Perdana, Pemkab Sijunjung Gelar Jumpa Pers, Ini yang Dibahas

431

JURNAL SUMBAR | Sijunjung – Sejak dilantik jadi Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, S.STP, MSi- H.Iraddatillah, SPt, menyebutkan bahwa Jumpa Pers yang dilaksanakan di Balairung Lansek Manih pada Senin (10/5/2021).

Menurut Bupati Benny Dwifa, Pemkab Sijunjung tidak mempasilitasi sholat Idul Fitri termasuk open house karena Sijunjung berada diposisi orange.

“Itu sesuai dengan SE (Surat Edaran) Gubenur karena kita berada diposisi orange, maka tak bisa jalani Sholat Idul Fitri. Kita terkunci oleh louckdown dan PSBB. Mari kita patuhi prokes,”papar bupati.

“Seluruh tempat pariwisata ditutup sesuai SE dan ini menjadi acuan dalam kegiatan Idul Fitri. Silaturahmi lebih lancar melalui vedeocall, dan telepon dan ini untuk menjaga kita semua,”tambah bupati.

“Sejak kami dilantik, ini kesempatan pertama kami bersilaturrahmi dengan kawan-kawan wartawan. Itu semua tidak terlepas banyaknya recepusing dan diharap jangan salah arti. Semoga Covid-19 cepat berlalu,”imbuh bupati.

Jumpa pers perdana itu, juga dihadiri Wabup H.Iraddatillah, S.Pt, Sekdakab Zefnihan, Kadis Kesehatan Ezwandra, Kadis Perhubungan, Em Rizal, Kadis Satpol PP, Kadis Parpora Afrenaldi, Kalaksa BPBD dan dari Dinas PUPR Sijunjung serta dipandu Kadis Kominfo Rizal Effendi.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksana tanyajawab, terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri, soal Covid-19 hingga mewaspadai bencana alam juga dibahas. Bupati juga menghimbau agar masyarakat mewaspadai jangan sampai terjadi kebakaran.

“Pemkab akan melakukan sosialisasi perlunya menjaga Prokes hingga ke nagari-nagari. Soal pariwisata akan tutup hingga waktu ditentukan. Jika membandel, pengelola wisata akan disanksi. Prokes harus dilaksanakan untuk mewaspadai terjadinya penyebaran Covid-19,”jelas bupati.

Soal masalah pendidikan masih ada siswa SD yang tak paham berwuduk juga jadi pertanyaan kalangan wartawan. Bahkan soal anggaran dana Covid-19 dan masalah jalan kabupaten di Lubuktarok juga dipertanyakan.

“Diawal Covid-19 memang banyak yang tidak tahu. Tapi sekarang soal recopussing juga terjadi dengan anggaran biaya terbatas,”tambah bupati. Soal RPMJ juga dikupas, terutama sektor pertanian juga dibahas, begitu juga soal pendidikan. “Ditahun 2022 in sha Alloh tak ada lagi siswa membayar dan bebas biaya sekolah. Soal jalan provinsi dan nasional segera diperbaiki,”tambah bupati. din/del