FGD IAIN Batusangkar: Strategi Percepatan Karir Dosen Berdasarkan Aturan Jabatan Fungsional

82

JURNAL SUMBAR | Batusangkar – Untuk memantapkan eksistensi Institut Agama Isalam Negeri (IAIN) Batusangkar terus diupayakan, terutama sumber daya dosen, karena dosen merupakan faktor strategis dan doniman guna menentukan tingkat kebarhasilan mahasiswa di perguruan tinggi dalam proses tranformasi ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi.

Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc mengemukakan hal itu dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘ Strategi Percepatan Karir Dosen Berdasarkan Aturan Jabatan Fungsional (Jafung)’ dihadiri langsung seluruh dosen IAIN Batusangkar dengan sistem daring/online melalui zoom yant dilaksanakan Kamis (18/2) langsung di auditorium kampus I IAIN Batusangkar.

Dikatakannya, Focus Group Discussion (FGD) Strategi Percepatan Karir Dosen IAIN Batusangkar menghadirkan Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bapak Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. dan Bapak. Prof. Ganefri, Ph.D. Rektor Universitas Negeri Padang.

IAIN Batusangkar, sebut Marjoni, saat ini memiliki 226 Dosen tetap, 1 guru besar, 28 lektor kepala, 88 lektor dan asisten ahli 109 orang, dengan data tersebut IAIN berupaya memacu pengembangan SDM yang berkualitas dan kuantitas dosen di IAIN Batusangkar, serta peningkatan kesejahteraan berbasis penilain kinerja.Dalam hal ini kita menargetkan kedepannya akan mampu melahirkan 15 orang guru besar (Profesor) dan lektor kepala sebanyak 75 orang hingga tahun 2024 mendatang.

Ditambahkan Marjoni, kehadiran Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan juga Rektor Universitas Negeri Padang merupakan momentum dan persiapan IAIN Batusangkar dalam program akselarasi percepatan terwujud guru besar. Di samping itu IAIN Batusangkar berupaya memperjuangkan transformasi lembaga menjadi Universitas Negeri Islam yang harus memiliki guru besar syarat alih status IAIN menuju UIN Batusangkar.

Seterusnya, dalam upaya memperkokoh Integrasi ilmu agama dan ilmu umum, jelas Rektor Marjoni, selaku kampus Sain Islam bereputasi Global tanpa meninggalkan Nilai-nilai Kearifan lokal yang kita sebut dengan UIN Refleksi Surau masa kini yang didambakan masyarakat.

Marjoni mengharapkan melalui FGD, keluarga besar IAIN Batusangkar mengucapkan terimah kasih kepada Prof. Ganefri, Ph.D. selaku Rektor Universitas Negeri Padang yang sungguh-sungguh mendukung proses alih status IAIN Batusangkar menjadi UIN dengan dukungan lima guru besar (Profesor). ” In Sha Allah kerjasama yang telah dijalin dapat ditingkatkan terus untuk masa mendatang,” pungkas Rektor Marjoni yang luwes itu – habede.