Cegah Penularan Covid-19, Ratusan Warga Sumpurkudus Sijunjung di Swab

628
????????????????????????????????????

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Sebanyak 145 warga Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada Rabu (1/7/2020) di Swab. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Tindakan itu dilakukan menyusul adanya laporan, bahwa pada Senin, 29 Juni 2020 lalu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, menyebutkan bahwa terdapat satu orang warga Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung terkonfirmasi positif Covid-19.

Satu pasien postif Covid-19 itu merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nagari Tamparungo, Kecamatan Sumpur Kudus.

Oleh sebab itu, ratusan warga di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease atau Covid-19 harus menjalani test swab.

Swab test tersebut dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Tamparungo, pada Rabu (1/7/2020). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya penularan Covid-19 terhadap warga yang lain.

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Sijunjung, drg Ezwandra kepada kontributor Jurnalsumbar.Com Dicko, mengatakan ada 145 warga yang menjalani swab test.

“Ratusan warga itu merupakan yang melakukan kontak erat dengan pasian terjangkit positif Covid-19,” katanya.

Dikatakan Ezwandra, pasien tersebut selain staf kantor Wali Nagari Tamparungo, juga merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang merupakan memegang peranan penting dalam mensukseskan Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

“Oleh sebab itu, makanya sebagian besar yang diswab itu merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Sumpur Kudus,” ujarnya.

Kemudian, Ia meminta masyarakat untuk tidak takut dilakukan test swab. “Karena ini untuk kesehatan kita sendiri dan keluarga,” kata Ezwandra.

Dijelaskan Kadis Kesehatan itu, tes swab merupakan proses yang harus dilalui untuk mengetahui seseorang itu positif atau tidaknya terpapar Corona. Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menghindari tes swab massal di klaster hasil tracing pasien positif.

“Jadi tes swab ini merupakan salah strategi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, untuk itu, perlu kesadaran masyarakat untuk mengindahkan ajakan pemerintah, apalagi tes swab ini sifatnya gratis,” pungkasnya.

Walinagari Tamparungo, Endar Saputra ikut prihatin dengan terpaparnya salah satu warganya Covid-19.

“Pasien tersebut merupakan staf kami di kantor wali, selain itu, dia juga anggota PPS,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakatnya agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Walaupun di tatanan hidup baru atau new normal, mari kita patuhi anjuran pemerintah dengan mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan yang tidak perlu,” ajaknya.dicko