Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa
JURNAL SUMBAR| Sijunjung – Sempat diisukan maju sebagai calon bupati (Cabup) pada Pilkada 2030-2035. Kini, istri Bupati Sijunjung Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, justeru menyatakan sikap, maju menuju Senayan Jakarta pada Pileg 2029.

“Insyaallah, kita maju sebagai calon anggota DPR RI pada Pileg 2029 mendatang,”ucap Riri sapaan akrab biggboz Citra Swalayan Grup kelahiran Padang, 5 November 1986 itu, pada Jurnalsumbar.Com, Jum’at (17/4/2026), via telepon selulernya.
Menurut Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung itu, ia bakal maju lewat Partai Golkar. “Alhamdulillah, saya sudah dapat restu dan dukungan dari orangtua, suami dan keluarga,”kata Ketua PMI Kabupaten Sijunjung yang menikah pada 3 Maret 2012 itu.

Langkah politik ibu dari; Hasheem Alfarabi Abeia ( ICM Serpong), Adeeba Alhusna Abeia (MTSN Padangpanjang dan Fateeh Alkarim Abeia (SDN.13 Muaro Sijunjung) itu sudah tepat.
Pasalnya, orangtua dari Ketua Dekranasda/Bunda PAUD itu berlatarbelakang dari Partai Politik, Drs.H.Guspardi Gaus MBA,MSi Dt.Batuah merupakan politisi handal dari tingkat provinsi hingga nasional yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar dan anggota DPR RI.
Menurut putri dari Dra.Hj.Nurhusni Djalil itu, dengan niat membangun dan memperjuangkan nasib emansipasi wanita, maka ia harus terjun ke panggung politik.
“Semoga semua lapisan masyarakat Sumbar, terutama Sijunjung, Padang, Pessel, Solok, Padangpanjang, Sawahluto, Tanahdar dan Dharmasraya mendukung niat baik saya untuk mendharma baktikan diri mewakili masyarakat Sumbar ditingkat nasional,”kata Ketua Posyandu Kabupaten Sijunjung itu.

Dikatakan Riri, misinya menuju Senayan Jakarta untuk memajukan daerah. Itu memang jadi misi utamanya bila nantinya dirinya terpilih sebagai anggota legislatif pada Pileg 2029.
Meski begitu, suaminya—Benny Dwifa, tetap merestui dan mendukung dirinya maju menjadi calon anggota Legislatif asalkan Riri tak melupakan tugasnya sebagai seorang ibu dan juga istri.
Riri dikenal sosok yang merakyat, rendah hati dan mudah bergaul tanpa membedakan kasta. “Ibu Riri itu rendah hati dan sangat peduli dan dekat dengan semua kalangan,”kata sejumlah sumber.
Tak bisa dimungkiri, Berdasarkan berbagai dinamika politik di Indonesia, istri – istri bupati yang maju sebagai calon anggota DPR RI sering kali didorong oleh kombinasi antara modal sosial, popularitas, dan strategi partai.
Berikut adalah beberapa alasan utamanya:
Istri kepala daerah umumnya memiliki tingkat popularitas dan pengenalan yang tinggi di wilayah suaminya. Pengalaman mereka dalam kegiatan sosial, seperti PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), membuat mereka lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pemilih perempuan.
Partai politik sering mengusung istri-istri bupati sebagai calon anggota legislatif (Caleg) untuk mengamankan kursi di daerah pemilihan (Dapil) tersebut, karena basis massa suaminya dianggap kuat dan terorganisir.

Ny.Riri, istri Bupati Sijunjung, menyatakan salah satu alasan maju ke DPR RI adalah untuk memperjuangkan program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat agar lebih maksimal, melengkapi apa yang sudah dilakukan suaminya di daerah.
Majunya istri Bupati sering kali menjadi kelanjutan dari strategi politik keluarga untuk mempertahankan atau memperluas pengaruh ditingkat lokal dan nasional (politik dinasti), meskipun sering juga didukung dengan kapasitas individu yang bersangkutan.
Secara keseluruhan, majunya istri-istri bupati ke DPR RI sering kali memanfaatkan sinergi antara posisi suaminya dan keinginan untuk berkontribusi lebih luas, disamping adanya dorongan dari partai politik untuk meraih kemenangan.*