Masuk dalam 50 Perempuan Indonesia Paling Berpengaruh Versi Tempo, ini Harapan Lisda Hendrajoni.

214

JURNAL SUMBAR | Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2021, Koran Tempo merilis 50 Perempuan Paling Berpengaruh dan Perjuangannya Melawan Pandemi Covid-19. Terdapat sejumlah nama perempuan hebat di Indonesia diantaranya termasuk Siti Nurbaya Bakar (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Ida Fauziyah (Menteri Tenaga Kerja), Tri Rismaharani (Menteri Sosial RI) dan Khofifah Indar Parawangsa (Gubernur Jawa Timur), serta Lisda Hendrajoni (Anggota DPR RI) Hingga sejumlah Nama Bupati dan Walikota perempuan di Indonesia.

PT. Tempo Inti Media Harian, juga menggelar diskusi secara Online bersama 50 perempuan tersebut yang dilaksanakan pada 20-23 April 2021, dengan tajuk “Kiprah Perempuan di Masa Pandemi”.

“Hari Kartini 2021 menjadi momen kebangkitan melawan pandemi Covid-19. Wabah virus corona tidak hanya berdampak kepada kehidupan masyarakat tapi juga perekonomian. Pertumbuhan ekonomi tergerus sampai – 5% pada kuartal II 2020. Selama pandemi perempuan berada di garis depan sebagai pekerja kesehatan, innovator hingga penggiat komunitas. Di sisi lain, peran perempuan di posisi top manajemen perusahaan juga semakin banyak. Hal ini tidak hanya membawa perubahan dalam kepemimpinan tapi juga bagaimana perempuan mampu memberikan sudut pandang dan solusi berbeda selama pandemi.” Tulis Maria Magdalena Ekawati dalam undangannya selaku General Manager PT. Tempo Inti Media Harian.

Menanggapi hal tersebut Lisda Hendrajoni mengucapkan terima kasih kepada Pihak PT. Tempo inti Media sebagai salah satu Media yang cukup besar di Indonesia, atas penghargaan yang diberikan tersebut sebagai suatu penghormatan kepada kaum perempuan di Indonesia.

“Sangat bangga disandingkan bersama dengan nama-nama perempuan hebat di Indonesia, termasuk para menteri dan kepala daerah dalam 50 perempuan berpengaruh dan perjuangannya melawan Covid-19 Versi Koran Tempo. Kami pribadi mengucapkan terima kasih kepada pihak Tempo, atas penghormatan kepada kaum perempuan di Indonesia,” ungkap Lisda.

Terkait peran perempuan dalam melawan pandemi Covid 19, Lisda menilai sebagai salah satu peran yang tak bisa terlepas dalam pencegahan, terutama dalam keluarga.

“Kaum perempuan juga merupakan salah saru garda terdepan dalam pencegahan penyebaran Covid-19, terutama dalam keluarga. Seorang ibu berperan dalam mengawasi anak dalam menjaga kebersihan dan mengingatkan agar terus menjalankan protokol kesehatan saat berada diluar rumah. Dan Seorang Ibu memiliki kemungkinan terpapar lebih banyak, yang berasal dari penularan melalui Carrier,” ujar Lisda.

Sementara itu, memaknai peringatan hari Kartini, Anggota Fraksi Nasdem DPR RI tersebut berharap adanya realisasi pengesahan RUU PKS sebagai Undang Undang yang mengatur perlindungan terhadap kaum perempuan secara lebih spesifik.

“Berdasarkan data kami, Kasus Kekerasan terhadap perempuan bahkan dimasa Pandemi Covid-19 terus meningkat. Dikarena kan faktor ekonomi masyarakat dan tingkat stress dalam keluarga yang cukup tinggi. Untuk itu kita sama-sama mendoakan dan terus berjuang agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dapat terealisasi dan disahkan menjadi Undang-Undang. Saat ini kami di Komisi VIII terus membahas ini dalam sejumlah rapat koordinasi,” ungkap Lisda. R