Leonardy Dukung Masjid Tahfiz dan Tradisi Berbuka Bersama Yatim di Koto Gadang

285

JURNAL SUMBAR | Koto Gadang – Nagari Koto Gadang punya cara untuk membahagiakan para yatim di lingkungan Masjid Nurul Iman Tapi Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Anak yatim disantuni. Mereka pun dibahagiakan dengan cara buka bersama dengan walinagari, niniak mamak, alim ulama, tokoh masyarakat dan para tamu undangan. Lalu shalat Maghrib berjamaah, makan bersama, shalat isya dan tarawih dan mendengarkan tausiyah Ramadan bersama-sama.

“Ini sudah rutin dilakukan di Nagari Koto Gadang pada Bulan Ramadhan. Karena sudah berulang-ulang dilakukan, kegiatan ini sudah bisa dikatakan tradisi di Koto Gadang,” ujar Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., M.H, Sabtu 24 April 2021.

Tradisi ini patut didorong untuk dipertahankan pelaksanaannya setiap tahun. Betapa tidak, pada kegiatan ini terlihat sekali upaya memuliakan para yatim itu.

Di hari penyerahan santunan, mulai berbuka, para yatim seperti dibuat beraktifitas bersama kita para orangtuanya dalam perspektif Islam. Semua berlomba memberikan kebahagiaan kepada para yatim. Mereka juga dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan masjid pada hari itu.

Bukan hanya itu, lewat kegiatan yang di pusatkan di masjid tersebut, memberikan keterikatan semua orang di Koto Gadang terhadap masjid. Banyak kegiatan yang dipusatkan di masjid seperti silat, tambua tasa dan lainnya.

Dalam kesempatan memberikan sambutan pembukaan kegiatan itu, Senator Leonardy ikut memotivasi para yatim beserta anak dan remaja yang hadir terkait hafalan quran mereka. “Anak-anak dan remaja yang hadir, terutama yang akan khatam quran nanti, jika hafal Surat Al baqarah ayat 286 beserta artinya, diberi hadiah Rp500.000,” tantangnya.

Tokoh muda Koto Gadang yang menginiasiasi kegiatan ini, Ramlan Gazali sangat berterima kasih atas dukungan Senator Leonardy dan para tokoh Koto Gadang. Dia mengungkapkan kegiatan ini awalnya semata-mata untuk meramaikan Nagari Koto Gadang. Pemikirannya datang dari para tokoh di Koto Gadang. Lalu dibuatlah bazar dan menyingkronkannya dengan kegiatan masjid memberikan santunan kepada para yatim.

Santunan dikumpulkan pengurus sedikit demi sedikit. Dan begitu terkumpul diserahkan kepada anak yatim di Koto Gadang. Perlahan gerakan ini berlanjut hingga sekarang.

Tak lupa diinformasikannya, kini semua kegiatan diambil alih oleh Remaja Masjid Nurul Iman Tapi Koto Gadang. Termasuk melaksanakan khatam qur’an. Khatam quran yang berlansung 16-17 Mei 2021 nanti. Hebatnya, pelaksanaan khatam tidak membebankan biaya sepeserpun kepada peserta khatam. Sebab hal ini yang sering menjadi kendala ketika akan dilakukan khatam quran.

“Mudah-mudahan dengan cara ini kita bisa membentuk generasi qurani. Remaja Masjid pun semangat untuk melaksanakannya,” ungkapnya.

Buat Masjid Tahfiz

Walinagari Koto Gadang Budi Zulfikar, A.Md menyebutkan ini safari Ramadhan anak nagari di perantauan. Kegiatan ini telah rutin dilakukan.

“Inti dari kegiatan kita hari ini adalah kembali kepada tuntunan quran. Ke depan kita juga dukung anak-anak menjadi hafiz,” ujarnya.

Walinagari menyebutkan di Koto Gadang akan dibentuk Rumah Tahfiz. Ini untuk menjawab tantangan dari Engku Datuk Bandaro Basa yang meminta calon peserta khatam membacakan hafalan quran surat Al baqarah ayat 286 tadi. Hadiah Rp500.000 jelas membangkitkan semangat tersendiri bagi anak-anak dan remaja di nagari itu.

Sedikit beda, Buya Masoed Abidin mengusulkan untuk membuat yang beda dari orang. “Mari kita buat masjid tahfiz bukan rumah tahfiz. Masjid Tahfiz pendekatannya social approach sementara

Maso’ed Abidin mengungkapkan sejarah orang yang berani membenarkan bacaan imam di Masjidil Haram adalah putera Koto Gadang. Namanya Ahmad Luthfi Khatib.

“Ahmad Luthfi Khatib ini yang menjadi guru pendiri Muhammadiyah, guru dari pendiri NU, pendiri Persis. Juga guru dari para syekh besar di negeri ini,” tegasnya.

Buya Maso’ed mengajak jamaah untuk mengejar keampunan Allah, kejar Jannah (surga). Caranya lakukan kebaikan, mai berinfak di jalan Allah baik saat ada maupun berkekurangan, pandai menahan bangih (marah), suka memaafkan orang. “Semoga nagari yang rancak ini penuh berkah,” pungkasnya.

Leonardy menimpali agar Koto Gadang dijadikan Mas’oed Abidin sebagai yang pertama membuat Masjid Tahfiz. Leonardy Harmainy yang tiga periode menjabat Ketua KAN Koto Gadang mendesak walinagari segera merealisasikannya sehingga walinagari bersedia mulai pekan depan. es