Tantangan Pengawasan Pemilu Di Tengah Pandemi Covid-19 Melanda

369

oleh.Ahmad Rizqa Fauzi, S.Pd.I

PELAKSANAAN tahapan Pilkada serentak tahun 2020 telah dimulai pada Desember 2019, dimana Bawaslu Kabupaten Agam telah mengukuhkan 48 pengawas ditingkat kecamatan, termasuk 3 orang komisioner Panwascam Tanjung Raya pada tanggal 23 desember 2019. Selanjutnya juga telah dikukuhkan Pengawas Kelurahan/Desa atau Nagari dan begitu juga Penyelenggara teknis dibawah KPU yaitu PPK dan PPS. Artinya Perjalanan menuju 9 Desemeber 2020 telah berjalan sembilan bulan.

Berbicara tentang pengawas pemilu di tingkat kecamatan tentu akan tergambar tugas, wewenang dan tanjggung jawab Panwascam sebagaimana termaktub dalam pasal 105-107 UU No 7 tahun 2017. Dimana Panwascam bertugas melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran, mengawasi pelaksanaan tahapan pemilihan, mencegah terjadinya praktik politik uang, mengawasi netralitas terhadap pihak-pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye. Mengawasi pelaksanaan putusan/keputusan tentang pemilihan, mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan serta melakukan evaluasi pengawasan pemilihan di wilayah Kecamatan.

Sedengkan wewenang Panwascam adalah menerima dan menindak lanjuti serta mengkaji laporan–laporan pelanggaran dan memebentuk jajaran pengawas di tingkat kelurahan/desa serta pengawas di TPS. Terkait dengan tugas, wewenang dan tangung jawab tersebut, disimpulkan bahwa penyelenggara pemilu di tingkat bawah memeiliki peran penting dalam mensukseskan seluruh rangkaian Pemilu maupun pemilihan pada setiap ajang pesta demokrasi.

Perjalanan tahapan Pilkada 2020 telah melalui bermacam dinamika dan tantangan, termasuk pandemi Covid-19 yang merebak. Mengakibatkan banyak elemen kegiatan yang bersifat individu maupun kelompok merasakan dampaknya. Begitu juga bagi penyelenggara pemilu di tingkat Adhoc, baik kecamatan maupun desa/kelurahan.

Bahkan sempat diberhentikan sampai waktu yang tidak ditentukan, begitu juga Panwascam Tanjung Raya dan seluruh pengawas tingkat nagari diberhentikan melalui Keputusan Bawaslu Kabupaten Agam No 39/K.Bawaslu.Prov-SB-01/HK.01.01/III/2020 tentang pemberhentian sementara Panwascam se-Kabupaten Agam.

Jadwal Pilkada yang di rencanakan pada 23 september 2020 sempat diundur. Setelah beberapa bulan pandemi melanda negeri ini, memunculkan sejumlah kebijakan oleh pemerintah yang berorientasi pada upaya pencegahan penyebaran dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Tahapan Pilkada 2020 kembali berjalan dan pengaktifan kembali penyelanggara Adhoc di tingkat kecamatan dan desa, begitu juga di Kecamatan Tanjung Raya dengan tetap mematuhi Porotokol kesehatan Covid 19. Upaya yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu mengeluarkan aturan khusus pada masing-masing lembaga berupa PKPU No 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota serentak lanjutan dalam kondisi Bencana Non Alam Covid 19, serta Perbawaslu No 4 tahun 2020 tentang pengawasan Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Serentak Dalam Kondisin Bencana Non Alam.

Panwaslu Kecamatan Tanjung Raya telah melaksanakan aturan-aturan tersebut dalam setiap aktifitas pengawasan dan koordinasi berupa pendisiplinan seluruh jajaran penyelengara. Dengan tetap memakai alat perlindungan diri yang telah di persiapkan oleh Bawaslu Kabupaten Agam berupa masker, Face sheild, hand sanitizer dan vitamin, serta menjaga jarak baik dilapangan maupun aktifitas dalam kantor.

Kegiatan-kegiatan peningkatan kualitas pengawasan tiap jajaran dialaksanakan dengan tetap menjaga jarak sehingga kegiatan rapat koordinasi, bimbingan teknis serta sosialisasi yang diikuti/dilaksanakan Panwascam Tanjung Raya dilakukan dalam bentuk daring atau secara virtual. Berdasarkan hal tersebut mewajibkan Panwaslu juga mesti melakukan Pengawasan terhadap penyelenggara lainnya untuk mematuhi standar protokol kesehatan dalam pelaksanaan setiap tahapan Pilkada.

Disisi lain, seiring bergeraknya aktifitas masyarakat di seluruh lini, mengakibatkan masyarakat mulai lengah dalam mematuhi protokol kesehatan, sehingga penerapan new normal terancam, dengan meningkatnya kasus positif Covid-19, terutama di Sumbar, Kabupaten Agam dan Kecamatan Tanjung Raya.

Berdasarkan pengamatan penulis sebagai ketua Panwascam Tanjung Raya, ada bebrapa tantangan baru dalam pengawasan Pilkada serentak tahun 2020 ketika kasus positif Covid 19 kembali meningkat yaitu, menjaga jajaran penagawas Pemilu terhadap penularan covid-19.

Kegiatan-kegiatan peningkatan kualitas pengawas Pemilu yang dilaksanakan secara virtual/daring tidak efektif dibandingkan kegiatan tatap muka.
Bertambahnya objek pengawasan pengawas Pemilu terkait pengguanaan Alat perlindungan diri oleh penyelenggara teknis maupun peserta pemilihan. Berkurangnya kesempatan Pengawas dalam melaksanakan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat. Pengawasan terhadap kampanye melalui media sosial pun akan semakin berat.

Untuk menjawab tantangan tersebut Panwascam Tanjung Raya melakukan upaya-upaya sebagai berikut.

Dalam menjaga pengawas Pemilu dari penyebaran covid 19, Panwaslu kecamatan Tanjung Raya beserta Pengawas tingkat nagari telah menjalankan rapid test dan difasilitasi Alat perlindungan diri berupa Masker, Face shield, hand sanitizer dan vitamin oleh Bawaslu Kabupaten Agam.

Selain itu, Panwascam Tanjung Raya selalu menegaskan jajaran pengawas kecamatan dan nagari untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam bentuk membiasakan pakai masker, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak aman dalam seluruh aktifitas.

Sebagai pengawas Pemilu kami menyadari bahwa bimbingan teknis, rapat koordinasi dan Rapat kerja yang dilaksanakan secara tatap muka merupakan sarana penayampaian informasi yang efektif dalam penyampaian pedoman kerja serta jadi wadah bagi pengawas dalam meningkatkan kualitas pengawas.

Namun dengan kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual. Upaya-upaya yang dilakukan Panwascam Tanjung Raya adalah dengan meningkatkan intensitas komunikasi melalui media komunikasi yang ada dengan jajaran Bawaslu Kabupaten maupun dengan pengawas ditingkat nagari. Memperbnyak literasi tentang pengawasan dan selalu memperbarui informasi terhadap perkembangan informasi mengenai dunia kepemiluan.

Dengan bertambahnya objek pengawasan, maka Panwaslu Tanjung Raya selalu melakukan pencegahan dalam bentuk memperingati penyeleggara teknis agar mematuhi standar protokol Covid-19. Ini juga dibuktikan dengan setiap pengawasan dilengkapi dengan alat kerja pengawasan tentang kepatuhan yang dituangkan dalam laporan hasil pengawasan.

Pada tahapan selanjutnya yang akan bersentuhan dengan peserta atau tim sukses juga akan melakukan pencegahan yang sama. Dengan aktif memeberikan imbauan melalui media sosial. Dalam melaksanakan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat, panwascam menekankan kepada seluruh jajaran untuk tetap mensosialisasikan di setiap kesempatan yang ada baik secara formal maupun non formal bahkan media sosial.

Panwascam juga pernah ikut kegiatan kelompok/forum warga dalam mensosialisasikan pengawasan patisipatif. Salah satu tahapan yang akan dihadapi adalah tahapan kampanye, dimana para peserta pemilihan akan gencar melakukan kegiatan dalam berbagai bentuk. Jika kampanye dilksanakan secara tatap muka tentu Panwascam akan tetap melakukan pencegahan agar kampanye dilkasanakan sesuai dengan standar protokol kesehatan.

Namun dalam masa pandemi ini sangat mungkin kampanye akan lebih masif melalui media sosial, tentu akan melaksanakan pengawasan sesuai dengan aturan dan arahan Bawaslu Kabupaten. Disamping itu Panwascam Tanjung Raya menginventarisir pemilik akun media sosial yang dilarang ikut serta berkampanye dan memantau akun-akun peserta atau tim sukses pemilihan.

Pilkada kali ini berbeda dibandingkan dengan pemilihan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Trutama dalam hal pelaksanaan teknis maupun pengawasan yang disebabkan pandemi Covid-19 yang memunculkan berbagai macam tantangan. Namun, setiap tantangan akan ada jalan keluarnya, dalam hal ini panwascam tanjung raya berusaha memaksimalkan setiap kerja-kerja pengawasan demi suksesnya Pilakada tahun 2020, khususnya di Kecamatan Tanjung Raya. (Penulis adalah Ketua Panwascam Tanjung Raya)