Pengedar Sabu Asal Riau Itu di Tembak Polres Limopuluhkota

204

JURNAL SUMBAR | Limopuluhkota – Pihak Kepolisian Polres Limapuluhkota, Sumatera Barat, terpaksa menembak mati soerang pria yang diduga kuat sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Pria itu tewas dalam penyergapan yang dilakukan di jalan Raya Negara Sumbar-Riau tepatnya di kawasan Ketinggian, Sarilamak Sabtu (7/9/2019) siang sekitar pukul 09.35 WIB kemarin.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis mengatakan, anggotanya terpaksa melepaskan tembakan ke mobil tersangka yang diketahui berinisial YD (35) tersebut.

“Tersangka memakai senjata api, berupaya melawan petugas saat akan disergap,” kata Haris memberi keterangan ke wartawan di Mapolres setempat seperti dikutif minangkabaunews.

Upaya pengejaran bandar narkoba asal Riau tersebut bermula adanya kecurigaan aparat Polsek Pangkalan, ketika menggelar razia rutin di ruas jalan lintas Sumbar-Riau. YD yang mengendarai mobil Honda Jazz warna putih bernomor polisi BM 1516 SF, dikatakan, terpantau melaju dari arah Pekanbaru menuju Limapuluh Kota.
Di dalam mobil tersebut, YD diketahui membawa seorang wanita berinisial WH (30) yang diduga merupakan teman wanitanya. Sesampai di lokasi razia, polisi yang hendak melakukan pemeriksaan memberi isyarat agar YD memperlambat dan menghentikan laju kendaraannya.

Tapi, bukannya berhenti YD langsung tancap gas dan sempat hampir menabrak mobil pengendara lain. Merasa curiga, aparat bergerak melakukan pengejaran.
“Pelaku sempat mengeluarkan senjata api jenis pistol laras pendek, lalu mengancam pengendara lain agar menepi,” tambah Kasat Narkoba, Iptu Hendri Has didampingi Kasat Reskrim, AKP Anton Luther seperti dikutif dari mainagkabaunews.

Merasa diburu, pelaku kian beringas. Aksi kejar-kejaran tak terhindarkan dan berlangsung bak film laga. Diduga panik, YD mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sempat melepaskan beberapa kali tembakan ke arah mobil polisi yang berada persis belasan meter di belakangnya.

Melihat aksi pelaku, polisi pun membalas tembakan. Aparat Polsek Pangkalan sempat meminta bantuan ke Mako Polres supaya melakukan pengepungan. Di sekitar Mako Polres kawasan Ketinggian, Nagari Sarilamak, puluhan polisi dengan sigap memblokade jalan raya.

“Tersangka yang melaju dengan kecepatan tinggi awalnya tidak menggubris imbauan dan peringatan. Ia tetap berupaya menerobos blokade, hingga terpaksa dilumpuhkan. Pelaku berinisial YD tewas di TKP, sedangkan teman wanitanya terkena peluru di tangan sebelah kanan,” papar Kasat Narkoba.

Polisi menyebut, YD tewas di lokasi setelah sempat tertembak pada dua bagian tubuhnya. Setelah pengepungan, polisi kemudian menggeledah mobil pelaku. Dari kabin mobil ditemukan sekitar 0,4 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang sudah dibungkus plastik, 1 timbangan digital dan sepucuk senjata api laras pendek.
Hingga pukul 13.30 WIB siang, polisi memastikan jasad YD yang diduga sebagai bandar narkoba sudah kita bawa ke RS Bhayangkara di Kota Padang untuk otopsi.

“Proses penyelidikan selanjutnya, kita tunggu perkembangan,” tambah Iptu Hendri Haz didampingi Kasubag Humas.
Adapun WH yang diketahui berstatus ibu beranak satu dilarikan ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh seoerti dikutif dari minangkabaunews. Ia diberikan penanganan medis. Pengakuan WH kepada polisi sebelum bertolak ke Sumatera Barat, ia bersama YD sempat menggunakan Sabu-Sabu bersama beberapa orang rekannya di sebuah hotel Pekanbaru. rilis
editor; saptarius