riyanti Capanay, berjanji akan mengevaluasi kinerja petugasnya.

Ia juga minta maaf, atas ketidak nyaman pasien, yang menurut Direktur RSUD Sijunjung, dr.Riyanti Capanay itu hanya miskomunikasi.

    Ketua F. Yanlik, Kabupaten Sijunjung, Saptarius sambangi Petugas di IGD RSUD Sijunjung.

“Jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini, masa iya pasien yang sudah masuk IGD disuruh oknum petugas pulang atau ke tempat dokter praktek atau ke Solok. Seharusnya kan mereka rawat dulu, atau beri rujukan,”kata Pemred Jurnalsumbar.Com itu.

Setelah keluarga pasien menyampaikan persoalan tersebut ke F.Yanlik, barulah petugas menangani pasien (setelah sempat dibawa ke dokter praktek-red).

PERANTAU SIJUNJUNG

Oknum Petugas di IGD RSUD Sijunjung Tolak Pasien Sesak Napas asal Koto Tuo Lubuktarok

“Kami ucapkan terimakasih pada F.Yanlik yang telah membantu bapak kami dalam pengurusan sehingga bapak kami bisa dirawat di RSUD Sijunjung ini. Kami sengaja pulang dari Riau karena amak kami menyampaikan bapak ditolak di IGD RSUD Sijunjung oleh oknum petugas. Untung saja F.Yanlik membantunya,”kata Andri anak dari pasien Jasril, Sabtu (5/8/2023) malam.

Dihadapan Ketua F.Yanlik dan keluarga pasien, Direktur RSUD Sijunjung, dr.Riyanti Capanay, menyampaikan permintaan maaf nya atas ke–khilafan yang terjadi yang diduganya hanya miskomunikasi saja.

Direktur RSUD Sijunjung, dr.Riyanti Capanay, juga berterimakasih pada F.Yanlik atas saran dan kritikannya.

“Jangan sampai terulang kembali hal-hal yang membuat masyarakat kecewa atas pelayanan di RSUD Sijunjung yang telah meraih Akreditasi Paripurna ini,”tambah Wartawan Utama itu.

Persoalan penolakan pasien yang diduga miskomunikasi itupun berakhir damai. Terlihat Ketua F.Yanlik dan Direktur RSUD saling bersalaman.

“Artinya, RSUD Sijunjung kan sudah mengantongi status tertinggi. Tidak ada diatas Paripurna. Nah, untuk itu, Pelayanan bermutu / sesuai standar. Pasien / keluarga puas dengan pelayanan yang diberikan,”tambahnya.

“Sebaiknya, kedepannya, RS melaksanakan audit internal, yaitu; Kepatuhan petugas RS terhadap standar mutu yang telah mereka tetapkan,”saran Ketua F.Yanlik.

Bahkan, langkah dan upaya yang dilakukan F.Yanlik Kabupaten Sijunjung tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar, Yefri Heriani.

“Keren Forum ini. Minta juga kepala (direktur) Rumkit untuk evaluasi kinerja oknum petugas yang menolak pasien, seperti yang diberitakan tersebut,”ucap Yefri Heriani.*

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.