Ngaku dari Panti Asuhan Padang, Tak Dikasih, Oknum Itu Malah Ngomel, Ini Kata Kadis Sosial dan Wakapolres Sijunjung

156

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Banyak modus diduga melakukan pungutan liar (Pungli) jelang Lebaran tiba ditengah kian meningkatnya wabah Covid-19. Bahkan ada yang mengaku dari Panti Asuhan Padang mendatangi rumah warga di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Seperti yang terjadi pada Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 14.15 WIB dua pengedara sepeda motor tanpa Nopol mampir disalahsatu rumah warga di Kototuo Lubuktarok, Sijunjung.

Tanpa memberi salam seorang wanita menggunakan helm itu mengaku dari Panti Asuhan Padang tanpa memberi salam.

“Dari mana buk, kalau cari bantuan ke Dinas Sosial aja semua pada kena dampak Covid. Hati buk kini Covid, apalagi ibuk dari Padang,” kata warga itu.

“Bapak yang harus hati-hati,”katanya wanita itu setengah mengancam sambil berlalu mengomel-ngomel. Sementara kawanya yang menggunakan jaket merah tanpa helm hanya diam dan kemudian berlalu.

“Tadi mereka juga ke rumah saya, dia minta dan mengaku dari Panti Asuhan Padang. Kami sebenarnya tak percaya,”ucap Inar. “Ya, males berurusan kami kasih aja alakadarnya,”tambahnya.


Kadis Sosial Sijunjung, Yofritas

Kepala Dinas Sosial Sijunjung, Yofritas, tak menapik banyak modus yang minta-minta mengaku berbagai macem.

“Jika ada yang mengatasnamakan Panti Asuhan atau lainnya kita harus waspada, bisa jadi itu modus. Malah banyak hal itu terjadi. Kalau logikanya, masa iya dari Panti Asuhan Padang, kan banyak donatur di Padang. Apalagi oknum pakai kenderaan roda dua tanpa plat Nopol wajar dicurigai. Jika kita ragu tak usah dikasih,”ucap Yofritas.

Wakapolres Sijunjung, Kompol Andi Sentosa,SH

Wakapolres/Ketua Tim UPP Saber Pungli Sijunjung, Kompol Andi Sentosa,SH
,

Wakapolres Sijunjung, Kompol Andi Sentosa,SH
juga tak menapik banyak modus minta sumbangan. “Kalau mereka masuk ke nagari-nagari harus ada sueat rekomendasi dari Walinagari atau RT. Minta berdalil sumbangan juga tak ada paksa-paksaan,”kata Ketua Tim UPP Saber Pungli Kabupaten Sijunjung itu, Sabtu (1/5/2021).

“Diminta pada mereka yang minta-minta sumbangan jangan maksa-maksa orang, jika maksa bisa jadi itu modus. Masyarakat harus berhati-hati jika ditemukan orang-orang minta-minta sumbangan dengan modus dari Panti Asuhan atau lainnya. Mereka harus ada surat rekomendasi dari walinagari atau RT di daerah yang dikunjunginya,”tandas Wakapolres Sijunjung. del/boy