Mengagetkan, DPP Partai PERINDO Cabut Dukungan Paslon Bupati/Wabup Sijunjung Benny-Radi

6393

Hary Tanoesoedibjo, Ketum DPP Partai Perindo

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Politik itu dinamis tak bisa ditebak. Politik itu pun bak sikulit bundar dan sulit dikuasai karena liar dan selalu menggelinding untuk mencari sasaran yang tepat.

Agaknya itu pula yang terjadi diperpolitikan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sijunjung, Sumatera Barat yang sempat mengagetkan seantaro Kabupaten Sijunjung.

Betapa tidak, tak jelas apa penyebabnya, tiba-tiba Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai “Besutan Hary Tanoesoedibjo” PERINDO dua hari jelang akan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sijunjung, justeru mencabut dukungan pada pasangan Benny Dwifa Yuswir, S.STP, MSi-Iraddatullah,S.Pt sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sijunjung.

Tak ada yang menduga jika SK (surat keputusan) DPP Partai PERINDO (Persatuan Indonesia) No.1710-SK-DPP Partai PERINDO itu tentang Pembatalan Persetujuan Benny sebagai Cabup Sijunjung dan Iraddatillah sebagai Cawabup Sijunjung.

Surat tertanggal 1 September 2020 yang ditandatangani Hary Tanoesoedibjo (Ketua Umum) dan Ahmad Rafiq (Sekretaris Jenderal) itu membatalkan SK Pencalonan Benny sebagai Bakal Calon Bupati Sijunjung dan Iraddatillah sebagai Cawabup.

Surat yang telah beredar ketengah publik itu juga menyebutkan; MENCABUT SK DPP Partai PERINDO No.111-SR-DPP-Partai PERINDO/VIII/2020 pada tanggal 13 Agustus 2020, tentang persetujuan Paslon Bupati, Mulai tanggal SK itu diterbitkan.

Tak hanya itu, DPP juga mencabut Pakta Integritas DPP Partai PERINDO tanggal 13 Agustus 2020 dalam seleksi bakal Paslon Cabup dan Cawabup Sijunjung selanjutnya dinyatakan tidak berlaku mulai tanggal itu diterbitkan.

Surat itupun ditembuskan ke; DPW Partai PERINDO Provinsi Sumbar, DPD PERINDO Sumbar Kabupaten Sijunjung dan juga ditembuskan pada Benny-Radi.

Ketua DPD Partai PERINDO Sijunjung, Sasmi Ultriadi pun tak menapik. “Ya, itukan urusan DPP,”ucapnya singkat, pada Jurnalsumbar.Com, Selasa (1/9/2020) via telepon selularnya.

Sementara Benny yang dimintai keterangan pada Selasa (1/9/2020) malam tak bisa banyak komentar. “Ya, kalau mereka (Perindo-red) tak berinteqritas gimana lagi,”ucapnya singkat.

Meski DPP Partai PERINDO telah mencabut dukungan terhadap Benny-Radi, namun langkah pasangan birokrasi-politisi itu akan tetap melaju mulus pada pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sijunjung pada Jumat (4/9/2020) mendatang.

Betapa tidak, pasangan Benny-Radi telah dipastikan di usung PPP-Golkar-NasDem dan PBB yang telah mengantongi 10 kursi. “Tak ada hambatan bagi pasangan Benny-Radi untuk maju ke Pilkada Sijunjung. Semakin banyak Paslon semakin bagus,”ujar sumber orang dekat Benny-Radi belum lama ini pada Jurnalsumbar.Com.

Jika dukungan Partai PERINDO dicabut, lantas kemana arah politik Perindo memberi dukungan? Mungkinkah bergabung dengan Partai “Besutan Prabowo Subianto” Gerindra yang sudah mengantongi empat kursi di parleman?

Ataukah Perindo merapat pada koalisi PAN-PDI P dan Demokrat (8 Kursi) yang siap mengusung Ashelfine-Sarikal atau merapat ke koalisi Keumatan PKS-PKB yang saat ini mengusung pasangan uztad Hendri Susanto-Indra Gunalan Entah lah, hanya merekalah yang tahu. ius