JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Bersepeda kini telah menjadi salah satu pilihan gaya hidup sehat. Tak hanya di Indonesia, sepeda juga digemari orang-orang di seluruh dunia. Bahkan di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Selain para pejabat, ASN dan warga Wakil Bupati Arrival Boy juga gemar bersepeda.
Untuk diketahui, setiap tahunnya pada 3 Juni diperingati sebagai Hari Sepeda Sedunia atau Hari Sepeda Internasional.
“Bagaimana kabar sahabat semua hari ini? Tahukah kita, bahwa PBB telah menetapkan tanggal 3 Juni 2018 yang lalu, mulai ditetapkannya secara resmi diperingati sebagai Hari Sepeda,”kata Wakil Bupati Sijunjung, Haji Arrival Boy,SH dalam akun facebooknya Rabu (3/6/2020).

Bupati, Wabup dan para pejabat Sijunjung gemar bersepeda
Menurut Arrival Boy yang kini kembali menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sijunjung itu, bersepeda alasan utamanya adalah mendorong setiap negara agar mensosialisasikan dan mengkampanyekan pentingnya kesehatan.
“Dan salah satu caranya dengan bersepeda. Hanya salah satu saja ya sahabat, cara lainnya juga masih banyak,”ucap Arrival Boy dengan gayanya berolahraga ditengah Covid-19.
“Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan bugar, sehingga dapat melakukan aktivitas dengan baik walaupun dalam keadaan yang serba keterbatasan saat ini,”tambah mantan aktivis 1998 ini bersemangat.
“Kita semua harus kuat secara bersama dan saling menguatkan secara bersama sama. Nah, Selamat Hari Sepeda,”ucap Arrival Boy.

Disebutkan Arrival Boy, awal mulanya hal itu ditetapkan oleh United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pada April 2018, Majelis Umum PBB mendeklarasikan 3 Juni sebagai Hari Sepeda Dunia.
Dijelaskan Arrival Boy, latar belakang dirayakannya hari bersepeda adalah adanya berbagai manfaat dari kegiatan bersepeda.
“Sepeda merupakan alat transportasi sederhana, terjangkau, andal, bersih, dan ramah lingkungan. Sepeda dapat berfungsi sebagai alat untuk pengembangan dan sebagai sarana tidak hanya transportasi tetapi juga akses ke pendidikan, perawatan kesehatan dan olahraga,”kata putra asli Tanjung Ampalu Koto VII Sijunjung itu.
Ditambahkannya, sinergi antara sepeda dan pengguna menumbuhkan kreativitas dan keterlibatan sosial dan memberi pengguna kesadaran langsung tentang lingkungan setempat.

“Sepeda adalah simbol transportasi berkelanjutan dan menyampaikan pesan positif untuk mendorong konsumsi dan produksi berkelanjutan, dan memiliki dampak positif pada iklim,”imbuhnya.
Selain Arrival Boy, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin dan para pejabat di Sijunjung pun gemar bersepeda. Begitu juga Sekdakab Zefnihan dan Kadis Parpora Sijunjung, Afrinaldi juga gemar membaca.
Tak hanya itu, Direktur Perumda Tirta Sanjung Buana Doni Novreidi,SH justeru saban hari libur selalu bersepeda. Bahkan mantan Ketua Gapensi Sijunjung itu bersama rekan-rekannya acapkali mengadu nyali di daerah menantang dan terjal.
“Bersepeda itu membuat kita sehat dan kuat fisik dan kian bugar,”ucapnya suatukali. “Selamat Hari Sepeda,”tambah abang begitu panggilan akrab Doni Novreidi.

Direktur Perumda Tirta Sanjung Buana Doni Novreidi,SH terlihat bersemangat dan selalu buger karena rajin bersepeda
Tak hanya itu, anggota DPRD Sijunjung juga banyak yang gemar bersepeda. Seperti halnya politisi Gerindra Indrawadi, tokoh muda enerjig ini malàh tiap hari libur bahkan tiap sore juga berolahraga bersepeda.
“Selamat Hari Sepeda,”kata Indrawadi yang juga Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Sijunjung itu.

Indrawadi bersama sepeda kesayangannya
Seperti dilansir kompas.com, bahwa beberapa hal yang diserukan terkait Hari Sepeda Sedunia antara lain mendorong negara-negara anggota untuk mencurahkan perhatian khusus pada sepeda dalam strategi pembangunan lintas sektoral, memasukkan sepeda dalam kebijakan serta program pembangunan.
Selain itu mendorong negara-negara anggota untuk meningkatkan keselamatan jalan dan mengintegrasikannya ke dalam mobilitas berkelanjutan, perencanaan, dan desain infrastruktur.
Penemuan sepeda
Meski sepeda diklaim diciptakan oleh orang Jerman, ternyata sepeda yang sering kita temui saat ini tercipta akibat letusan Gunung Tambora di NTT pada 1815.
Sebagaimana dituliskan dalam referensi sejarah, letusan tambora 2 abad lalu tersebut menjadi salah satu yang terkuat di kunia. 92.000 orang dikabarkan meninggal akibat perisitwa vulkanik itu.
Abu yang disemburkan Tambora disebut mempengaruhi suhu rata-rata dunia. Letusan tersebut bahkan membuat sejumlah negara di belahan bumi utara tak memiliki musim panas selama satu tahun.
Tak hanya di Swiss, tahun tanpa musim panas juga melanda seluruh daratan Eropa. Gagal panen dan kelaparan merajalela. Di Irlandia, selama bulan Mei dan September 1816 terjadi hujan selama 142 dari 153 hari.
Pada tahun itu juga, epidemi tipus merajalela di Eropa tenggara dan Mediterania sehingga menewaskan sedikitnya 10.000 jiwa. Bahkan, sebagian menyebut angka ratusan ribu. Tak heran jika banyak sejarawan menulis, letusan Tambora telah menyebabkan ”krisis terakhir dan terbesar di dunia Barat”.
Letusan Tambora telah menyebabkan ”krisis terakhir dan terbesar” di dunia Barat.
Dilansir dari Ekspedisi Cincin Api Kompas, 3 Oktober 2018, pada tahun tersulit itu, seorang Jerman bernama Karl Drais membuat alat sederhana beroda dua dari bahan kayu yang kemudian diberi nama draisine.
Satu-satunya cara untuk mengendarai sepeda ini adalah dengan menjejakkan kaki ke tanah agar draisine mau meluncur.
Karena itulah, alat ini juga disebut hobby horse, merujuk pada arti ”kuda-kudaan” karena tujuan alat ini adalah menggantikan kerja kuda.
Penemuan ini merupakan titik awal prinsip keseimbangan sepeda modern. Draisine menjadi sepeda pertama yang didaftarkan hak patennya pada 1818.
Sepeda dan alternatif transportasi selama pandemi
Sementara itu, ketakutan masyarakat akan tertular virus corona saat naik transportasi umum membuat sepeda menjadi salah satu alternatif alat transportasi di seluruh dunia.
Dilansir BBC, Kamis (7/5/2020), di Inggris penjualan sepeda meningkat 200 persen. Orang-orang yang bekerja untuk layanan darurat berbondong-bondong memesan sepeda.
Permintaan sepeda untuk mobilitas dan olahraga juga meningkat di seluruh daratan Inggris.
Salah satu toko sepeda, Broadribb Cycles Bicester dapat menjual hingga 50 sepeda setiap harinya dan melihat peningkatan permintaan untuk servis.
Seebuah jajak pendapat baru-baru ini dari consultants SYSTRA menunjukkan 61 persen orang Inggris takut mengambil transportasi umum pasca-lockdown.
Pandemi juga telah membuat jalur sepeda tambahan selama krisis. Dalam banyak kasus, jalur sepeda itu mengambil salah satu jalur mobil di jalur ganda.
Tak hanya di Inggris, itu juga terjadi di seluruh dunia. Seperti di Jerman, jalur siklus yang diperluas telah ditandai oleh pita yang dapat dilepas dan rambu-rambu bergerak.
Paris meluncurkan 650 kilometer jalan sepeda, termasuk sejumlah pop-up “sepeda corona” .
Beberapa kota salah satunya di Milan, bahkan membuat perubahan jalur itu menjadi permanen.
Pemerintah Skotlandia mengalokasikan 10 juta pound (sekitar Rp 178 miliar) untuk menyediakan ruang sementara di jalan.

Umumnya masyarakat genar bersepeda karena sepeda adalah sarana olahraga
Sementara itu di Amerika Serikat hal serupa terjadi. Dilansir Japan TImes, Senin (25/5/2020), pandemi terbukti menjadi anugerah bagi toko-toko sepeda karena lonjakan permintaan.
Orang-orang mengantre di toko-toko yang masih buka dan mekanik berjuang memenuhi permintaan. Di seluruh penjuru negeri dan dunia sepeda terjual habis.
“Kami memiliki penjualan tiga hari setahun sekali yang secara harfiah disebut ‘penjualan gila.’ Ini hanya terasa seperti dua bulan berturut-turut penjualan gila,” kata Dale Ollison, seorang mekanik sepeda di Hank and Frank Bicycles, Oakland, California.
Tak hanya itu, Direktur Eksekutif San Francisco Bicycle Coalition Brian Wiedenmeier mengatakan banyak orang membersihkan sepeda mereka agar bisa menggunakan sepeda lama mereka daripada membeli baru.saptarius/berbagai sumber