JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Luar biasa! Di hari jadi kabupeten ke-70, Pemkab bersam Masyarakat Sijunjung, berhasil memecahkan tiga Rekor MURI sekaligus.
Persembahan tiga Rekor MURI Dunia itu setelah Pemkab dan Masyarakat Sijunjung menampilkan tiga agenda kegiatan berskala nasional dihadapan tim penilai MURI Jakarta pada Selasa (12/2/2019) di sepanjang jalan protokol M Yamin Muaro.
Ribuan warga ketika itu tumpah yang datang dari berbagai pelosok Kabupaten Sijunjung yang tersebar di delapan kecamatan dan dari 62 nagari plus satu desa dan lebih dari 300 jorong padati ibukkabupaten di Muaro Sijunjung.
Riuh pun mabahana dan rasa gembira pun terpancar diwajah Bupati Yiswir Arifin-Wabup Arrival Boy, Sekdakab Zefnihan, unsur Forkopimda, unsur pimpinan OPD dan para TP PKK serta GOW yang diketuai Ny En Yiswir Arifin dan Ny Arrival Boy—sesaat tim penilai mengunumkan hasil penilain mereka terhadap tiga agenda kegiatan yang disajikan masyarakat Sijinjung.
Penampilab tari priring dengan menampilkan 1.965 penari berhasil mecahkan Rekor MURI melebihi Rekor MURI Sumbar yang hanya menampilkan 1.125 penari kala itu. Begitu pula penampilan PAUD dengan berbagai kerajinan dari kertas koran dan karton juga berhasil pecahkan Rekor MURI dengan 3.880 peserta siswa PAUD se-Kabupaten Sijunjung.
Tak kalah serunya, diajang pemecahan Rekor MURI tersebut, Kuliner dari Ubi-ubian (Lomang Ubi) beraneka sajian dengan cita rasa yang disajikan jorong-jorong juga berhasil memecahkan Rekor MURI 2019.
“Alhamdalah kita berhasil pecahkan tiga Rekor MURI sekaligus di hari jadi kabupaten ke-70 ini. Kuliner ubi-ubi juga berhasil raih Rekor MURI,” ucap bupati Yuswir Arifin lega ketika itu. saptarius