Divaksin Dosis Kedua, Wabup Richi Aprian: Berikutnya, Lansia akan Diperioritaskan

84

JURNAL SUMBAR |Batusangkar –  Wabup( Wakil Bupati ) Tanah Datar Richi Aprian kembali divaksin Covid untuk kedua kalinya, Selasa pagi (23/3) di Aula Kantor Bupati di Pagaruyung sekaligus diikuti kepala OPD di lingkungam pemda Tanah Datar. Sedangkan Bupati Eka Putra akan divaksin kedua kali di tempat lain.

Richi merasa bersyukur dapat melaksanakan hak vaksinasi Covid untuk kedua kali dan ia tidak terasa sakit seperti yang dihebohkan di mas media, syukur alhamdulillah semua lancar. Cuma ada pengalaman vaksin pertama terasa ngantuk dan lapar, sehingga membuat tidur dan makan menjadi enak, tutur Wabup Richi.

Dikatakannya, dalam masalah vaksin, MUI sendiri mendukung vaksin dibolehkan, halal dan aman, jadi jangan sampai percaya hoax  yang bersebar di tengah-tengah masyarakat untuk tidak divaksin.Untuk itu, Richi mengharapkan seluruh masyarakat Tanah Datar, terkhusus bagi lanjut usia
( lansia) agar  mengunjungi fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat untuk divaksin.

Menurut wabup Richi, perkembangan covid Tanah Datar saat ini sudah agak melandai, karena hanya ditemukan  kasus positif covid, 1 atau 2 orang, namun pemerintah  selalu berupaya, mensosialisasikan pencegahan Covid kepada masyarakat.

Kemudian Kabid P2P Dinas Kesehatan Tanah Datar Roza Mardiah mengharapkan dukungan lintas sektoral, camat dan wali nagari untuk mengajak dan memberikan motivasi kepada lansia agar bersedia melaksanakan vaksinasi.

Diminta kepada lansia segera mendatangl puskesmas terdekat untuk divaksin, tekan Roza, karena lansia sangat beresiko tertular Covid lantaran faktor umur dan penyakit bawaan.Dengan divaksin, para lansia akan memiliki imun kekebalan tubuh.

Dari 3.500 orang merupakan sasaran vaksin lansia, baru 1.164 orang sudah divaksin dan 282 terpaksa ditunda karena alasan kesehatan. Lansia haji sesuai edaran Kementerian Kesehatan mendapat prioritas tahap kedua begitu juga  petugas pelayanan publik.Kita berharap 100 persen lansia di Luhak Nan Tuo dapat divaksin seluruhnya, tekan Roza Mardiah mengakhiri keterangannya – habede.