Pengendara Kerap Kecolongan, Jalinsum Sijunjung Banyak Lobang

630

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Kabupaten Sijunjung – Dharmasraya, Sumatera Barat, kian anker, lobang-lobang menganga berseliweran, dan di sejumlah titik stnby mengintai maut. Menghindari terjadinya malapetaka, para pengendara diibau untuk senantiasa fokus, kurangi kecepatan.

Al ikhwal saat melaju kencang tidak jarang kalangan pengendara seketika reflek ngerem mendadak, lantaran tanpa diduga mereka berhadapan dengan lobang-lobang menganga. Itu pun dari sekian banyak pengendara berupaya mengelak, mayoritas masuk lobang juga. Merasa jengkel, mereka kemudian mengupat, menyumpah serapah atas kondisi jalan tak berketentuan tersebut.

Betapa tidak, lobang-lobang berseleweran di sepanjang Jalinsum Sijunjung hampir 80 persen tidak ada rambu tanda peringatan, hingga dari kejauhan tidak disadari oleh para pengendara. Baik dari arah Sijunjung maupun Dharmasraya, sama saja.

Baru disadari ketika kendaraan mendadak terhempas masuk lobang, dan semua penumpang terkejut/ kaget alang kepalang. Jika bernasib mujur, perjalanan tentu dilanjutkan. Namun bila tidak, kendaraan langsung harus diparkir ke pinggir, guna memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Terutama dimalam hari, atau disaat hujan turun mengguyur, kondisi jalan jadi misterius, “ranjau-ranjau” berseleweran sulit terdeteksi. Maka untuk demi keselamatan, melaju pelan-pelan adalah solusi terbaik.

Pantauan kontributor Jurnalsumbar.Com, kondisi terparah banyak terdapat di kawasan Tanjunggadang, Tanjunglolo, serta sebahagian besar jalur Kiliranjao menuju Kunangan Paritrantang Kecamatan Kamangbaru. Selain berlobang, di sejumlah titik terdapat jalan amblas, rusak digenangi air, bahkan hancur terkikis luapan air bah.

Laporan dari sejumlah masyarakat, para pengendara kerap terlibat kecelakaan gara-gara menghindari jalan rusak.

Salah-seorang pengendara truk bermuatan sembako jurusan Padang – Jambi, Fandi,40, menyebutkan, kondisi terparah terjadi sejak enam bulan terakhir. Itu pun kerusakan badan jalan menurutnya tidak kunjung ada perbaikan, hingga dari waktu ke waktu makin terasa parah.

“Tiap dua kali seminggu saya selalu lewat jalur ini, hingga faham betul bagaimana kondisinya. Setiap kali lewat pasti mengalami pecah ban akibat masuk lobang,” ujarnya saat berhenti di sebuah bengkel di daerah Siaur, Senin (6/7/2020).

Dijelaskannya, sepandai-pandai sopir mengendarai mobil, terutama truk dan bus, tidak ada ceritanya untuk tidak ikut masuk lobang. Karena saat melaju para sopir tidak dapat lagi mengelak lobang, lantaran kendaraan lain ada di sisi kanan, depan, serta belakang. Bila mengelak, berpotensi terjadi senggolan bahkan tabrakan dengan kendaraan lain.

“Jalinsum Sijunjung – Dharmasraya kini betul-betul anker, sebelum bertambah perlu segera dilakuka perbaikan,” ujarnya pula.

Hal senada juga diungkapkan Darmin, 50, sopir mobil pikup pengangkut telur ayam ras asal Kabupaten Limapuluhkota. Menurutnya kondisi badan jalan (Jalinsum) Sijunjung terasa makin memprihatinkan. Hingga rawan terjadinya kecelakaan lalulintas.

“Kalau masuk lobang, ujung-ujungnya mobil masuk bengkel, barang bawaan sebahagiannya rusak, induk semang rugi. Celakanya, karena demi menghindari lobang kendaraan malah terlibat tabrakan, atau pengendara motor tergilas, hingga mobil ditahan polisi dan badan diri masuk penjara,” ujar bapak lima anak tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sijunjung, Budi Syafarman, menyebutkan, pihaknya tidak menampik terjadinya kerusakan di sejumlah titik ruas jalan (Jalinsum) Sijunjung. Namun menurutnya itu semua disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari faktor alam, kontur tanah yang labil (daerah resapan air), serta faktor pemakaian.

Untuk percepatan proses penanganan, pihak Pemerintah Kabupaten Sijunjung telah melaporkan situasi tersebut ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Demi keselamatan, masyarakat harus lebih berhati-hati, kurangi kecepatan di titik-titik rawan.

“Jalan ini berstatus jalan nasional, maka proses perbaikannya menjadi kewenangan Pemerintah Perovinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat. Kewenangan Pemkab Sijunjung sifatnya melaporkan, dan koordinasi,” jelas Kadis PU,” Budi Syafarman kepada anton, kontributor Jurnalsumbar.Com. atn