JURNALSUMABR | Batusangkar – Demo sekitar 2.000 orang mahasiswa berlangusung di depan kantor rektorat IAIN Batusangkar di Limo Kaum, Selasa (17/9), dan mengajukan sembilan tuntutan kepada Rektornya.
Sembilan tuntutan mahasiswa disampaikan Korlap (Kordinator lapangan) Demo, Jamaludin Makruf mencakup, proses pencairan dana di institusi IAIN, tentang Hari Krida, PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan), Inventaris LK Baru, Transparansi Bus Kampus, Sosialisasi Tindak Lanjut MoU BRI.
Seterusnya, meminta pendirian mesjid di IAIN Batusangkar, permintaan TTD (tanda tangan) Rektor untuk acara fornis (Forum mahasiswi) cukup sulit, permintaan TTD bahwa IAIN Batusangkar tidak ada unsur kerjasama dengan pihak transportasi manapun untuk agenda keluar.
Demo yang dilakukan ribuan mahasiswa itu berlangsung selama tiga jam dimulai pukul 9.00 s.d 12.00 WIB, da setiap penampilan orator dalam acara itu diikuti mahasiswa dengan penuh semangat. “Kita tidak akan melakukan tindakan apa-apa yang terpenting kita menginginkan penjelasan transparan dari Rektor,” tekan Jamaludin Makruf.
Semenatara itu, Kepala Kiro AUAK (Administrasi umum akademik dan keuangan) IAIN, H. Yasrizal mewakili Rektor Kasmuri Selamat didampingi Kordinator Humas Chardinal Putra ketika dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan, sembilan tuntutan itu dapat disetujui Rektor dan selanjutnya akan divaluasi terlebih dahulu.
“Prinsipnya Rektor setuju dengan tuntutan mahasiswa,” jelas Yasrizal.
H Yasrizal merasa gembira dengan demo yang digelar ribuan mahasiswa itu berjalan aman tertib. “Dalam demo itu tidak ada hal-hal anarkis, selama tiga jam berjalan mulus,” ujar Yasrizal seraya mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan yang menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab. habede.