Meriah, Berkaul Adat Di Nagari Pulasan Tanjung Gadang Sijunjung Sukses

Kerbau Disembelih, Malam Bajago-jago Digelar, Itulah Tradisi Kegiatan Berkaul Adat Di Nagari Pulasan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung 

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Kegiatan Tradisi Bakaua Adat di Nagari Pulasan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, adalah ungkapan rasa syukur yang diluapkan oleh masyarakat atas berkat dan karunia dari Allah SWT atas hasil panen hasil pertanian yang diberikan.

Ritual Berkaul Adat digelar pada Kamis (16/4/2026). Sebelum acara puncak, pada malam digelar kegiatan anak nagari, yang disebut malam Bajago-jago. Dengan pertunjukan kesenian tradisional, ada randai, tari piring saluang dan kesenian tradisional lainnya.

Malam itu (Malam Selasa Rabu, (15-15/4/2026-red), warga benar-benar tumpah dan hadir menyaksikan pertunjukkan alek anak nagari. Mulai, dari anak-anak, remaja, dewasa, Ninik mamak, cadiak pandai hadir disana.

Demikian Diungkapkan Walinagari Pulasan, Awardi Dt Rajo Nan Gadang, yang juga Ninik mamak Penguasa Ulayat Di Nagari Pulasan kepada Jurnalsumbar.Com, Senin (20/4/2026).

Walinagari Pulasan, Awardi Dt Rajo Nan Gadang

Sebelum acara puncak, kata Dt Rajo Nan Gadang, paginya masyarakat setempat menyembelih seekor kerbau besar dan dagingnya dibagikan pada warga. Setelah masak, barulah dibawa ke tempat acara Berkaul Adat.

Dt Rajo Nan Gadang, menyebutkan, Berkaul Adat dilaksanakan sebagai bentuk mensyukuri nikmat Allah SWT, disertai berdoa dan atas rezeki yang diberikan dan semoga selalu dalam limpahan rezki tersebut.

“Kegiatan Bakaua Adat ini juga untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan masyarakat Tani dalam menngarap pertanian sawah khususnya. kegiatan tersebut dilaksanakan di tempat pertemuan adat di Nagari Pulasan dihadiri oleh berbagai unsur yakni, Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan  Bupati Sijunjung saat itu diwakili Asisten 1, Camat dan Kapolsek serta undangan lainnya hadir,”ungkap Walinagari Pulasan.

Akhir dari prosesi Bakaua Adat,  dilaksanan tradisi yang tidak kalah serunya dan yang paling ditunggu oleh seluruh lapisan masyarakat yaitu ”Makan Bajamba” ( Makan Bersama ).

Menurut Dt Rajo Nan Gadang yang juga Walinagari Pulasan, Berkaul Adat adalah tradisi syukuran dan tolak bala masyarakat Minangkabau (khususnya di Kabupaten Sijunjung, Solok, Tanah Datar) sebagai bentuk rasa syukur atas panen atau hasil pertanian. Ritual ini melibatkan doa bersama, pembacaan ayat suci, makan bersama, serta penampilan kesenian tradisional, yang melambangkan keharmonisan antara nilai adat dan agama.

“Tujuannya, mengungkapkan rasa syukur atas berkah Allah SWT dan permohonan perlindungan dari bencana. Waktu Pelaksanaan, Biasanya dilakukan sebelum atau bersamaan dengan musim turun ke sawah (bercocok tanam). Prosesinya, meliputi doa bersama, penyembelihan hewan (membantai adat), dan makan bersama warga nagari. Dengan makna,  mempererat silaturahmi, pelestarian budaya, dan wujud sinergi antara adat dan ajaran Islam”.

“Alhamdulillah, Tradisi ini masih dipertahankan sebagai warisan leluhur yang mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan spiritualitas masyarakat,”tambah Walinagari Pulasan.

“Acara bakaul Adat Nagari  Pulasan ini, dilaksanakan satu kali setahun, dengan semboyan Bumi sanang padi manjadi jaguang maupiah anak buah aman santoso taranak ba kambang biak,”ucap Walinagari Pulasan Dt Rajo Nan Gadang.*

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.