Pengurus JMSI Sumbar Resmi Dilantik, Pemred Jurnalsumbar Saptarius Jabat Ketua Lembaga Bisnis dan Advokasi
JMSI Sumbar Perkuat Barisan Media Siber, Lima Tokoh Raih JMSI Awards
JURNAL SUMBAR| Padang – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat, resmi dilantik.
Pelantikan itu berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) di Auditorium Kantor Gubernur Sumbar. Termasuk didalamnya, Pemred Jurnalsumbar, Saptarius, juga dilantik sebagai Ketua Lembaga Bisnis dan Advokasi JMSI Sumbar.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum JMSI Pusat diwakili Ketua Bidang Organisasi, DR. Faisal Mahrawa, disaksikan Sekretaris Bidang Jurnalisme Berkualitas, Satria Utama Batubaradan Penasehat Hukum, Novermal Yuska, S.H., M.H., serta pejabat Pemprov Sumbar.
Pelantikan kepengurusan JMSI Sumbar 2026, menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen untuk memperkuat peran perusahaan pers dalam membangun ekosistem media siber yang profesional, kredibel dan bertanggung jawab.
Tak hanya pelantikan, momentum tersebut juga dirangkai dengan JMSI Awards 2026, sebuah penghargaan yang diberikan kepada sejumlah tokoh dari berbagai bidang yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Lima nama dengan kiprah berbeda menerima penghargaan. Mereka berasal dari dunia politik, lingkungan hidup, kebencanaan, usaha menengah kecil hingga pendidikan di daerah terpencil.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Di dalamnya terdapat pesan bahwa keberadaan media tidak hanya berkaitan dengan pemberitaan, tetapi juga bagaimana pers memberikan apresiasi kepada orang-orang yang bekerja dan berkontribusi bagi kepentingan masyarakat.
Aguswanto Pimpin JMSI Sumbar
Pelantikan JMSI Sumbar 2026 sekaligus menandai kehadiran kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid dan adaptif menghadapi perkembangan industri media digital.

Aguswanto dipercaya memimpin JMSI Sumbar. Sebelum menjadi ketua, Aguswanto merupakan sekretaris Pengda JMSI Sumbar pada periode sebelumnya.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam melanjutkan konsolidasi organisasi serta memperkuat hubungan antarpelaku perusahaan pers di Sumatera Barat.
Dalam kepengurusan baru, posisi sekretaris dipercayakan kepada Almudazir, owner Mimbar Media Grup yang juga merupakan Ketua PJKIP Sumatera Barat.
Sementara posisi bendahara umum ditempati Yofialdi. Selain menjabat Direktur Utama Valoranaews Grup, Yofialdi juga dipercaya sebagai Presidium KAHMI Sumbar periode 2026–2031 dan Ketua Pengprov Squash Sumbar periode 2026–2031.
Komposisi tersebut diharapkan mampu memperkuat organisasi, baik dari sisi pengelolaan perusahaan pers maupun jejaring kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Bagi JMSI Sumbar, tantangan media siber ke depan bukan semakin ringan. Perubahan teknologi, persaingan mendapatkan perhatian publik, derasnya arus informasi dan maraknya informasi yang belum terverifikasi menuntut perusahaan pers meningkatkan kualitas dan profesionalisme.
Ketua JMSI Sumbar Aguswanto menegaskan, pelantikan bukanlah tujuan akhir.
Menurutnya, organisasi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pers dan masyarakat.
“Kita ingin JMSI tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar memberikan kontribusi. Media harus tumbuh bersama daerah, mengawal pembangunan, mengkritisi kebijakan yang perlu dikritisi, dan pada saat yang sama memberikan informasi yang mencerdaskan masyarakat,” ujar Aguswanto.
Lima Tokoh Terima JMSI Awards 2026
Di tengah momentum pelantikan tersebut, perhatian juga tertuju pada JMSI Awards 2026.
Lima tokoh dianugerahi penghargaan atas kiprah dan kontribusi mereka di bidang masing-masing.
Penghargaan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi JMSI Sumbar terhadap figur-figur yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Arisal Aziz — Tokoh Publik Terpilih
Arisal Aziz, anggota DPR RI, menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Terpilih.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap kiprahnya di ruang publik dan perannya sebagai wakil masyarakat di tingkat nasional.
Kehadiran tokoh publik dalam JMSI Awards juga menunjukkan bahwa hubungan media dengan pemangku kepentingan tidak semata-mata berada dalam ruang pemberitaan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang sehat.
Dewi Sukmawati — Tokoh Peduli Lingkungan
Berikutnya, Dewi Sukmawati menerima penghargaan sebagai Tokoh Peduli Lingkungan.
Dedikasinya dalam menginisiasi bank sampah menjadi salah satu perhatian dalam pemberian penghargaan tersebut.
Bank sampah bukan hanya berkaitan dengan persoalan pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Gerakan yang dimulai dari masyarakat tersebut memiliki nilai penting karena persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi publik.
Patra Rina Dewi — Tokoh Penanganan Bencana
Untuk kategori Tokoh Penanganan Bencana, penghargaan diberikan kepada Patra Rina Dewi, pendiri KOGAMI Sumatera Barat.
Dedikasinya dalam bidang kebencanaan mendapat apresiasi karena persoalan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana merupakan kebutuhan penting bagi Sumatera Barat.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja-kerja kebencanaan membutuhkan kepedulian, edukasi dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Ronal Wahtudi — Penggerak Usaha Menengah Kecil
Ronal Wahtudi, pengusaha kopi, menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Menengah Kecil.
Kiprahnya dalam dunia usaha menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian.
Usaha menengah dan kecil memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Di balik sebuah usaha terdapat lapangan pekerjaan, rantai ekonomi serta peluang bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri.
Melalui penghargaan ini, JMSI Sumbar memberikan perhatian terhadap tokoh yang ikut menggerakkan sektor ekonomi dari bawah.
Rabiatul Adawiyyah — Tokoh Pendidikan di Mentawai
Sementara itu, penghargaan Tokoh Pendidikan diberikan kepada Rabiatul Adawiyyah, yang mengabdikan diri di Desa Matotonan, Mentawai.
Kisah pengabdiannya menjadi salah satu yang paling menyentuh dalam JMSI Awards 2026.
Rabiatul Adawiyyah mengajar di daerah tersebut tanpa menerima gaji sedikit pun.
Di tengah berbagai keterbatasan, ia memilih tetap hadir untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak di daerah.
Dedikasi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian terhadap pendidikan tidak selalu diukur dari materi yang diterima. Ada orang-orang yang memilih mengabdikan waktu, tenaga dan kemampuan demi memastikan anak-anak di daerah tetap mendapatkan kesempatan belajar.
Penghargaan JMSI Awards terhadap Rabiatul Adawiyyah sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap para penggerak pendidikan yang bekerja jauh dari sorotan.
Lima penerima JMSI Awards 2026 memiliki latar belakang yang berbeda.
Arisal Aziz bergerak di ruang publik. Dewi Sukmawati memperjuangkan kepedulian lingkungan. Patra Rina Dewi berkecimpung dalam penanganan bencana. Ronal Wahtudi menggerakkan sektor usaha menengah kecil. Sementara Rabiatul Adawiyyah mengabdikan diri pada pendidikan di Mentawai.
Perbedaan tersebut justru memperlihatkan luasnya ruang pengabdian kepada masyarakat.
JMSI tidak hanya memberikan penghargaan kepada figur yang berada di pusat perhatian publik, tetapi juga kepada mereka yang bekerja di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi melalui bidang masing-masing.
Penghargaan tersebut menjadi pesan bahwa kerja nyata, kepedulian dan pengabdian layak mendapatkan tempat dalam ruang publik.
JMSI Sumbar dan Tantangan Pers Digital
Pelantikan dan JMSI Awards 2026 berlangsung di tengah perubahan besar dunia pers.
Media siber kini dituntut bergerak cepat, namun pada saat yang sama harus menjaga akurasi, verifikasi, keberimbangan dan etika jurnalistik.
Menurut Aguswanto, media tidak boleh terjebak hanya mengejar trafik dan jumlah pembaca.
“Ukuran keberhasilan media bukan hanya berapa banyak orang membaca berita kita, tetapi seberapa besar publik percaya bahwa informasi yang kita sajikan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Karena itu, pelantikan kepengurusan baru JMSI Sumbar diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat perusahaan pers sekaligus meningkatkan kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Pelantikan menjadi simbol konsolidasi organisasi. JMSI Awards menjadi simbol apresiasi terhadap pengabdian.
Keduanya bertemu dalam satu pesan: pers yang kuat tidak hanya mampu memberitakan mereka yang bekerja untuk masyarakat, tetapi juga mampu memberikan penghargaan kepada mereka yang telah bekerja bagi masyarakat.
Dengan kepengurusan baru dan semangat tersebut, JMSI Sumbar diharapkan semakin aktif mengambil bagian dalam membangun ekosistem pers yang sehat, profesional dan berintegritas.
Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan media yang bukan hanya cepat menyampaikan berita, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan publik.
Dan melalui pelantikan serta JMSI Awards 2026, JMSI Sumbar ingin menegaskan bahwa perjalanan organisasi ke depan bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan bagi pers dan masyarakat Sumatera Barat.rel




