Ditandai Pengguntingan Pita, Walikota Deri Asta Resmikan Gedung Baru SDIT Alam Talago Sawahlunto

336

JURNAL SUMBAR | Sawahlunto – Akhirnya Walikota Sawahlunto Deri Asta SH, pada Jumat (7/2/2020) meresmikan berdirinya gedung baru SDIT Alam Talago dibawa naungan Yayasan Raudhatul Jabal di Desa Talago Gunung, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Alam Talago Sawahlunto yang bergerak di bidang pendidikan dasar dengan konsep menyatu dengan alam itu, kini resmi menempati gedung barunya yang bernilai Rp2,5 Milyar. Selama 4 tahun, sekolah ini menempati lokasi “menumpang” di rumah salah seorang warga atau tokoh masyarakat setempat.

Untuk itu pula walikota mengapresiasi berdirinya sekolah swasta di Sawahlunto, yang dipandang keberadaannya sangatlah penting. Utamanya, bisa sebagai evaluasi bagi sekolah-sekolah lain, guna pembanding untuk memacu kualitas. Peresmian SDIT Alam Talago itu ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh walikota atas berdirinya gedung baru milik Yayasan Raudhatul Jabal itu.

Selain itu ia berharap, akan ada sekolah swasta yang mengembangkan sistem boarding yang saat ini menjadi pilihan banyak masyarakat.


PRASASTI – Peresmian SDIT Alam Talago itu ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh walikota atas berdirinya gedung baru milik Yayasan Raudhatul Jabal.

Deri mengatakan bahwa banyak orang tua saat ini yang menyekolahkan anaknya sekolah boarding di luar Sawahlunto. Sementara di Kota ini, baru ada satu Boarding School, SMPN 2. Untuk itu diharapkan ada sekolah swasta lain, yang mengembangkan Sistem boarding sesuai dengan banyaknya keinginan warga masyarakat Sawahlunto.

“Saya yakin jika ada pihak swasta yang mengembangkan sekolah boarding di Sawahlunto, pasti akan banyak peminatnya dan tentu akan memberi efek ekonomi bagi kota kita ini” ujar Deri Asta saat peresmian sekolah tersebut.

Sementara itu Effendi Mardianto Datuk Sampono tokoh perantau masyarakat Desa Talago Gunung yang sukses memimpin PT. TIKI JNE Tangerang, adalah salah satu tokoh pendiri dan pembina dari yayasan pendidikan itu.

Awal berdirinya sekolah alam ini adalah adanya keinginan untuk hidup lebih bermanfaat bagi kampung halaman. Kemudian Effendi bersama anak kemenakannya serta warga masyarakat bersepakat untuk membangun sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Dan akhirnya, berdirilah sekolah ini, yang pada awalnya hanya membuka Taman Kanak-Kanak Alam Talago.

Seiring dengan semakin banyak siswa, Effendi bersama pengurus sekolah lainnya dan unsur ninik mamak, melakukan duduk bersama untuk berdirinya gedung sekolah baru. “Awalnya saya tak menyangka bisa mendirikan gedung sekolah senilai Rp2,5 milyar ini, karena dana tahap awal yang tersedia hanya 400 juta,” ungkap Effendi dalam paparannya.

Pengusaha sukses asal Talago Gunung ini membuktikan keyakinannya, bahwa setiap ada niat baik, Alloh pasti akan memberi jalan untuk mewujudkannya. Masih banyak lagi mimpi yang ingin diwujudkan, untuk kampung halaman seperti pendirian Rumah Tahfidz atau pondok pesantren.

Kepala SD Alam Talago, Delvia Sepniwati,SPd, menjelaskan bahwa sekolah ini, menerapkan kurikulum Dinas Pendidikan dan ditambah dengan kurikulum unggulan dari Sekolah Alam Talago seperti belajar di alam, Bahasa Ingris dan Bahasa Arab.

Sekolah ini, membatasi jumlah murid hanya 15 orang perkelas agar program kegiatan TPQ, Tahfidz dan Sholat Duha bagi siswanya sebelum memulai pelajaran reguler dilakukan, dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Prosesi peresmian itu, selain dihadiri pihak yayasan dan para majelus guru juga fihadiri sejumlah tokoh masyarakat setempat.delvia/hendra idris