Pendapatan Tanah Datar Rp1,02 Triliun, DPRD Minta Fokus Untuk Pemulihan Ekonomi

164

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota penjelasan Bupati Tanah Datar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tanah Datar anggaran 2021, Minggu (29/11/20) digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Datar di ruang rapat DPRD Tanah Datar, Pagaruyung.

Ketua DPRD Rony Mulyadi Dt. Bungsu, didampingi Wakil Ketua Anton Yondra langsung memimpin rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Irwandi, anggota DPRD, Asisten, pimpinan OPD, Sekwan Tanah Datar Elizar S.H dan undangan.

Pemandangan Umum Fraksi DPRD disampaikan beberapa fraksi, yakni, Fraksi Perjuangan Golkar disampaikan Dedi Irawan kemudian diteruskan Istiqlal ( Fraksi PKS), Benny Afero( faraksi Hanura), Benny Ermon( Fraksi PAN), Syafril (Fraksi Demokrat), Afrizal ( fraksi Gerindra), Adrijinil Simamura( fraksi Nasdem ), dan Arianto (fraksi PPP).

Penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD menyampaikan pelaksanaan anggaran tahun 2021 dalam penyajian laporan keuangan dilakukan secara transparan,akuntabel dan tepat sasaran.

Pemandangan umum fraksi Gerindra Afrizal, menyatakan sesuai arahan kebijakan dari pemerintah pusat dalam penangan covid -19 diminta pemerintah daerah dalam menggunakan anggaran secara profesional untuk pemulihan ekonomi dan peningkatan sektor pangan dalam mensejahterahkan maayarakat.

Pemandangan umum yang disampaikan Afrizal diiringi beberapa catatan, masukan dan pertanyaan terkait peningkatan Pendapatn asli daerah (PAD), dan penanganan Covid-19.

Sebelumnya Pjs. Bupati tanah Datar diwakili Sekda Irwandi, Jum’at (13/11) lalu, menyampaikan, pemerintah Daerah Tanah Datar menyampaikan gambaran struktur rancangan APBD meliputi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah.

Seterusnya, pendapatan daerah( Anggaran pendapatan belanja daerah ( APBD) tahun 2021 diprediksi sebesar Rp.1.020.192.581.426,- dengan rincian Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp.130.068.046.268,- , terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah dan pendapatan lain-lain yang sah, pendapatan transfer sebesar Rp.884.943.835.158,- serta lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 45.180.700.000,-, seeangkan untuk penerimaan pembiayaan diperkirakan sebesar Rp.49.937. 535.000,- merupakan perkiraan sisa lebih tahun anggaran 2020.

Kemudiam pemerintah daerah dalam pencapaian, optimalisasi dan peningkatan pendapatan daerah dijelaskan Irwandi, dilakukan terus berupaya melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi PAD serta akan selalu berkoordinasi dengan semua stake holder begitu jua masyarakat dan perantau sehingga kebutuhan dana pembanguan dapat terpenuhi sesuai rencana.

Tahun 2021 belanja daerah lebih diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19 di samping bidang kesehatan dan bantuan sosial, tekan Sekda Irwandi.

Selanjutnya, Ketua DPRD Rony Mulyadi menyebutkan dengan disepakati dan disetujui delapan fraksi di DPRD atas rancangan APBD 2021 yang akan dituangkan dalam bentuk peraturan daerah atas kesempatan bersama badan musyawarah DPRD kemudian dilaksanakan pengambilan keputusan bersama DPRD dengan pemerintah daerah Tanah Datar, Senin (30/11/20) ini- -habede