Lisda Hendrajoni Bawa 11 Anak Gizi Buruk Berobat ke RSUD M Zien Painan

698
Lisda Hendrajoni melihat perkembangan seorang bayi gizi buruk di RSUD M Zein Painan. Ist.

JURNAL SUMBAR | Pesisir Selatan – Ketua PKK Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni bersama instansi terkait membawa 11 anak penderita gizi sangat buruk ke RSUD M Zein Painan. Hal ini dilakukan agar anak-anak tersebut mendapatkan perawatan dan pengobatan yang intensif. Dan, kebijakan itu diambil Lisda seiring dengan peringatan hari gizi nasional, Jumat (02/02).

Lisda menuturkan bahwa langkah tersebut diambil untuk menyiasati kemungkinan terburuk yang terjadi kepada ke-11 anak tersebut.

“Jumat kemarin telah dibawa ke RSUD untuk diopname dan ditangani oleh dokter spesialis anak,” ucap Lisda Hendrajoni.

Terkait dengan biaya, sambung Lisda, semuanya itu ditanggung BPJS. Pihaknya pun ikut membantu mengurus adminitrasi kependudukan dan kesehatan kesebelas keluarga tersebut. Bahkan keluarga penderita gizi buruk itu juga mendapat santunan 100 ribu/keluarga sebagai uang pengganti menjaga kesebelas anak penderita gizi buruk itu selama dirawat di RSUD.

“Biaya ditanggung BPJS. Dan item-item yang tidak bisa melalui BPJS, maka Saleema Foundation yang ikut menanggung. Intinya keluarga tidak perlu risau soal pembiayaan. Keluarganya pun kita beri uang saku sebagai pengganti biaya selama menjaga pasien di RSUD,” urai istri bupati Hendrajoni tersebut.

Dia menerangkan bahwa PKK Pessel bersama pemerintah daerah saat ini fokus untuk menangani gizi buruk tersebut. Dia pun mengaku telah mendata dan melakukan survei kepada penderita gizi buruk dan gizi sangat buruk. Termasuk pula melakukan sosialisasi tentang gaya hidup sehat kepada keluarga penderita gizi buruk tersebut.

“Yang status gizi sangat buruk sudah kita tangani, tinggal lagi kategori gizi buruk. Ini telah kita data dan survei. Ada puluhan anak, insya Allah akan kita tangani secepatnya,” ucap peraih manusia bintang award versi Rakyat Merdeka Online tersebut.

Lisda menambahkan, tidak hanya mengobati gizi buruk tapi pihaknya juga merenovasi rumah mereka menjadi rumah yang sehat dan layak huni.

“Sekarang sudah ada yang telah siap dan ada pula dalam proses pembedahan. Dan bedah rumah khusus penderita gizi buruk kita lanjutkan,” demikian penjelasan ketua PKK Pessel Lisda Hendrajoni. Jefri