JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Bupati Sijunjung, Drs Haji Yuswir Arifin Datuk Indo Marajo membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Penyelenggaraan Pemda di Gedung Pancasila Muaro, Kamis (27/12/2018). Sayangnya, Rakor Pemda diakhir tahun dari 120 peserta yang diundang banyak yang terlambat datang.
Tak heran atas keterlambatan itu Bupati Yuswir Arifin terlihat kecewa. Bahkan bupati sempat mengabsen camat dan kepala bagian (kabag). “Camat yang hadir tolong nunjuk, kabag yang hadir tolong nunjuk,” kata bupati Yuswir Arifin.
Ia minta kedepanya agar peserta tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Bupati Yuswir Arifin juga membahas soal SOTK Nagari yang ditujukan pada camat. Apalagi pada tahun 2019 ada sebanyak 40 walinagari dilaksanakan pemilihan walinagari serentak termasuk pada tahun 2019 Pemilu serentak.
Bupati Yuswir Arifin minta camat maupun walinagari jangan terlibat politik praktis terutama dalam memperingati tahun baru yang memungkinkan dimanfaatkan oleh kepentingan politik.
Tak hanya itu, soal wisata geopark dan penyambutan hari jadi juga disampaikan dan dibahas bupati termasuk festival lansek manih menyambut hari jadi kabupaten juga dibahas.
Bahkan Bupati Yuswir Arifin juga minta dihari jadi bisa mengangkat kuliner-kuliner yang ada di Sijunjung. Soal perjalanan dinas hingga ke nagari juga dibahas bupati agar diefiseinsi.
“Yang tidak benar hingga akhir tahun ada uang jalan dihabiskan, padahal itu tak ada gunanya kegiatan itu. Kalau memang itu perlu tak masalah, tapi kalau tidak akan saya coret kalau hanya menghabiskan anggaran, apalagi kalau hanya sekedar konsultasi yang pergi dua orang kecuali presentasi”tegas bupati.
Bupati juga mengingatkan agar OPD jangan hanya menjalankan kegiatan warisan, sosialisasi ke sosialisasi. “Sebaiknya kegiatan digabung dan bila perlu dilaksanakan di kecamatan-kecamatan,” kata bupati berharap kedepan rapat jangan lagi molor.
Meski ada peserta yang terlambat datang, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, dihadapan Sekdakab Zefnihan, asisisten staf ahli, para pimpinan OPD, camat dan para walinagari se-Kabupaten Sijunjung tetap bersemangat membuka Rakor Pemda Sijunjung itu dengan penuh canda ketika menyebut soal mutasi yang bakal kembali bergulir. “Bukan mutasi tapi bertukar dan pindah,”ucap bupati.
Kegiatan tersebut diawali dengan laporan panitia yang disampaika Kabag Tapem, Afrisal, yang menyebutkan Rakor diikuti 120 peserta. saptarius